Kumparan Logo

Aksi Mulia Ratu Elizabeth Menyemangati Rakyat Inggris saat Perang Dunia II

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratu Elizabeth di tahun 1940, saat sedang pidato untuk acara 'Children's Hour' BBC. Foto: YouTube / The Royal Family
zoom-in-whitePerbesar
Ratu Elizabeth di tahun 1940, saat sedang pidato untuk acara 'Children's Hour' BBC. Foto: YouTube / The Royal Family

Sejak masa kecil, Ratu Elizabeth II selalu memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kepedulian kepada rakyat Inggris. Meski belum memiliki kekuatan untuk membantu secara signifikan sekalipun, sang ratu selalu mencari cara untuk menunjukkan kepeduliannya dan ambil bagian dalam perjuangan yang tengah dialami oleh rakyatnya.

Ini bisa dilihat, misalnya dari pidato pertama yang dibawakan oleh Ratu Elizabeth II. Pada 13 Oktober 1940, saat masih berusia 14 tahun dan masih bergelar putri, sang ratu berpidato untuk rakyat Inggris. Persisnya, bagi anak-anak yang harus dievakuasi karena Perang Dunia II sedang berlangsung.

kumparan post embed

Bersama adiknya, Putri Margaret, Ratu Elizabeth II berpidato dalam acara siaran radio BBC, Children's Hour. Dengan suara khas anak-anak yang terdengar nyaring, ia berbicara kepada anak-anak yang saat itu tersebar di negara-negara persemakmuran Inggris.

"Ribuan dari kalian harus pergi meninggalkan rumah dan terpisah dari ayah dan ibu kalian. Saudara saya, Margaret Rose, dan saya sangat bisa mengerti perasaan kalian. Sebab, berdasarkan pengalaman, kami tahu apa artinya terpisah dari orang-orang yang paling kami cintai," tuturnya, seperti dikutip oleh People.

video youtube embed

"Kepada kalian yang tinggal di tempat baru, kami mengirimkan pesan berisi simpati yang tulus. Bersamaan dengan itu, kami ingin berterima kasih kepada orang-orang baik yang telah menyambut kedatangan kalian dalam rumah-rumah mereka, di negara masing-masing," ujarnya menambahkan.

Tak hanya berbicara kepada anak-anak yang harus dievakuasi, Elizabeth muda juga berterima kasih kepada orang-orang yang berjuang di lini depan Perang Dunia Kedua. Ia menyisipkan beberapa kalimat untuk meyakinkan mereka bahwa anak-anak rakyat Inggris berada dalam kondisi baik-baik saja dan siap berjuang bersama.

"Kami mencoba untuk melakukan semua yang kami bisa untuk membantu para pelaut, tentara, dan angkatan udara yang gagah berani. Kami juga berusaha untuk mengemban rasa bahaya dan kesedihan yang ada karena perang," tutur sang ratu.

Pada akhir pidatonya, Ratu Elizabeth II tak lupa memberikan semangat kepada para pendengar, dengan mengatakan bahwa ia yakin semuanya akan berakhir dengan baik.

kumparan post embed

"Tuhan akan memedulikan kita, memberikan kita kemenangan dan kedamaian. Dan saat kedamaian tiba, ingatlah bahwa nantinya, tugas kita, para anak, untuk membuat dunia menjadi lebih baik dan lebih bahagia," tegasnya.

Ratu Elizabeth. Foto: Buckingham Palace/Handout via REUTERS

Seolah mengulang apa yang pernah dilakukannya puluhan tahun lalu, pada Minggu (5/4), Ratu Elizabeth II kembali memberikan pidato untuk memberikan semangat bagi rakyatnya. Kini, di usianya 93 tahun dan telah memimpin Inggris selama 68 tahun, Ratu Elizabeth II berusaha menyemangati rakyatnya di tengah pandemi Corona.

"Bersama, kita akan mengalahkan penyakit ini. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa bila kita tetap bersatu dan teguh, kita akan mengalahkan penyakit itu," ujarnya dalam pidato yang dibuat di Windsor Castle, Inggris tersebut.

Meski terhitung jarang berpidato sepanjang masa kepemimpinannya, pidato terbaru Ratu Elizabeth II dinilai penting oleh banyak kalangan. Berbagai media maupun pengamat Inggris memuji pidato tersebut, terutama karena Ratu Elizabeth II dianggap sebagai sosok yang didengarkan oleh rakyat Inggris. Sehingga, sekalipun 'hanya' berbentuk pidato, gestur yang diberikan oleh sang ratu diharapkan bisa sedikit membangkitkan semangat para rakyat Inggris.

------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran virus Corona. Yuk, bantu donasi sekarang!