Kenapa Jam Punya 12 Angka? Inilah Alasannya Secara Sains
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau diperhatikan, hampir semua jam analog memiliki pola yang sama. Angka 1 sampai 12 tersusun melingkar di sekeliling permukaan jam. Padahal, satu hari terdiri dari 24 jam. Lantas hal ini menimbulkan pertanyaan kenapa jam punya 12 angka?
Penggunaan angka 12 pada jam bukan sekadar kebiasaan yang muncul begitu saja. Pembagian waktu menjadi 12 bagian memiliki sejarah panjang.
Kenapa Jam Punya 12 Angka dalam Pembagian Waktu?
Jam analog hanya memiliki angka 1 sampai 12, padahal dalam satu hari terdapat 24 jam. Sekilas, hal ini memang terlihat sederhana. Namun, di balik susunan angka tersebut terdapat sejarah panjang tentang bagaimana manusia mengukur dan membagi waktu.
Kenapa jam punya 12 angka? Simak alasannya berikut ini berdasarkan situs web rri.co.id.
Sistem 12 jam yang dikenal sekarang ternyata sudah dipengaruhi oleh peradaban kuno dan cara manusia mengamati pergerakan Matahari. Pembagian waktu menjadi 12 bagian bukan muncul karena keterbatasan jam modern.
Jauh sebelum jam mekanis ditemukan, manusia sudah menggunakan berbagai alat untuk mengukur waktu, termasuk jam Matahari dan jam air. Pembagian siang dan malam menjadi bagian tertentu kemudian berkembang menjadi sistem yang memengaruhi jam analog.
Pembagian waktu menjadi 12 bagian dapat ditelusuri hingga peradaban Mesopotamia dan Mesir kuno. Bangsa Mesir telah menggunakan jam Matahari untuk mengukur waktu pada siang hari dan jam air untuk membantu mengukur waktu pada malam hari.
Masing-masing periode tersebut kemudian dibagi menjadi 12 bagian. Ada alasan matematis yang membuat angka 12 juga sangat praktis. Angka 12 dapat dibagi secara merata menjadi 2, 3, 4, dan 6.
Oleh karena itu, lingkaran yang dibagi menjadi 12 bagian lebih mudah digunakan untuk menentukan berbagai pecahan waktu. Pada jam analog, angka 12 tersebut membentuk satu putaran penuh. Jarum jam membutuhkan waktu 12 jam untuk kembali ke posisi awal.
Setelah itu, siklus yang sama terulang untuk 12 jam berikutnya. Dengan demikian, satu hari 24 jam terdiri atas dua putaran jam analog: periode pertama dari tengah malam hingga siang dan periode kedua dari siang hingga tengah malam.
Namun sebenarnya, jam dengan skala 24 jam juga pernah digunakan. Dalam perkembangan jam mekanis di Eropa, terdapat pelat jam yang menampilkan seluruh 24 jam.
Namun, penggunaan sistem 12 jam kemudian menjadi lebih umum karena lebih sederhana dan sesuai dengan tradisi pembagian waktu yang sudah berkembang sebelumnya. Jadi, angka 12 pada jam bukan sekadar desain yang dibuat agar terlihat rapi.
Kenapa jam punya 12 angka? Jawabannya adalah angka tersebut merupakan hasil perpaduan sejarah, astronomi, matematika, dan kebiasaan manusia dalam mengukur waktu. (Fia)
Baca juga: Mengapa Tinta Koran Mudah Pudar? Ternyata Ini Penyebabnya