Kumparan Logo

Tak Bisa Sembarangan, Ini Aturan Mencampurkan Skin Care yang Benar

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mencampurkan skin care dengan benar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mencampurkan skin care dengan benar. Foto: Shutter Stock

Ada berbagai produk skin care yang dijual di pasaran dengan ragam klaim dan keberhasilan yang ditawarkan. Hal ini tentu membuat kita tergiur untuk mencobanya. Tak jarang, kita bahkan mencampurkan rangkaian skin care dengan harapan dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Namun, tahukah kamu bahwa mencampurkan skin care dengan bahan-bahan tertentu tak bisa dilakukan secara sembarangan? Seperti yang disampaikan oleh Dr. Shari Marchbein, dokter kulit bersertifikat di New York, mencampur skin care secara asal bukannya memberikan hasil yang maksimal, tapi justru sia-sia.

"Mencampur bahan-bahan tanpa pengetahuan yang tepat tentang bagaimana bahan-bahan ini bekerja dan bahan-bahan lain apa yang mungkin berinteraksi tidak hanya membuang-buang uang, tetapi juga waktu," ujar Marchbein, seperti dilansir dari InStyle.

Kulit juga bisa mengalami iritasi karena salah mencampurkan skincare. Maka dari itu, penting untuk mengkurasi produk yang bisa saling melengkapi alih-alih membuat masalah kulit jadi lebih parah.

"Rutinitas perawatan kulit harus mencakup produk yang saling melengkapi untuk menghindari pengeringan dan pengelupasan kulit yang berlebihan, atau iritasi pada kulit," tambah Dr. David Lortscher, dokter kulit bersertifikat dan CEO Curology, AS.

Agar tidak salah dalam mencampurkan skin care yang akan digunakan dalam rutinitas perawatan wajahmu, berikut aturan yang perlu diketahui seperti kumparanWOMAN rangkum dari InStyle.

kumparan post embed

1. Retinol

Retinol atau vitamin A adalah kandungan skin care yang berfungsi membantu pergantian sel kulit, memperbaiki munculnya garis-garis halus atau, tekstur kulit tidak merata, bintik hitam, dan jerawat."Retinol adalah bahan anti-penuaan yang efektif, tetapi dapat memperburuk kondisi kulit kering," jelas Lortscher.

Retinol dapat dicampurkan dengan bahan pelembap seperti hyaluronic acid dan ceramide serta tabir surya dengan SPF.

"Bahan humektan seperti hyaluronic acid dapat menarik dan menahan molekul air ke lapisan permukaan kulit, sementara bahan emolien berbasis minyak membantu menyegel kelembapan," ujar Marchbein. Penting juga untuk diingat bahwa retinol dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Namun, jangan campur retinol dengan vitamin C, benzoil peroksida, serta asam AHA dan BHA. Asam AHA dan BHA bersifat eksfoliasi, sehingga dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan iritasi lebih lanjut jika rutinitas perawatan kulitmu sudah mengandung retinol.

Adapun benzoil peroksida dan retinol juga tidak dapat dicampur. "Tidak disarankan untuk menggunakan benzoil peroksida dan retinol secara bersamaan karena keduanya dapat memengaruhi campuran satu sama lain sehingga kurang efektif," jelas Marchbein.

Sementara itu, vitamin C berfungsi melindungi kulit dari serangan lingkungan luar. Retinol berperan memperbaiki dan membangun kembali kulit. Kedua bahan ini paling baik digunakan pada waktu yang berbeda dalam sehari.

2. Vitamin C

Ilustrasi Mengaplikasikan Serum Foto: Dok. Shutterstock

Bicara lebih jauh soal vitamin C, Marchbein mengatakan bahwa vitamin C berfungsi melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas oksidatif dan bekerja paling baik di pagi hari. Bahan ini juga bisa mencerahkan kulit dan bahkan dapat menyamarkan flek hitam.

Kamu dapat mencampurkan vitamin C dengan kandungan antioksidan vitamin E dan tabir surya dengan SPF. Ketika vitamin C digunakan dengan antioksidan lain seperti vitamin E, pencampuran ini dapat memaksimalkan hasilnya. Hal yang sama berlaku untuk pemakaian vitamin C yang dilanjutkan dengan pemakaian tabir surya.

