Konten dari Pengguna

Kenapa Buku Bisa Menguning? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa Buku Bisa Menguning, Foto:Unsplash/Susan Q Yin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa Buku Bisa Menguning, Foto:Unsplash/Susan Q Yin

Kenapa buku bisa menguning menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan karena perubahan pada kertas ternyata tidak berlangsung begitu saja.

Ada proses tertentu yang terjadi seiring waktu dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitar buku.

Cahaya, udara, kelembapan, hingga bahan yang digunakan dalam pembuatan kertas dapat berkaitan dengan perubahan tersebut.

Kenapa Buku Bisa Menguning Seiring Waktu?

Ilustrasi Kenapa Buku Bisa Menguning, Foto:Unsplash/Kimberly Farmer

Kenapa buku bisa menguning menjadi hal yang umum dijumpai, terutama pada buku yang sudah disimpan selama bertahun-tahun.

Perubahan warna pada halaman biasanya terlihat secara perlahan, mulai dari bagian tepi hingga dapat menyebar ke area kertas lainnya.

Kondisi tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkaitan dengan perubahan yang berlangsung pada bahan penyusun kertas serta lingkungan tempat buku disimpan. Udara, cahaya, kelembapan, suhu, hingga kualitas kertas dapat memengaruhi proses tersebut.

Karena itu, buku yang berada di tempat berbeda dapat mengalami perubahan warna dengan kecepatan yang tidak sama.

Memahami berbagai faktor yang memengaruhi kondisi kertas dapat membantu menjelaskan mengapa halaman buku lama lebih mudah berubah warna dibandingkan buku yang masih baru.

Kenapa buku bisa menguning?

Dikutip dari laman rri.co.id, salah satu penyebabnya adalah paparan udara atau oksidasi. Kertas umumnya terbuat dari selulosa, yaitu senyawa organik yang terdapat dalam serat kayu.

Ketika selulosa berinteraksi dengan oksigen di udara, struktur kimianya dapat mengalami perubahan sehingga warna kertas perlahan menjadi kekuningan.

Proses ini dapat berlangsung lebih cepat apabila kertas terpapar udara dalam waktu lama, terlebih ketika suhu dan kelembapan berada pada tingkat yang tinggi.

Selain oksidasi, kandungan asam pada kertas juga berpengaruh. Kertas yang dibuat menggunakan bahan asam atau diproses dengan kurang baik cenderung lebih mudah menguning karena zat asam dapat merusak struktur kimianya secara bertahap.

Buku atau dokumen yang dicetak pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 juga lebih rentan mengalami kondisi tersebut.

Sementara itu, kertas bebas asam yang lebih banyak digunakan saat ini cenderung lebih tahan lama dan lebih sedikit mengalami penguningan.

Sinar ultraviolet atau sinar UV dari matahari turut mempercepat perubahan warna. Paparan dalam waktu lama dapat merusak struktur kimiawi kertas dan memperburuk proses oksidasi.

Selain itu, polutan udara seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan ozon dapat bereaksi dengan kertas sehingga proses penguningan berlangsung lebih cepat, terutama di lingkungan yang tercemar.

Kelembapan dan suhu tinggi juga berpengaruh karena dapat mempercepat berbagai reaksi kimia pada kertas.

Di sisi lain, bahan pewarna, tinta berbahan dasar organik, serta lapisan tertentu pada kertas dapat mengalami perubahan seiring waktu dan turut memengaruhi warnanya.

Proses pemutihan yang dahulu menggunakan bahan mengandung klorin juga dapat mempercepat kerusakan selulosa.

Penyimpanan yang tepat penting untuk memperlambat perubahan warna pada buku. Tempat yang gelap, sejuk, dan kering, serta jauh dari sinar matahari langsung dan polusi udara, dapat membantu menjaga kondisi kertas agar tetap baik dalam waktu lebih lama. (KIKI)

Baca juga: Asal Usul Teh hingga Menjadi Minuman yang Digemari di Berbagai Negara