5 Pesan Ahok dari Balik Penjara untuk Djarot

Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), masih berpikir tentang Jakarta meski sudah sekitar seminggu dia mendekam di balik jeruji besi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Baca juga: Kronologi Insiden Tewasnya 4 Anggota TNI di Natuna
Selasa (16/5) kemarin, Ahok menggelar 'rapat' di salah satu ruangan Mako Brimob, dengan sejumlah pejabat DKI Jakarta yang dipimpin oleh Djarot Saiful Hidayat yang kini menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI.
Ahok lalu menitipkan setidaknya 5 pesan terkait program Jakarta saat ini. Apa saja?
Baca: "Pak Jokowi, Tolong Saya Ingin Lebaran sama Mamak"

1. Pembangunan Cagar Budaya Mbah Priuk
Ahok punya janji untuk membangun kompleks makam Mbah Pruik menjadi lebih bagus untuk dikunjungi. Kepada Djarot, Ahok berpesan agar janjinya itu ditunaikan sebelum masa jabatan habis Oktober 2017.
"Pak Ahok kemarin pesan untuk tetap melanjutkan pembangunan cagar budaya di Makam Mbah Priuk," ucap Djarot di Balai Kota, Rabu (17/5).
Baca: Jokowi: Ada Kepentingan Pilpres 2019 dan Bisnis yang Terganggu
Pembicaraan soal Makam Mbah Priuk itu mencuat saat Djarot membahas tentang rencana Hari Kebangkitan Nasional berupa pengajian di komplek Makam Mbah Priuk, Jakarta Utara.
2. Program Bedah Rumah

Pesan lainnya, Ahok ingin agar Djarot merealisasikan program bedah rumah dengan terus memberikan pelatihan bagi pasukan pelangi, yaitu pasukan gabungan yang terdiri pasukan oranye (PPSU), pasukan kuning (Bima Marga) dan pasukan biru (Dinas Tata Air).
Sebetulnya, bedah rumah ini urusannya pasukan merah yang baru akan dibentuk. Namun dalam realisasinya dibangun dengan bantuan pasukan yang lain.
"Pelatihan bagi PPSU, bagi tenaga harian kontrak itu tetap. Jadi pelatihan di beberapa pabrik untuk masang baja ringan untuk pasukan merah, untuk mengecat itu tetap. Dan diharapkan mendapatkan standar nasional kalau bisa ISO sehingga dia bisa kerja di mana mana," ucap Djarot menirukan pesan Ahok.
Baca: FPI Protes Habib Rizieq Jadi Meme
3. Seragam untuk Pengelola RPTRA

Pesan lain yang disampaikan Ahok adalah pemberian seragam untuk pengelola RPTRA, yang nantinya akan menjadi pasukan sendiri bernama pasukan pink.
"Beliau (Ahok) juga usul untuk pengelola RPTRA dikasih seragam karena berhubungan dengan ibu anak dan sebagainya. Ini dikasih seragam pink, pasukan pink. Sehingga pasukan pelangi kita ditambah dengan satu pasukan pink, yaitu bagi mereka yang bertanggung jawab untuk mengelola RPTRA.
4. HUT DKI

DKI Jakarta akan menggelar HUT ke-460 pada 21 Mei mendatang. Dalam pertemuan dengan Ahok, Djarot turut menceritakan bahwa lokasi HUT itu semula diputuskan Ahok di Kalijodo, tapi Djarot memindahkannya ke Taman Waduk Pluit.
"Waktu rapim (rapat pimpinan) pertama kan waktu itu mau dipilih Kalijodo. Tapi setelah berbagai macam pertimbangan, maka lokasi di Kalijodo kita pindah ke Waduk Pluit. Karena di Kalijodo rumputnya ini baru saja ditanam, jangan sampai rusak ya. Kemudian tempat parkir tidak begitu memadai, menyebabkan kemacetan," papar Djarot.
Namun Ahok tak keberatan selama acara itu bisa berjalan sukses. "Dia (Ahok) setuju, baguslah kalau begitu dia senang," kata Djarot.
5. Djarot Pindah ke Rumah Dinas

Ahok punya pesan pribadi untuk Djarot, yaitu meminta agar Djarot segera pindah ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di dekat Taman Suropati selama menjabat Plt Gubernur DKI. Djarot menyanggupi dan malam tadi sudah pindah.
"Mas Djarot, saya minta segera pindah untuk menempati Taman Suropati supaya koordinasi dan kerjanya bisa lebih maksimal daripada di rumah dinas wakil gubernur di kuningan," ucap Djarot menirukan suara Ahok.
"Tadi malam saya sudah pindah ke Taman Suropati menindaklanjuti permintaan beliau," imbuhnya.
Baca juga:
Sekda DKI: Ahok Mengaku Sudah Siap Dipenjara 2 Tahun
Djarot Bakal Tetap Lapor Perkembangan Program DKI ke Ahok di Rutan
