Humble Bragging adalah Apa? Kenali Istilah dan Contohnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Humble bragging adalah apa? Istilah tersebut kerap dikaitkan dengan cara seseorang menyampaikan pencapaian pribadi melalui kalimat yang terdengar seperti keluhan atau sikap merendahkan diri.
Gaya komunikasi tersebut dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari maupun unggahan di media sosial.
Pemilihan kata yang tampak sederhana membuat maksud sebenarnya kadang tidak langsung terlihat.
Dalam Bahasa Indonesia, Humble Bragging adalah Membanggakan Diri
Dikutip dari rri.co.id, humble bragging adalah bentuk membanggakan diri yang disampaikan secara terselubung melalui keluhan, rasa malu, atau pernyataan yang seolah-olah merendahkan diri.
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sering dikaitkan dengan ungkapan “merendah untuk meroket” karena seseorang tampak tidak ingin memamerkan pencapaiannya secara terang-terangan, tetapi tetap menyelipkan hal yang patut dibanggakan.
Contohnya dapat terlihat dari seseorang yang mengatakan, “Capek sekali harus bolak-balik luar kota karena mendapat banyak tawaran pekerjaan.”
Kalimat tersebut terdengar seperti keluhan mengenai kesibukan, tetapi di dalamnya terdapat pesan bahwa orang tersebut memiliki banyak tawaran pekerjaan.
Bentuk lain bisa berupa, “Aduh, bingung mau pilih yang mana, semuanya menawarkan posisi bagus.”
Fokus kalimat terlihat seperti kebingungan dalam menentukan pilihan, sedangkan bagian yang ingin ditonjolkan sebenarnya adalah pencapaian atau kesempatan yang dimiliki.
Menurut Cambridge Dictionary, humble bragging merujuk pada pernyataan yang terlihat seperti keluhan atau rasa malu, tetapi sebenarnya digunakan untuk memberi tahu orang lain mengenai sesuatu yang dibanggakan.
Pola tersebut membuat seseorang dapat menyampaikan pencapaian tanpa mengatakannya secara langsung.
Fenomena ini berkaitan dengan keinginan untuk menunjukkan kualitas positif sekaligus mempertahankan kesan rendah hati.
Psikolog Övül Sezer dari Cornell University menjelaskan bahwa orang dapat memiliki dorongan untuk memperlihatkan hal-hal positif tentang dirinya, tetapi pada saat yang sama ingin menghindari penilaian sebagai pribadi yang sombong.
Cara tersebut tidak selalu menghasilkan kesan yang diinginkan. Penelitian yang dikaitkan dengan Sezer menunjukkan bahwa orang yang menggunakan humble bragging dapat dinilai kurang tulus dibandingkan orang yang menyampaikan pencapaian secara langsung.
Ungkapan yang terlalu dibuat-buat justru dapat membuat maksud tersembunyi lebih mudah dikenali. Di media sosial, bentuknya dapat muncul melalui unggahan, komentar, maupun keterangan foto.
Seseorang bisa mengeluhkan jadwal pekerjaan yang padat sambil menyisipkan pencapaian profesional, atau mengaku tidak percaya diri terhadap penampilan sambil memperlihatkan hasil yang sebenarnya ingin mendapat pujian.
Perbedaan antara humble bragging dan sekadar berbagi cerita terletak pada cara pesan disusun serta tujuan yang tersirat.
Menceritakan keberhasilan secara langsung tidak otomatis termasuk humble bragging selama tidak disamarkan sebagai keluhan atau kerendahan hati.
Humble bragging adalah apa yang dapat dipahami sebagai cara menunjukkan kebanggaan melalui ungkapan yang dibuat seolah-olah rendah hati atau mengeluh.
Pola tersebut dapat membantu memahami mengapa sebuah pernyataan terdengar seperti keluhan, tetapi sekaligus menyampaikan pencapaian tertentu. (Suc)
Baca Juga: Arti Talk Less Do More Apa dalam Bahasa Indonesia? Intip Jawabannya di Sini