Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.88.1
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Virus corona yang telah menyebar ke sejumlah negara dinilai dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global, Khususnya di bidang ekonomi pariwisata. Kondisi tersebut juga berdampak dengan pembatalan perjalanan wisata di beberapa negara, salah satunya dari Jepang ke China.
Kamome, agen perjalanan pariwisata di Tokyo, Jepang, ikut merasakan imbas dari virus corona . Setidaknya lebih dari 20.000 perusahaan paket tur wisata di China telah membatalkan perjalanan ke Jepang hingga tanggal 10 Februari mendatang.
Dilansir CNN, pada tahun 2019, Jepang telah menerima sekitar 9,6 juta pengunjung asal China, angka tersebut merupakan sepertiga dari seluruh wisatawan mancanegara. Dengan kondisi China saat ini, diprediksi akan berdampak pada industri pariwisata dan ekonomi di Jepang.
"Kami prihatin dengan penurunan wisatawan dari Tiongkok yang pergi ke Jepang. Tapi, kita juga tidak bisa memprediksikan sampai berapa lama kondisi ini akan membaik, karena kami mengikuti kebijakan dari pemerintah China," kata juru bicara Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO), Shiho Himuro.
ADVERTISEMENT
Ini bukan pertama kalinya Kamome mengalami ledakan pembatalan tur pariwisata di China. Pada tahun 2003, saat sindrom pernapasan akut (SARS) yang mematikan muncul pertama kali di China, juga menimbulkan banyaknya pembatalan tur wisata ke Jepang.
Meski ekonomi pariwisata di Jepang mengalami penurunan drastis, juru bicara Hankyo Travel International, mengatakan bahwa mereka juga khawatir kalau warga China yang berkunjung ke Jepang nantinya justru menyebarkan virus corona .
Selain Jepang, Thailand juga mengalami dampak virus corona terhadap industri pariwisata. Negeri gajah putih tersebut diprediksi mengalami kerugian pendapatan dari wisatawan mancanegara hingga $ 1,6 miliar atau setara dengan Rp 22 Triliun.
Kementerian Ekonomi dan Industri Pariwisata Tiongkok juga mengatakan bahwa sejauh ini kondisi tersebut menjadi ancaman besar untuk negara tetangga, seperti Thailand dan Hong Kong. Tidak hanya itu, ia juga memprediksi bahwa perekonomian pariwisata AS dan Eropa juga akan ikut terdampak, jika wabah corona tidak dapat diselesaikan dalam waktu cepat.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, China memang menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar di dunia. Seperti pada tahun 2019, sekitar 134 juta penduduk China bepergian ke luar negeri, angka tersebut 4,5 persen lebih besar dari tahun sebelumnya.