Kumparan Logo
LIPSUS WELCOME 2020, Ilustrasi resolusi
Ilustrasi resolusi di tahun 2020.

Psikolog: Resolusi untuk Membuat Orang Lebih Baik

Millennialverified-green

comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi resolusi di tahun 2020. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi resolusi di tahun 2020. Foto: Shutter Stock

2020 harus bisa nabung. 2020 harus kurus. 2020 harus punya pacar. 2020 bisa dapat kerja yang liburnya 2 hari seminggu, dan lain sebagainya.

Menjelang pergantian tahun, ada banyak keinginan atau resolusi yang “dicatat” dan berharap bisa diwujudkan di tahun mendatang. Mulai dari yang sederhana hingga yang tidak biasa.

Psikolog Klinis Nadya Pramesrani mengatakan resolusi itu menjadi suatu kebutuhan yang muncul dari ketidakpuasan dari apa yang dimiliki seseorang saat ini. Nah momentum tahun baru ini sering dianalogikan sebagai lembaran baru dalam memulai sesuatu, dan waktu yang tepat bagi orang-orang untuk membuat resolusi dan menjadi lebih baik.

"Nah, memulai sesuatu itu kan enaknya dari awal makanya banyak orang menjadikan tahun baru sebagai momentum awal," ujar Nadya kepada kumparan, Jumat (27/12).

Ilustrasi resolusi di tahun 2020. Foto: Shutter Stock

Tapi tidak semudah itu, menurut Nadya, setiap orang yang mempunyai resolusi harus berpikir bijak agar tujuan atau harapan dari resolusinya itu bisa tercapai. Indikator agar resolusi itu bisa tercapai salah satunya harus spesifik, tidak umum. Sehingga dalam prosesnya, tujuan itu bisa dicapai dengan usaha-usaha yang konsistensi dan didukung dengan fokus mencapai tujuan.

“Ibaratnya kalau punya cita-cita pengen doang tapi enggak dieksekusi kan enggak bisa (terwujud) ya. Jadi kurang lebih sama juga dengan resolusi yang SMART goals itu,” kata Nadya.

Agar mudah mencapai tujuan resolusi itu, Nadya memberikan tipsnya dengan istilah SMART yang merupakan singkatan dari specific, measurable, attainable, relevant, time bound. Kelima indikator itu yang menurut Nadya menjadi faktor penting bagi setiap orang agar mudah mewujudkan resolusinya di tahun 2020.

Lulusan Magister Psikologi Klinis Universitas Indonesia (UI) ini juga menjelaskan alasan mengapa dari banyaknya resolusi orang-orang yang diungkapkan itu selalu bersinggungan dengan aspek ekonomi, percintaan, serta kesehatan. Menurut Nadya, resolusi yang diinginkan orang-orang itu ternyata dipengaruhi kuat oleh faktor kehidupan sosial dan segi usia. Lebih lengkapnya, simak petikan wawancara kumparan dengan Nadya:

Secara psikologis, kenapa banyak orang yang membuat resolusi di awal tahun?

Sebenernya enggak selalu tapi mungkin karena tahun baru itu seringkali dianalogikan dengan lembaran baru dalam memulai sesuatu. Nah memulai sesuatu itukan enaknya dari awal makanya banyak orang menjadikan tahun baru sebagai momentum awal. Jadi kalau diomongin kecil-kecil banyak orang sebenernya memulai sesuatu itu intinya memang lebih banyak atau lebih nyaman di awal.

Makanya ada yang buat di awal minggu misalnya, mulainya di hari Senin, atau di pagi hari misalnya. Karena secara psikologis memang lebih nyaman untuk orang memulai sesuatu dari yang baru atau masih kosong. Makanya kenapa tahun baru sering dijadikan momentum bikin resolusi.

Setelah seseorang gagal mewujudkan resolusi di tahun sebelumnya, kenapa orang-orang itu terus membuat resolusi?

Pada dasarnya orang tidak mungkin membuat sesuatu menuju kegagalan karena menjadi bawaan manusiawi untuk kita selalu menjadi yang lebih baik. Nah yang perlu dibincangkan lebih lanjut sebenarnya kenapa sih gagal? Jadi supaya di tahun baru ketika sudah membuat resolusi baru si orang ini bisa meresapi, mengevaluasi, targetnya tahun lalu itu, resolusinya tahun lalu itu gagal kenapa? Sehingga ada pembelajaran yang bisa dia lakukan supaya yang tahun ini bisa lebih berhasil dalam menjalani resolusinya.

