Konten dari Pengguna

Alasan Makhluk Hidup Memerlukan Nutrisi dalam Jumlah yang Banyak

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Alasan Makhluk Hidup Memerlukan Nutrisi, Foto: Unsplash/Anna Pelzer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Alasan Makhluk Hidup Memerlukan Nutrisi, Foto: Unsplash/Anna Pelzer

Jelaskan alasan makhluk hidup memerlukan nutrisi dalam jumlah yang banyak merupakan salah satu pertanyaan penting dalam memahami proses kehidupan.

Setiap makhluk hidup menjalankan berbagai aktivitas yang membutuhkan sumber daya, mulai dari pertumbuhan hingga mempertahankan kondisi tubuh.

Kebutuhan nutrisi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan hidup.

Alasan Makhluk Hidup Memerlukan Nutrisi dalam Jumlah yang Banyak untuk Kondisi Tubuh

Ilustrasi Alasan Makhluk Hidup Memerlukan Nutrisi, Foto: Unsplash/Ahmet Koç

Jelaskan alasan makhluk hidup memerlukan nutrisi dalam jumlah yang banyak. Makhluk hidup memerlukan nutrisi dalam jumlah banyak terutama makronutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, dan air.

Nutrisi tersebut untuk makhluk hidup berguna untuk mendukung seluruh proses biologis dan kelangsungan hidup.

Berdasarkan YouTube @pakjul, “Fungsi Nutrisi dalam Makanan IPA kelas 8 kurikulum merdeka”, berikut adalah beberapa fungsi nutrisi yang ada dalam makanan untuk makhluk hidup:

1. Karbohidrat

Fungsi karbohidrat yaitu sebagai energi bagi tubuh. 1 gram karbohidrat = 4 kkal = 16,8 kilo Joule. Sistemnya pada pencernaan yaitu karbohidrat dipecah menjadi gula sederhana, lalu diserap oleh tubuh.

Karbohidrat disimpan dalam lemak dan glikogen. Kekurangan karbohidrat menyebabkan badan lemah, kurus, semangat kerja atau belajar menurun, dan daya tahan tubuh berkurang.

Sumber karbohidrat yang bisa menjadi makanan diantaranya beras, jagung, gandum, kentang, umbi-umbian, buah-buahan, madu.

2. Protein

Fungsi protein yaitu sebagai komponen struktural dan fungsional. Fungsi strukturalnya yaitu untuk pembangun tubuh dan pengganti sel-sel yang rusak. Fungsi fungsionalnya sebagai komponen proses biokimia sel (hormon dan enzim).

Proses pencernaan protein berlangsung secara bertahap. Di dalam lambung, protein diuraikan oleh enzim pepsin menjadi pepton.

Selanjutnya, pepton masuk ke usus halus dan diuraikan lebih lanjut oleh enzim tripsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap oleh tubuh untuk digunakan dalam berbagai proses kehidupan.

3. Lemak

Lemak memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh, yaitu sebagai cadangan energi dan sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Lemak juga menjadi salah satu sumber energi yang cukup tinggi.

Setiap 1 gram lemak menghasilkan sekitar 9 kkal atau 38 kilojoule. Kelebihan lemak dalam tubuh dapat disimpan sebagai cadangan energi, terutama pada jaringan di bawah kulit.

Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan menjadi lemak hewani dan lemak nabati.

Lemak hewani berasal dari hewan, seperti lemak daging, mentega, susu, dan minyak ikan. Sementara itu, lemak nabati berasal dari tumbuhan, seperti lemak kelapa, kemiri, kacang-kacangan, dan avokad.

4. Vitamin

Vitamin memiliki fungsi penting dalam tubuh, salah satunya sebagai komponen organik enzim yang disebut koenzim.

Berdasarkan kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu vitamin larut lemak dan vitamin larut air.

Vitamin larut lemak meliputi vitamin A, D, E, dan K, sedangkan vitamin larut air meliputi vitamin B dan C. Kekurangan vitamin dalam tubuh dapat mengganggu berbagai proses fisiologis dan menyebabkan kondisi yang disebut avitaminosis.

5. Garam Mineral

Garam mineral dibutuhkan oleh tubuh, baik secara sendiri-sendiri maupun dalam kelompok. Setiap jenis garam mineral memiliki peranan tertentu dalam mendukung berbagai fungsi dan proses yang berlangsung di dalam tubuh.

Itulah penjelasan alasan makhluk hidup memerlukan nutrisi dalam jumlah yang banyak. Jumlah nutrisi yang dibutuhkan pun dapat berbeda sesuai dengan kondisi dan aktivitas setiap makhluk hidup. (IF)

Baca juga: Makhluk Hidup yang Dapat Melakukan Fotosintesis dalam Ekosistem dan Perannya