Konten dari Pengguna

Ironis, Kuliner Khas Cirebon Semakin Langka

Muhammad Rofieq

Muhammad Rofieq

seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Broadcasting UMY angkatan 2018. yang memiliki hoby special effect makeup atau sfx makeup

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Rofieq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cr. Penulis 1/11/22
zoom-in-whitePerbesar
Cr. Penulis 1/11/22

Kota Cirebon merupakan sebuah kota yang terletak di pesisir pantai Utara Pulau Jawa. Selain terkenal dengan kota wali dan juga kota udang, Cirebon juga memiliki beraneka ragam kuliner khas yang sangat menarik untuk dicoba. Namun sayangnya, banyak kuliner khas yang mulai punah dan jarang sekali ditemui. Salah satunya adalah kuliner ciko

ciko merupakan kuliner tradisional khas Cirebon yang terbuat dari aci aren dan juga kuah oncom pedas. Ciko sendiri merupakan singkatan dari kata aci diKoko atau aci yang diberi kuah oncom atau dage.

"Saya tetap melestarikan ciko karena jarang ada yang menjual, susah sekarang mencarinya. Mungkin karna buatnya juga susah, tidak semua orang bisa membuatnya," jelas Ratna, pelestari kuliner ciko.

Ratna menambahkan, yang membuat susah itu selain cara membuatnya sendiri, yaitu adalah acinya itu berbeda dari aci pada umumnya, yaitu menggunakan aci aren, karena kalau aci biasa tidak akan jadi. Dage atau oncomnya pun berbeda, karena dage khas Cirebon memiliki keunikan dan rasa tersendiri.

Aci aren atau tepung aren sering menggantikan fungsi tepung sagu karena sama-sama menghasilkan tekstur kenyal pada makanan. Oleh karena itu, produk ini sering dilabeli dengan nama tepung sagu aren. Namun, produksi olahan aren sebenarnya sudah mulai dibatasi karena populasi pohon enau yang makin sedikit.

Selain ciko, sebenarnya ada beberapa kuliner khas Cirebon lainnya yang semakin sulit ditemui. Diantaranya yaitu sate kalong dan juga nasi bogana.

Namun, ciko inilah yang semakin sulit di temui , karena hanya ada beberapa penjual saja dan itupun berpindah-pindah tempat, karena dijajakan dari pasar malam ke pasar malam. Salah satu penjualnya yaitu Saripudin dengan nama jualannya yaitu “Jajanan Tradisional Cinta Rejeki”

Cr. Penulis 1/11/22

"Ya dari dulu, dari orang tua sampe sekarang, kurang lebih jualan udah tujuh tahun ya di pasar malam kaya gini” ujar Saripudin, penjual ciko.

Saripudin menambahkan ini merupakan usaha keluarga. Ciko ini termasuk yang paling banyak peminat, mungkin karena sudah jarang juga yang menjual. Saya menjual ciko ini ilmu dan resepnya dari bapak saya, jadi bisa dibilang sudah turun temurun karna memang membuatnya sedikit sulit. Dahulu saya juga jualan di pasar Kanoman, tetapi karena sepi jadi sekarang berjualan dari pasar malam ke pasar malam saja dan alhamulillah lebih banyak peminat di pasar malam.

"Saya masih melestarikan ciko ini dengan cara ya menyajikan pada saat acara arisan keluarga atau pengajian, dan ya pada suka karena emang sudah sulit ditemui," ujar Ratna.

Selain sulit ditemuinya penjual ciko, hal lainnya adalah tidak banyak orang yang mengangkat atau melestarikan kuliner ciko ini, hal inilah yang membuat kuliner ciko semakin sulit ditemui dan banyak orang yang tidak tahu.

Seharusnya para penggemar kuliner, influencer kuliner ataupun para pemilik sosial media yang menggeluti bidang kuliner lebih mengangkat kuliner yang semakin langka dari suatu daerah tersebut contohnya adalah ciko ini.

Tetapi, dengan masih adanya beberapa penjual ciko dan juga orang yang masih melestarikannya, setidaknya memberi sebuah harapan pada kuliner Ciko ini agar masih tetap dikenali terutama oleh anak zaman sekarang.

Jadi, bagi kalian para pecinta kuliner nusantara atau yang ingin merasakan keunikan dari kuliner ciko ini, kalian bisa menjumpainya di pasar malam yang biasa ada di kota Cirebon. Salah satunya yaitu pasar malam Sucimanah kota Cirebon.