Serba-serbi Kekerasan Seksual di Kantor: Jenis, Dampak, sampai Cara Mengatasi

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Shutter Stock

Kekerasan seksual di kantor menjadi sesuatu yang sering ditemui. Menurut survei Never Okay di 2018, 94 persen dari 1.240 responden pernah mengalaminya.

Tapi, apakah kamu udah tahu apa yang dimaksud dengan kekerasan seksual di kantor? Biar paham, coba simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

Apa itu kekerasan seksual?

Menurut Maria Puspita selaku Psikolog Associate Psikolog Yayasan Pulih dalam Webinar Obrolan Kantor: Seberapa Aman Kantormu dari Kekerasan Seksual? bersama The Body Shop, kekerasan seksual adalah perilaku yang enggak bisa diterima oleh seseorang, dan membuat orang tersebut merasa terhina, dipermalukan, atau diintimidasi.

Kekerasan ini bisa berupa tindakan menguasai, memanipulasi, hingga membuat korban terlibat dalam aktivitas seksual yang enggak disetujui.

Aspek terpenting yang bisa dilihat dari perilaku ini adalah adanya pemaksaan, dan enggak ada persetujuan dari korban karena adanya keterbatasan tertentu.

kumparan post embed

Jenis kekerasan seksual

Kekerasan seksual memiliki beberapa jenis. Bukan hanya fisik, tapi juga verbal, nonverbal, visual, maupun psikologis.

Di antara tindakan kekerasan seksual yakni, mengirimkan konten pornografi, memaksa untuk melakukan hubungan seksual, memeluk secara tiba-tiba, atau mengomentari bagian tubuh.

Bisa juga dipaksa berkencan dengan atasan dan jika menolak maka akan berisiko terhadap pekerjaan.

Penyebab kekerasan seksual

1. Relasi kuasa

Relasi kuasa merupakan kondisi ketika pihak pelaku memiliki power yang lebih besar dibandingkan korban. Lalu, ia menggunakannya untuk menguasai korban yang dianggap lemah.

2. Ketidaksetaraan gender

Pelaku menganggap bahwa gendernya lebih tinggi dibandingkan gender lain. Misalnya seperti cowok yang dianggap lebih dominan dibanding cewek, sehingga cewek harus patuh.

3. Pelaku enggak mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya

Para pelaku berani melakukan kekerasan seksual karena merasa enggak akan mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya. Sehingga akhirnya dianggap wajar.

kumparan post embed

Dampak kekerasan seksual

Kekerasan seksual yang terjadi di tempat kerja berdampak pada kesehatan, karier, hingga kinerja korban. Selain itu, juga dapat menimbulkan dampak seperti perasaan takut, malu, merasa bersalah, dan lainnya.

Dampak-dampak tersebut sering kali membuat korban tidak berani melaporkan tindakan kekerasan yang terjadi.

Cara mengatasi kekerasan seksual di kantor

Cara mengatasi kekerasan seksual di kantor

Ada lima cara yang disarankan untuk mengatasi kekerasan seksual di kantor.

  1. 1. Angkat isu kekerasan seksual

    Penting bagi perusahaan mengangkat isu kekerasan seksual, agar seluruh karyawan dan semua orang yang terlibat dalam perusahaan paham. Semua orang juga dapat mengetahui perilaku apa saja yang termasuk ke dalam kekerasan seksual.

  2. 2. Edukasi

    Edukasi pencegahan kekerasan seksual kepada karyawan penting dilakukan, terutama dalam memahami apa saja bentuk, jenis, hingga pencegahannya.

  3. 3. Ciptakan kesadaran bersama

    Kesadaran dan pemahaman bersama jadi langkah penting untuk mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kekerasan seksual di kantor.

  4. 4. Buat kebijakan yang tegas

    Kebijakan yang dibuat bisa mencakup adanya deklarasi yang melarang kekerasan seksual, hingga peringatan ketika kekerasan terjadi. Kebijakan yang sudah dibuat harus bisa menegaskan bahwa para pelaku akan mendapatkan tindakan disiplin termasuk pemecatan. Membuat divisi yang khusus menangani hal ini juga disarankan.

  5. 5. Mekanisme laporan mengedepankan dukungan dan perlindungan korban

    Alur atau mekanisme laporan kekeraan seksual perlu mengedepankan dukungan dan perlindungan kepada korban. Salah satunya dengan merahasiakan identitas korban.

kumparan post embed

Laporan: Afifa Inak