Kumparan Logo

Tertarik Berkarier di Perusahaan BUMN? Ini 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan karier. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan karier. Foto: Shutterstock

Bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menjadi salah satu impian banyak orang. Karena itulah, para pelamar kerja langsung menyerbu begitu ada perusahaan BUMN yang membuka lowongan.

Ada beberapa alasan bekerja di BUMN masih menjadi dambaan banyak orang. Pertama, gaji karyawan di BUMN tergolong tinggi, ada tunjangan, dan jaminan asuransi yang menarik. Faktor kedua adalah soal prestige alias bekerja di BUMN bisa memberikan kebanggaan tersendiri.

Kendati demikian, diterima bekerja di BUMN tidaklah mudah. Ada beberapa tahapan seleksi yang harus Anda lewati saat melamar kerja ke BUMN.

kumparan post embed

Nah, dalam artikel ini, kumparanWOMAN akan memberikan beberapa tips jitu saat melamar ke BUMN menurut Pegawai BUMN di Mining Industry Indonesia (MIND ID) sekaligus career content creator, Vina Muliana. Simak tips-tipsnya berikut ini.

1. Siapkan dokumen secara lengkap dan detail sesuai permintaan

Ilustrasi mengirim CV. Foto: Getty Images

Tahapan paling awal saat melamar kerja ke BUMN adalah mempersiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan, baik itu dalam bentuk soft copy atau hard copy. Anda harus melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan secara detail.

“Jadi sebelum kirim harus dibaca dengan saksama, apakah (informasi atau berkas) harus langsung diisi di website atau dikirimkan melalui file tertentu. Lalu, file-nya seperti apa dan formatnya seperti apa itu pasti akan diinformasikan,” kata Vina Muliana saat diwawancarai kumparanWOMAN pada Jumat (3/9) lalu.

Membaca persyaratan dengan saksama dan detail adalah hal sangat penting untuk menghindari kesalahan atau kekurangan berkas yang Anda kirimkan.

“BUMN itu kan ada banyak, ya, ada 100 lebih perusahaan yang bergerak di 12 klaster industri. Terus setiap perusahaan itu persyaratannya pasti beda-beda, jadi benar-benar harus dibaca lebih teliti dan detail setiap persyaratannya,” tambah Vina.

kumparan post embed

2. Harus enjoy dengan proses rekrutmen yang panjang

Ilustrasi Wawancara Kerja Online. Foto: Shutterstock

Selain harus mempersiapkan dokumen, jangan lupa untuk mempersiapkan diri. Pasalnya, proses rekrutmen di perusahaan BUMN itu biasanya cukup panjang (sekitar 3-6 bulan) dibanding perusahaan-perusahaan lain. Oleh karena itu, Anda pun harus mempersiapkan fisik dan mental.

“Kalau perusahaan pada umumnya kan setelah CV-nya lolos seleksi, lalu masuk ke tahapan interview. Kalau interview lolos ya sudah selesai. Tapi, kalau di BUMN itu rekrutmennya cukup panjang, ada test, terus kalau masuk jalur Management Trainee (MT) ada Forum Group Discussion (FGD), proses wawancaranya jua bisa sampai 3-4 kali hingga ke tingkat direksi,” ungkap Vina.

Karena itu, Vina menyarankan Anda untuk memiliki stamina cukup, kesabaran ekstra, fokus, dan mindset yang positif.

“Melamar kerja ke BUMN itu ada banyak sekali kemungkinan yang terjadi, bisa saja diterima tapi bisa juga tidak diterima. Jadi, kita harus memiliki mindset yang positif untuk menerima kemungkinan-kemungkinan itu,” kata Vina lagi.

3. Siapkan diri untuk sesi wawancara

Ilustrasi wawancara kerja. Foto: Shutterstock

Vina juga menyarankan untuk belajar secara detail mengenai profil perusahaan yang hendak dilamar. Ini penting sebagai persiapan untuk memasuki tahapan wawancara.

“Selain itu, belajar juga tentang industrinya. Misalnya, Anda mau melamar kerja di Pertamina, maka Anda pun harus belajar tentang industri terkait oil & gas atau industri perminyakan dan bagaimana prospek serta tantangannya selama 5-10 tahun ke depan,” ungkapnya.

kumparan post embed

4. Persiapkan fisik untuk medical check up (tes kesehatan)

Ilustrasi tes medical check up. Foto: Shutter Stock

Anda mungkin mendapat nilai bagus saat tes lowongan kerja BUMN. Namun, bila kesehatan bermasalah atau tidak lolos tes medical check up, Anda kemungkinan besar tidak dapat diterima bekerja di BUMN.

Kondisi tubuh yang sehat menjadi syarat utama seseorang bisa bekerja dengan maksimal. BUMN juga sangat mengutamakan orang-orang dengan kesehatan yang prima dibandingkan dengan mereka yang punya riwayat kesehatan yang kurang baik.

Oleh karena itulah, Anda harus mempersiapkan fisik secara maksimal sebelum menjalani tes medical check up. “Kalau aku sih menyarankan teman-teman untuk tidur yang cukup, terus jaga kesehatan semaksimal mungkin saat proses tersebut,” terang Vina.

5. Tingkatkan skill atau keahlian

Ilustrasi perempuan. Foto: Shutter Stock

Saat melamar kerja ke BUMN, Anda perlu meningkatkan skill atau keahlian. Menurut Vina, salah satu skill yang harus ditingkatkan saat melamar kerja di BUMN adalah bahasa Inggris.

“Kemampuan bahasa Inggris itu wajib banget, karena memang sudah keinginan dari seluruh BUMN juga dan dari Kementerian BUMN bahwa kita itu harus mengglobal. Jadi, semua pegawai BUMN itu harus bisa berbahasa Inggris,” papar Vina lagi.

Selain itu, Vina menyarankan Anda untuk meningkatkan skill dalam berpikir kritis dan problem solving atau penyelesaian masalah. Menurutnya, kedua skill ini sangat penting karena bisa memberikan paradigma yang berbeda dari sebuah masalah.

“Lalu, skill selanjutnya yang perlu ditingkatkan adalah adaptif dan agility. Jadi dia itu harus cepat adaptasinya dan juga lincah. Maksudnya, ketika disuruh ini, dia itu akan langsung aktif mengerjakan, bahkan dia juga akan aktif tanpa minta,” tutup Vina Muliana.