Konten dari Pengguna

Ida Noor, Dari Pramugari ke Wirausaha dengan Bisnis Fashion

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari OK OCE tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tertarik pada bidang fashion menjadikan Ida, Owner Fashionated Idha sekaligus Ketua Komunitas Penggerak OK OCE SKIES Berwirausaha. Melepaskan pekerjaannya sebagai pramugari, kini Ida sudah memiliki beberapa wirausaha dampingan dan usahanya kian berkembang.

Ida Noor, Ketua Komunitas Penggerak OK OCE SKIES pada bazaar fashion 2019 silam dengan bisnis busana muslim
zoom-in-whitePerbesar
Ida Noor, Ketua Komunitas Penggerak OK OCE SKIES pada bazaar fashion 2019 silam dengan bisnis busana muslim

Selain usaha bidang kuliner, peminat wirausaha fashion juga kian meningkat di tengah pandemi, Tidak jarang kita melihat banyak orang mematchkan baju dengan masker yang dipakainya. Umumnya dalam berwirausaha, sektor yang dipilih berasal dari apa yang disukai pemilik usahanya. Seperti sektor fashion.

Fashionate Idha salah satunya. Fashionate Idha lahir dari sebuah hobi dan juga keisengan, Ida memulai bisnisnya yang berkecimpungan di bidang fashion tanpa memberi identitas bisnisnya, namun dirinya percaya diri mengatasnamakan dirinya.

Pada 2017, Ida memberikan identitas bisnisnya dengan tagline ‘The Best Woman Moeslem Outfit’, dimana tagline ini memberikan tujuan bahwa Fashionate Idha hadir untuk memenuhi kebutuhan wanita muslimah.

Salah satu abaya koleksi dari Fashionate Idha.

Sebelum terjun ke dunia bisnis, Ida merupakan seorang pramugrari. Profesinya mengharuskan dirinya untuk terbang ke beberapa daerah, khususnya Timur Tengah. Dimulai dari perjalanannya tersebut, Idha banyak mendapat ide-ide seperti model abaya, gamis, serta fashion muslimah untuk diterapkan dalam bisnisnya.

“Saya selalu mengikuti perkembangan tren yang sangat cepat berganti sebagai kiat-kiat keberhasilan usaha saya juga. Setiap keputusan yang di ambil tergantung dari produksi produk selanjutnya,” ungkap Ida.

Keputusan lain yang tidak kalah penting adalah omzet. Dampak terhadap peningkatan omzet usaha demi memenuhi kebutuhan konsumen. “ Saya selalu belajar dari apa penyebab dalam kegagalan saat produk tidak diterima, serta saat omzet sedang naik pun menjadi salah satu kiat keberhasilan usaha Fashionated Ida,” pungkas Ida.

Pandemi sangat berdampak terhadap usahanya, karena di tahun 2020 Ida telah membuat business plan, seperti jadwal untuk bazaar dan pameran yang akhirnya harus ditunda karena Covid-19 melanda.

Koleksi Abaya dari Fashionated Idha

“Dampaknya sangat terasa ketika di awal pandemic, dimana usaha mengalami penurunan omzet yang luar biasa. Saya juga sudah menginvestasikan ke beberapa pameran namun gagal. Akhirnya terpaksa harus mengurangi karyawan-karyawan yang pada akhirnya tersisa satu karyawan saja,”.

Tidak terus terpuruk , pada bulan Ramadhan di tahun 2020, Ida mulai mencari cara agar usahanya terus bertahan. Salah satunya adalah mengembangkan usahanya di platform online.

Sebagai seorang pengusaha, ada beberapa tips pemasaran yang dapat diterapkan bagi para UMKM di luar sana. Ida mengatakan, “kuncinya adalah sebagai owner atau pemilik, kita harus mengetahui apa keunggulan produk kita. Jangan sampai ketika sudah siap di semua perangkat seperti media sosial dan marketplace, kita tidak mengetahui apa keunggulan produk kita sendiri,”.

Selalu inovativ, adaptif serta kolaborasi adalah kiat-kiat yang dijalankan pada saat pandemi seperti ini. Kolaborasi merupakan poin utamanya, karena dapat bekerja sama dengan para UMKM.

Salah satu wujud kolaborasinya , Ida sendiri mengaku bahwa usahanya mengalami perubahan yang signifikan setelah gabung dengan OK OCE.

Ida merupakan Ketua Komunitas Penggerak OK OCE SKIES. Semenjak bergabung dirinya mengalami perubahan yang signifikan, terutama pada jaringan pemasarannya yang semakin luas. "Dimana yang tadinya hanya mencakup di lingkungannya saja, setelah gabung dengan OK OCE usaha nya dapat mencakup sabang sampai merauke, karena OK OCE bukan hanya di DKI saja sekarang," tutup Ida.