Putri Mako dari Jepang Tolak Tunjangan Rp 18,5 M Demi Menikahi Rakyat Biasa
·waktu baca 2 menit

Pengorbanan Putri Mako dari Jepang untuk menikah dengan sang pria idaman patut diapresiasi. Setelah rela melepaskan gelar kerajaan, kini sang putri juga berani melanggar tradisi Kekaisaran Jepang dengan menolak uang tunjangan.
Menurut laporan The Times, Putri Mako seharusnya bisa menerima uang tunjangan sebesar 1,3 juta dolar AS atau Rp 18,5 miliar dari pemerintah Jepang. Tunjangan ini kabarnya dibayarkan kepada perempuan bangsawan yang kehilangan status kerajaan mereka ketika menikah.
Namun, alih-alih menerima, Putri Mako justru memilih menolak uang belasan miliar tersebut demi bersama dengan seorang pria yang berasal dari keluarga biasa atau rakyat jelata.
Putri Mako akan melangsungkan pernikahan pada akhir 2021
The Times juga melaporkan, Putri Mako akan segera melangsungkan pernikahan sederhana dengan tunangannya, Kei Komuro, sekitar akhir tahun 2021. Pernikahan itu sempat ditunda selama lebih dari dua tahun akibat skandal utang yang menimpa ibunda Komuro.
Pasangan itu dikabarkan akan menikah tanpa upacara tradisional. Selain itu, keduanya juga sepakat pindah ke Amerika Serikat setelah resmi menikah. Sebab, Komuro ingin meniti karier di sebuah firma hukum di New York, Amerika Serikat.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Putri Mako terkait rencana pernikahannya itu. Jika benar, Putri Mako akan menjadi anggota keluarga kerajaan perempuan pertama yang tidak menggelar upacara pernikahan secara tradisional di era modern, demikian seperti dikutip dari The Japan News.
Putri Mako dan Kei Komuro bertemu pada 2012
Putri Mako sendiri adalah putri sulung dari Pangeran Fumihito. Ia juga adalah keponakan Kaisar Naruhito. Putri Mako dan Komuro dilaporkan bertemu pada 2012 saat keduanya mengenyam pendidikan di International Christian University di Tokyo, Jepang.
“Pertama, saya tertarik dengan senyum manisnya,” kata Putri Mako saat ditanya alasan mengapa jatuh hati kepada Komuro, seperti dikutip dari The Telegraph.
Setelah itu, mereka pun menjalin asmara dan akhirnya bertunangan pada 2017. Awalnya, Putri Mako dan Komuro akan melangsungkan pernikahan pada November 2018, namun rencana pernikahan itu akhirnya ditunda.
Menurut media Jepang, penundaan pernikahan itu terkait dengan masalah sengketa keuangan yang dialami ibunda Komuro dengan mantan tunangannya. Meski demikian, ayah Putri Mako tetap merestui rencana pernikahan itu dengan syarat bahwa keluarga Komuro harus menyelesaikan masalah finansialnya terlebih dahulu.
