Alasan Bangsa Arab Disebut Bangsa Jahiliyah sebelum Islam Terkenal
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangsa arab sebelum Islam terkenal dengan sebutan bangsa jahiliyah karena kehidupan masyarakat pada masa itu berada dalam kondisi yang jauh dari ajaran tauhid dan tuntunan agama yang benar.
Pada masa tersebut, kehidupan sosial, kepercayaan, dan kebiasaan masyarakat memiliki banyak persoalan yang kemudian diperbaiki melalui dakwah Islam.
Sebutan jahiliyah tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan membaca atau menulis, tetapi lebih luas berhubungan dengan pengetahuan tentang Allah Swt, keyakinan, serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Alasan Bangsa Arab Disebut Bangsa Jahiliyah sebelum Islam Terkenal
Bangsa arab sebelum Islam terkenal dengan sebutan bangsa jahiliyah karena pada masa itu banyak masyarakat Arab yang belum memahami hakikat Allah Swt dan masih menjalankan kepercayaan serta perilaku yang bertentangan dengan ajaran tauhid.
Sebutan jahiliyah tidak hanya bermakna tidak mengetahui sesuatu atau tidak memiliki ilmu pengetahuan. Dalam konteks sejarah Islam, kata tersebut lebih berkaitan dengan keadaan keyakinan dan moral masyarakat sebelum datangnya ajaran Islam.
Mengutip dari laman youtube.com Yufid.TV, istilah jahiliyah berasal dari kata al-jahl yang berarti kebodohan atau kekurangpahaman terhadap hakikat Allah SWT serta moralitas agama tauhid.
Pengertian tersebut menunjukkan bahwa jahiliyah berkaitan dengan ketidaktahuan atau penyimpangan dalam memahami ajaran tauhid.
Dengan demikian, penyebutan masyarakat Arab sebagai bangsa jahiliyah tidak berarti seluruh orang Arab pada masa itu tidak mempunyai pengetahuan, keterampilan, atau kebudayaan.
Salah satu keadaan yang menjadi ciri masyarakat Arab sebelum Islam adalah berkembangnya penyembahan terhadap berhala.
Sebagian masyarakat tidak lagi menjalankan ajaran tauhid sebagaimana yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Berhala ditempatkan sebagai sesuatu yang disembah dan dijadikan perantara dalam kehidupan keagamaan.
Keadaan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam yang menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah.
Kondisi jahiliyah juga dapat dilihat dari kehidupan sosial masyarakat. Ikatan kesukuan atau kabilah memiliki pengaruh yang sangat kuat. Fanatisme terhadap kelompok terkadang menyebabkan perselisihan dan permusuhan antarkabilah.
Harga diri kelompok sering dipertahankan dengan cara yang dapat memicu pertikaian berkepanjangan. Selain itu, terdapat pula berbagai kebiasaan yang kemudian dilarang atau diperbaiki setelah datangnya Islam.
Dalam kehidupan masyarakat, kedudukan seseorang juga dapat dipengaruhi oleh nasab, kekayaan, dan kekuatan kelompoknya. Kondisi tersebut membuat kehidupan sosial belum sepenuhnya didasarkan pada nilai kesetaraan dan keadilan sebagaimana yang diajarkan Islam.
Setelah Islam datang, Nabi Muhammad saw mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh keturunan, kekayaan, atau kedudukan, tetapi berkaitan dengan ketakwaannya kepada Allah Swt.
Meski demikian, masyarakat Arab sebelum Islam bukan berarti tidak memiliki kebudayaan. Mereka telah mengenal perdagangan, memiliki kemampuan dalam bersyair, mengenal hubungan antarsuku, serta mempunyai berbagai tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, kata jahiliyah perlu dipahami sesuai konteksnya, yaitu terutama menggambarkan keadaan keyakinan dan moral yang menyimpang dari petunjuk tauhid.
Kedatangan Islam kemudian membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Arab. Ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW mengajak manusia menyembah Allah SWT, meninggalkan kemusyrikan, memperbaiki akhlak, menghormati sesama, serta menjalankan kehidupan berdasarkan ketentuan agama.
Perubahan tersebut membuat masa sebelum Islam dikenal sebagai masa jahiliyah dalam sejarah Islam.(Arif)
Baca juga: Kalimat yang Diucapkan untuk Bertaubat kepada Allah Swt dan Fadilahnya