Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi beserta Faktor Pendorongnya

Membahas perbedaan kata secara mendalam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Perbedaan Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asimilasi dan akulturasi adalah bagian dari proses perubahan budaya yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Keduanya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Mengutip buku Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat Kelas X karya Janu Murdiyatmoko (2007), asimilasi adalah suatu proses penyesuaian atau peleburan sifat-sifat asli yang dimiliki oleh suatu masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Sementara akulturasi adalah proses pertemuan unsur-unsur dari berbagai kebudayaan yang berbeda. Proses ini diikuti dengan pencampuran unsur-unsur itu sendiri.
Kedua proses tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Seperti apa? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Pengertian Asimilasi dan Akulturasi
Ketika membahas tentang relasi antaretnik atau antarbudaya, kita pasti akan teringat pada konsep asimilasi dan akulturasi. Meski sering dianggap sama, keduanya ternyata memiliki perbedaan dalam segi definisi dan karakteristiknya.
Dirangkum dari Buku Siswa IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII susunan Mulya, dkk., berikut penjelasan lengkap tentang asimilasi dan akulturasi yang bisa Anda simak:
1. Asimilasi
Asimilasi adalah proses penyesuaian atau peleburan sifat-sifat asli yang dimiliki oleh suatu masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Proses ini berlangsung secara intensif dalam kurun waktu yang cukup lama.
Dalam proses asimilasi, unsur-unsur setiap budaya melebur menjadi wujud baru yang bersifat dinamis. Proses ini dapat berjalan cepat atau lambat bergantung pada faktor-faktor yang memengaruhinya seperti toleransi, ekonomi, simpati, dan perkawinan.
Contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pernikahan campuran antara orang Indonesia dengan warga negara asing. Musik dangdut yang merupakan campuran antara musik Melayu dan India juga menjadi bentuk dari asimilasi.
Contoh lain dari proses asimilasi dapat dilihat pada prasasti kuno peninggalan kerajaan Hindu-Buddha yang menggunakan bahasa Sansekerta. Bahasa tersebut merupakan bahasa klasik dari India.
2. Akulturasi
Akulturasi adalah proses pertemuan unsur-unsur dari berbagai kebudayaan yang berbeda, diikuti dengan pencampuran dari unsur-unsur itu sendiri. Misalnya proses pencampuran dua budaya atau lebih yang saling memengaruhi.
Akulturasi dapat terwujud melalui kontak budaya yang bentuknya bermacam-macam, seperti kontak sosial dan budaya. Di Indonesia, banyak terjadi akulturasi antara kebudayaan dari negara lain dan kebudayaan asli Indonesia.
Hal ini dapat terjadi karena letak geografis Indonesia cukup strategis, yakni berada di jalur persilangan perdagangan dunia. Karena itu, Indonesia mendapatkan banyak pengaruh dari negara lain, seperti Tiongkok, India, Timur Tengah, dan Eropa.
Akulturasi dapat berbentuk bangunan, tarian, adat istiadat, kepercayaan, dan bahasa. Contoh akulturasi dalam bentuk bangunan adalah Candi Prambanan yang merupakan perpaduan antara kebudayaan India dan Indonesia.
Contoh lainnya adalah musik keroncong yang merupakan perpaduan antara musik khas Melayu dan Spanyol, Gambang Kromong yang merupakan perpaduan budaya suku Betawi dan Tiongkok.
Baca juga: Contoh Akulturasi, Pengertian, dan Faktor Terjadinya
Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi
Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa perbedaan antara asimilasi dan akulturasi terletak pada prosesnya. Asimilasi berkaitan dengan penyesuaian lingkungan sekitar, sedangkan akulturasi berkaitan dengan pencampuran kebudayaan.
Mengutip buku Membangun Desa Transmigrasi Melalui Sinergitas Budaya karya Osira, dkk (2019), asimilasi adalah proses perpaduan antara kebudayaan di suatu daerah dengan daerah lainnya tanpa menghilangkan identitas diri.
Asimilasi dapat menghilangkan kebudayaan lama suatu kelompok dan menciptakan kebudayaan baru yang dianggap sesuai dengan kedua belah pihak. Proses perpaduan ini terjadi pada level individu, kelompok, dan organisasi.
Sementara akulturasi adalah perpaduan antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda dengan tujuan untuk membentuk kebudayaan baru. Dalam proses ini, kebudayaan yang asli tidak dihilangkan sama sekali.
Adapun kebudayaan baru yang dimaksud dalam proses ini lambat laun diterima oleh masyarakat. Nantinya, kebudayaan tersebut akan diolah ke dalam kebudayaan aslinya.
Baca juga: Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif, Kerja Sama hingga Akulturasi
Faktor Pendorong Asimilasi dan Akulturasi
Karena melibatkan dua budaya yang berbeda, proses asimilasi dan akulturasi dapat berjalan lancar jika dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukung, yakni sebagai berikut:
1. Asimilasi
Sikap toleransi yang saling memberikan peluang atau kesempatan kepada pihak lain untuk melakukan sesuatu. Sehingga, benih-benih pertikaian pun dapat dihindari.
Kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
Sikap saling terbuka terhadap kebudayaan lain.
Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
Perkawinan campuran (amalgamation).
Adanya musuh yang sama dari lingkungan luar.
2. Akulturasi
Pendidikan yang maju dan berkembang.
Sikap dan perilaku masyarakat yang saling menghargai sesama.
Toleransi terhadap budaya lain.
Adanya masyarakat heterogen, baik dalam tradisi, budaya, ataupun peninggalan.
Baca juga: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Interaksi Antar Kelompok
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan asimilasi?

Apa yang dimaksud dengan asimilasi?
Asimilasi adalah suatu proses penyesuaian atau peleburan sifat-sifat asli yang dimiliki oleh suatu masyarakat.
Apa itu akulturasi?

Apa itu akulturasi?
Akulturasi adalah proses pertemuan unsur-unsur dari berbagai kebudayaan yang berbeda.
Seperti apa contoh asimilasi?

Seperti apa contoh asimilasi?
Contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pernikahan campuran antara orang Indonesia dan warga negara lain.