Resolusi 2020. Foto: Shutterstock

Apakah resolusi itu suatu hal yang perlu untuk dilakukan?

Kalau ngomongin perlu atau enggak balik lagi resolusi itu terkait pada tujuan baru yang ingin dicapai. Nah gimana tujuan baru yang ingin dicapai itu biasanya berupa sesuatu yang lebih dari apa yang sudah kita capai, namanya manusia tentu kita harus selalu tumbuh dan berkembang jadi punya tujuan, punya target lebih lagi yang ingin kita capai, ya itu butuh supaya manusia ini punya dorongan untuk terus menjadi yang lebih baik. Nah bentuknya salah satunya bisa dengan resolusi tahun baru itu.

Jadi resolusi itu menjadi suatu hal yang perlu dilakukan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik?

Perlu. Itu untuk membantu mereka. Maksudnya kita ini menjadi individu yang lebih baik tapi jangan dipenggal resolusi itu perlu atau wajib ya. Jadi resolusi itu tujuan, tujuan itu membuat orang lebih baik, orang perlu menjadi lebih baik.

Kenapa kebanyakan resolusi orang-orang itu berkaitan dengan keuangan, kesehatan, dan percintaan?

Karena pada dasarnya dalam pertumbuhan, jadi tumbuh kembang seseorang dari kecil sampai dia dewasa, tua, pertumbuhan itu yang dilihat memang satu dari segi fisik, maka itu yang berkaitan pada resolusi terkait kesehatan. Kemudian tumbuh kembang secara sosial juga artinya di sini sosial itu mulai dari berteman sampai memiliki hubungan romantis atau berkeluarga, makanya mungkin kalau kamu tanya ke orang-orang yang usianya 20-an sampai 30-an biasanya resolusinya berkaitan dengan pacar karena itu adalah tahapan tumbuh kembangnya.

Tapi kalau kamu tanyanya di luar usia 35 sampai 50 mungkin konteks sosialnya mereka resolusi terkait waktu lebih banyak dengan keluarga. Tapi memang secara tumbuh kembang itu memang tahapan perkembangannya. Tugas tumbuh kembangnya di usia 20-30 adalah menemukan pasangan hidup maka tidak heran jika resolusinya terkait pada pasangan.

video youtube embed

Indikator apa saja yang membuat resolusi bisa berhasil atau gagal?

Jadi untuk mencapai ini kaitannya dan kita harus membaca lebih lanjut tentang SMART. SMART itu kepanjangan, bahwa untuk bisa mencapai tujuan atau mencapai goals dalam konteks resolusi formulasi goals itu perlu dibuat dengan SMART. S itu spesific jadi targetnya itu harus sensitif jadi enggak cuma umum misal pengen sehat. Kemudian M itu Measurable atau dapat diukur, jadi artinya tahu misal apa yang dimaksud dengan sehat itu seperti apa. Misalnya sehat diukur dari berat badan biar ideal.

A itu Attainable itu pastikan bahwa target yang dicapai itu masuk akal dan dapat dicapai jika misal berat kamu 120 kg kemudian targetnya langsung ke 60 atau 50. Itukan tidak mungkin atau tidak masuk akal dalam segi kesehatan karena memang tidak sehat untuk penurunan berat badan yang drastis. R itu Relevant. Dan T itu Time jadi ada batas waktunya. Supaya tadi measurable-nya ada target waktu tertentu.

Artinya banyak resolusi gagal karena tidak SMART?

Benar. Karena tidak tahu bagaimana mencapainya itu gimana? apa yang mau dicapai itu sebenernya apa? sehingga ketika mengevaluasi dilihat ini sukses atau tidak sukses ya tidak ada tolok ukurnya kok jadi gimana?

Keyakinan saja tidak cukup dan harus didukung usaha yang kuat?

Iya, ibaratnya kalau punya cita-cita pengen doang tapi enggak dieksekusi kan enggak bisa ya hahaha. Jadi kurang lebih sama juga dengan resolusi yang SMART goals itu.

collection embed figure