"Serum vitamin C harus selalu dilapisi di bawah tabir surya karena mereka saling melengkapi dan akan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV," jelas Marchbein.

Jangan sekali-kali mencoba untuk mencampurkan vitamin C dengan retinol. Biasanya, seseorang menggunakan retinol di malam hari dan vitamin C di siang hari.

kumparan post embed

3. Asam AHA dan BHA

Asam salisilat, glikolat, dan laktat adalah eksfoliasi efektif yang dapat memperbaiki tekstur dan warna kulit. Dalam kasus tertentu, kandungan ini bisa mengobati jerawat. Namun, ketiga asam ini dapat mengeringkan dan mengiritasi kulit.

Intinya, saat menggunakan produk dengan asam AHA atau BHA, lanjutkan dengan pengaplikasian produk yang menghidrasi kulit. Jangan campurkan asam AHA dan BHA dengan retinol. Lebih baik campurkan kandungan ini dengan bahan pelembap atau tabir surya dengan SPF.

"Menggunakan pelembap setelah mengoleskan AHA dan BHA sangat penting untuk membatasi iritasi. Carilah kandungan ceramide, petrolatum, asam hialuronat, dan gliserin untuk menghidrasi dan menenangkan kulit," kata Marchbein.

Menggunakan produk yang menggabungkan beberapa asam AHA dan BHA dengan kadar rendah dapat menjadi cara yang sangat efektif untuk membantu proses pengelupasan kulit (exfoliating) dan membuka pori-pori yang tersumbat.

"Saya sangat memperingatkan mereka yang juga menggunakan retinol karena kombinasi dengan berbagai asam dapat menyebabkan sensitivitas kulit yang berlebihan, iritasi, dan kemerahan. Sebenarnya, AHA dan BHA biasanya tidak boleh digunakan bersama dengan retinol pada hari yang sama," jelas Marchbein.

4. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida memang baik untuk merawat kulit yang rentan terhadap jerawat. Namun kandungan ini juga menyebabkan kekeringan pada kulit.

Campurkan benzoil peroksida dengan bahan pelembap lembut, tabir surya dengan SPF, dan antibiotik topikal. Benzoil peroksida harus dicampur dengan bahan pelembap agar kulit terhidrasi dengan baik.

Selain itu, komponen benzoil peroksida dapat digunakan bersamaan dengan perawatan topikal resep seperti klindamisin. Klindamisin atau clindamycin adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, termasuk jerawat. Selain itu, tabir surya SPF juga harus digunakan setiap hari.

Jangan campurkan benzoil peroksida dengan retinol dan gunakan resep dokter untuk perawatan jerawat menggunakan benzoil peroksida dan tretinoin. Benzoil peroksida dan retinol tidak memiliki khasiat yang baik saat dicampurkan atau digunakan pada saat bersamaan.

Sementara itu, untuk perawatan jerawat menggunakan benzoil peroksida dan tretinoin harus didasari oleh resep dokter, karena membutuhkan perawatan ekstra. "Jika kamu ingin memaksimalkan penggunaan tretinoin, aplikasikan formulasi yang mengandung tretinoin di malam hari, sementara menggunakan benzoil peroksida di pagi hari," ujar Lortscher.

kumparan post embed

5. Niacinamide

Niacinamide yang juga dikenal sebagai vitamin B3 adalah anti-inflamasi yang dapat mencerahkan dan meratakan perubahan warna kulit. Niacinamide dapat dicampurkan dengan hampir setiap bahan dalam skin care.

Akan tetapi jangan mencampurkan niacinamide dengan vitamin C. Meskipun keduanya merupakan antioksidan, vitamin C adalah salah satu bahan yang tidak kompatibel dengan niacinamide.

"Khasiat keduanya berkurang secara signifikan ketika digunakan bersama-sama, kecuali jika pengaplikasian diberi jarak setidaknya sepuluh menit antara tiap serum," kata Marchbein.

Penulis: Adonia Bernike Anaya