Hantavirus Guncang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Meninggal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal pesiar yang sedang berlayar. Foto: Julie Flavin Photography/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal pesiar yang sedang berlayar. Foto: Julie Flavin Photography/Shutterstock

Badan Kesehatan Dunia (WHO) saat ini sedang memantaui kasus merebaknya hantavirus di sebuah kapal pesiar yang sedang berlayar di Samudera Atlantik. Hantavirus adalah penyakit yang ditularkan kepada manusia dari hewan pengerat terutama tikus.

WHO mengatakan, hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, dan terdapat lima kasus tambahan yang masih diduga.

"Dari enam individu yang terdampak, tiga orang telah meninggal dunia dan satu orang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan,” kata WHO dalam pernyataan tertulis, Minggu (3/5).

kumparan post embed
Kapal pesiar MV Hondius. Foto: Doc. oceanwide-expeditions

WHO tak menyebut nama kapal pesiar itu, tapi sejumlah media menyebut wabah terjadi di MV Hondius, yang berlayar dari Ushuala di Argentina menuju Cape Verde, Afrika.

WHO mengatakan, investigasi rinci masih terus berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan dan penyelidikan epidemiologis.

"Layanan medis dan dukungan terus diberikan kepada penumpang dan awak kapal. Proses pengurutan (sequencing) virus juga masih berjalan,” kata WHO.

Ilustrasi tikus.Tikus yang terinfeksi bisa menularkan penyakit hantavirus kepada manusia. Foto: Kelly Marken/Shutterstock

Paparan Urine Hewan Pengerat

WHO menjelaskan, infeksi hantavirus umumnya terkait dengan paparan lingkungan, khususnya paparan urine atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Meskipun jarang, hantavirus dapat menular antarmanusia dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan berat, sehingga memerlukan pemantauan pasien, dukungan, serta respons yang cermat.

"WHO memfasilitasi koordinasi antara negara-negara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis terhadap dua penumpang yang bergejala, serta melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan memberikan dukungan kepada penumpang lainnya yang masih berada di kapal,” kata WHO.

Sekilas Hantavirus

Mengutip situs Kemenkes RI, seseorang yang terinfeksi hantavirus dapat mengalami manifestasi klinis yang berbeda tergantung pada tipe hantavirus yang menginfeksi.

Terdapat 2 manifestasi klinis yang dapat terjadi ketika seseorang terinfeksi hantavirus:

  1. Haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) atau dikenal sebagai Hantavirus “Old World”. Merupakan manifestasi klinis hantavirus yang mengakibatkan seseorang mengalami gangguan ginjal akut dan umumnya disebabkan oleh tipe virus Hantaan, Dobrava, Saarema, Seoul, dan Puumala yang tersebar sebagian besar di Eropa dan Asia.

  2. Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) atau dikenal sebagai Hantavirus “New World”. Merupakan manifestasi klinis hantavirus yang mengakibatkan seseorang mengalami gangguan pada paru-paru dan umumnya disebabkan oleh virus Andes dan Sin Nombre yang tersebar sebagian besar di Amerika.

Seseorang dapat tertular hantavirus dengan menghirup aerosol (partikel padat atau cair yang terdapat di udara) yang mengandung virus terkontaminasi dari hasil ekskresi (urine, tinja) atau air liur dari hewan pengerat yang terjangkit hantavirus.

Selain itu terdapat kemungkinan kecil urine, tinja, atau air liur dari hewan pengerat yang terjangkit hantavirus menginfeksi manusia melalui kulit yang pecah-pecah atau gigitan rodensia.