Kumparan Logo

Simone Biles Mundur dari Olimpiade 2020 demi Kesehatan Mental, Ini 5 Faktanya

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Simone Biles, atlet senam Amerika Serikat. Foto: Loic Venance/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Simone Biles, atlet senam Amerika Serikat. Foto: Loic Venance/AFP

Atlet senam asal Amerika Serikat (AS), Simone Biles, memutuskan untuk mundur dari Olimpiade Tokyo 2020. Mengutip kumparanSPORT, peraih medali Olimpiade enam kali itu tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan final untuk nomor all-around individual putri yang digelar pada 29 Juli 2021.

Dalam pernyataan resmi USA Gymnastics, Simone ingin fokus pada kesehatan mentalnya. Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi salah satu atlet terbaik dalam dunia gimnastik. Namun dalam Olimpiade Tokyo 2020, ia sudah merasa tertekan selama final beregu putri. Terlebih, saat ia gagal melakukan lompatan dua setengah putaran yang telah direncanakan sebelumnya.

embed from external kumparan

Keputusan perempuan berusia 24 tahun itu untuk mundur dari Olimpiade Tokyo 2020 ternyata mengundang banyak dukungan dari berbagai pihak. Nah, berikut beberapa fakta mengenai Simone, termasuk prestasi-prestasinya, yang telah dihimpun kumparanWOMAN.

Dapat dukungan, Simone merasa lebih berharga

Simone Biles, atlet senam Amerika Serikat. Foto: Loic Venance/AFP

Keputusan Simone untuk mundur dari Olimpiade Tokyo 2020 mendapat dukungan dari para penggemar. Dalam sebuah cuitan yang diunggah pada 29 Juli 2021, Simone menyatakan, "Cinta dan dukungan yang saya terima telah membuat saya menyadari bahwa saya lebih dari pencapaian saya."

Simone dapat dukungan dari Justin Bieber

instagram embed

Justin Bieber turut memberikan dukungan untuk Simone. Justin mengunggah foto Simone di akun Instagram resminya pada 29 Juli 2021. Di bawah foto tersebut, Justin menulis, “Tidak ada yang bisa mengerti tekanan apa yang kamu hadapi! Saya tahu kita tidak saling mengenal, tapi saya sangat bangga akan keputusan untuk mundur.”

kumparan post embed

Simone pernah didiagnosis mengalami ADHD

Simone Biles, Atlet senam Amerika Serikat. Foto: Loic Venance/AFP

Pada 2016, peretas asal Rusia berhasil membobol situs web World Anti-Doping Agency dan memublikasikan berbagai catatan medis para atlet, termasuk Simone. Mengutip Mental Floss, ia diketahui didiagnosis mengalami attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Ini merupakan gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian.

Simone juga diketahui mengonsumsi obat yang ada dalam daftar terlarang World Anti-Doping Agency. Namun, Simone telah mendapat persetujuan dari USA Gymnastics untuk menggunakan obat tersebut sebagai bagian dari terapi. Terkait hal ini, Simone pun akhirnya bersuara di Twitter. Ia menyatakan bahwa mengonsumsi obat untuk ADHD bukanlah hal yang memalukan.

Simone telah meraih 30 medali di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia

Simone Biles, Atlet senam Amerika Serikat. Foto: Martin BUREAU / AFP

Sejak beberapa tahun lalu, Simone telah menjadi salah satu atlet berprestasi. Mengutip My Imperfect Life, pada Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, ia menjadi atlet senam perempuan pertama AS yang memenangkan empat medali emas.

kumparan post embed

Secara total, Simone telah membawa pulang 30 medali dari Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Simone adalah atlet senam AS yang paling banyak mendapatkan penghargaan.

Ia juga menjadi atlet di urutan ketiga yang meraih medali terbanyak di dunia. Di posisi pertama ada Vitaly Scherbo dari Belarus yang memiliki 33 medali, dan ada Larisa Latynina dari Uni Soviet di posisi kedua yang memiliki 32 medali.

Simone menekuni dunia gimnastik sejak umur enam tahun

Simone Biles, Atlet senam Amerika Serikat. Foto: Loic Venance/AFP

Simone telah menekuni dunia gimnastik sejak dia berusia enam tahun. Ia sebenarnya berpengalaman dalam hampir semua bidang olahraga, seperti balok keseimbangan dan lainnya.

Jadi, itu tadi deretan fakta mengenai Simone Biles, atlet senam asal Amerika Serikat yang memutuskan untuk mundur dari Olimpiade Tokyo 2020.