Inspiration Porn : Ketika Disabilitas Dijadikan "Objek Inspirasi"

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Naurah Lisnarini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Inspiration Porn Menganggap Disabilitas Sebagai "Objek"
Tanpa kita sadari, terkadang kita terharu ketika mendengar kisah perjuangan seorang disabilitas. Kita juga menganggap mereka sebagai sosok yang luar biasa karena mampu mencapai titik tertentu, walau mereka mempunyai keterbatasan. Tanpa kita sadari, terkadang kita terlibat dalam 'inspiration porn"

Istilah "inspiration porn" pertama kali dikemukakan oleh aktivis disabilitas, Stella Young. Inspiration porn menggambarkan fenomena ketika penyandang disabilitas menjadi sumber inspirasi bagi non-disabilitas bukan karena pencapaian (prestasi) atau bakat mereka, tetapi karena mereka dapat menjalani hidup dan melakukan berbagai aktivitas meskipun memiliki "keterbatasan".
Bagi penyandang disabilitas, lontaran pujian yang sering kali diberikan, seperti "inspiratif" dan "hebat", terkadang terasa merendahkan. Fenomena ini seakan menempatkan mereka sebagai "objek" semata, bukan sebagai individu dengan hak serta potensi yang setara dengan non-disabilitas. Hal ini menciptakan ekspektasi yang tidak realistis dan membuat mereka seolah-olah hanya ada untuk memberikan kepuasan emosional bagi orang non-disabilitas.
Inspiration Porn dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa kita sadari, ada beberapa hal yang sering kita temukan yang termasuk dalam inspiration porn. Seperti misalnya kisah penyandang disabilitas yang "Berhasil Melawan Keterbatasan". Beberapa media acapkali menyoroti individu disabilitas yang berhasil atau sukses sebagai "pahlawan", hanya karena mereka mampu melakukan aktivitas sehari-hari atau mencapai prestasi di bidang tertentu.
Saya memiliki beberapa teman disabilitas yang berkesempatan mendapatkan beasiswa dan melanjutkan sekolah. Banyak masyarakat memberikan reaksi seperti: "Hebat ya, walaupun disabilitas bisa mendapatkan beasiswa dan sekolah tinggi."
Padahal, keberhasilan penyandang disabilitas bukan sesuatu yang didapat karena "melawan" disabilitas mereka, tetapi karena kerja keras, dukungan lingkungan, dan aksesibilitas yang memadai. Seharusnya, mereka dihargai bukan karena mereka adalah "penyandang disabilitas", tetapi karena mereka adalah manusia yang selalu berusaha dan bekerja keras.
Contoh lain adalah gambar atau video yang menggunakan penyandang disabilitas sebagai alat motivasi. Seringkali, kita menemukan ungkapan seperti "Jika mereka bisa, kamu juga pasti bisa!" yang digunakan dalam media tertentu, dengan menampilkan penyandang disabilitas yang berolahraga, bekerja, atau bersekolah. Pesan ini justru membuat perjuangan mereka sekadar dijadikan alat motivasi bagi orang lain, tanpa memperhatikan realitas tantangan yang mereka hadapi
Dampak Inspiration Porn
Meskipun terlihat sebagai sesuatu yang positif, inspiration porn justru memiliki dampak yang kurang baik bagi penyandang disabilitas, seperti:
Penyandang disabilitas diposisikan sebagai "manusia luar biasa" hanya karena mampu melakukan aktivitas sehari-hari, yang bagi orang non-disabilitas dianggap biasa saja.
Fokus pada kisah inspiratif terkadang mengabaikan fakta bahwa banyak penyandang disabilitas menghadapi hambatan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kurangnya aksesibilitas di fasilitas umum, pendidikan, dan pekerjaan.
Prestasi atau pencapaian penyandang disabilitas tak jarang dikaitkan dengan "perjuangan melawan keterbatasan", daripada mengakui kemampuan, bakat, dan usaha mereka dalam bidang yang mereka tekuni.
Lantas, bagaimana mengubah cara pandang kita terhadap disabilitas?
Agar tercipta lingkungan yang lebih inklusif, kita harus memperlakukan penyandang disabilitas sebagai individu yang setara. Beberapa contohnya adalah:
Mengakui pencapaian mereka dengan memberi pujian berdasarkan kompetensi dan usaha, bukan hanya karena mereka menjalani kehidupan seperti orang non-disabilitas.
Menghapuskan stereotip "Pejuang" atau "Pahlawan", karena penyandang disabilitas tidak perlu selalu dianggap sebagai sosok yang menginspirasi hanya karena mereka bisa melakukan aktivitas sehari-hari.
Memastikan kesetaraan hak dan aksesibilitas, dengan fokus utama pada bagaimana kita dapat menghilangkan hambatan sosial dan struktural yang dihadapi penyandang disabilitas.
Maka dari itu, dengan memahami inspiration porn, semoga kita dapat bergerak menuju masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua. Penyandang disabilitas harus dilihat bukan karena keterbatasannya, tetapi karena keunikan dan kemampuan mereka yang sesungguhnya.
