Konten dari Pengguna

Kenapa Masyarakat Toraja Menyimpan Jenazah di Dalam Rumah? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kenapa masyarakat toraja menyimpan jenazah di dalam rumah?. Foto: Unsplash/Sandy Millar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kenapa masyarakat toraja menyimpan jenazah di dalam rumah?. Foto: Unsplash/Sandy Millar

Kenapa masyarakat toraja menyimpan jenazah di dalam rumah? Hal ini menjadi salah satu tradisi dalam kehidupan masyarakat Toraja yang berkaitan erat dengan tata cara penghormatan terhadap orang yang telah meninggal.

Kebiasaan tersebut terlihat berbeda dari pemakaman pada umumnya karena jenazah tidak selalu langsung dimakamkan setelah seseorang meninggal dunia. Jenazah dapat disimpan terlebih dahulu di dalam rumah selama keluarga mempersiapkan berbagai keperluan adat.

Tradisi ini juga tidak dapat dilepaskan dari pandangan masyarakat Toraja mengenai kematian, keluarga, serta pelaksanaan upacara pemakaman yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Kenapa Masyarakat Toraja Menyimpan Jenazah di Dalam Rumah Sebelum Dimakamkan?

Ilustrasi Kenapa masyarakat toraja menyimpan jenazah di dalam rumah?. Foto: Unsplash/Tonia Kraakman

Kenapa masyarakat toraja menyimpan jenazah di dalam rumah? Jawabannya, karena dalam tradisi Toraja jenazah dapat disimpan sementara sambil menunggu kesiapan keluarga dan pelaksanaan upacara adat rambu solo.

Dikutip dari laman indonesiakaya.com, masyarakat Toraja pada masa lalu menyimpan jenazah di dalam rumah tongkonan sebelum upacara pemakaman dilaksanakan.

Penyimpanan tersebut juga dilakukan ketika keluarga masih menunggu anggota keluarga lain yang berada di perantauan agar dapat berkumpul terlebih dahulu.

Selain menunggu keluarga, pelaksanaan rambu solo membutuhkan persiapan yang tidak sederhana. Keluarga perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk rangkaian upacara, termasuk hewan yang digunakan dalam ritual.

Karena itu, jenazah tidak selalu langsung dibawa ke tempat pemakaman setelah meninggal. Jenazah diperlakukan sebagai orang yang masih menjadi bagian dari keluarga dan tetap mendapatkan perhatian selama masa menunggu upacara.

Lama waktu penyimpanan jenazah juga dapat berbeda. Dalam tradisi yang dijelaskan Indonesia Kaya, golongan bangsawan dapat menyimpan jenazah di rumah tongkonan hingga maksimal 36 malam.

Sementara itu, golongan masyarakat lainnya memiliki ketentuan waktu yang berbeda sesuai dengan pelaksanaan upacara adatnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyimpanan jenazah tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berkaitan dengan aturan dan tata cara dalam adat Toraja.

Setelah rangkaian persiapan selesai, jenazah kemudian menjalani prosesi pemakaman sesuai adat. Masyarakat Toraja memiliki sejumlah lokasi pemakaman khas, termasuk Londa dan Lemo.

Di Londa, jenazah ditempatkan di dalam gua atau liang batu, sedangkan di Lemo terdapat makam yang dibuat pada tebing batu. Di sekitar makam juga dapat ditemukan tau-tau, yaitu patung yang menggambarkan orang yang telah meninggal.

Dikutip dari laman indonesiakaya.com, rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa tradisi kematian masyarakat Toraja memiliki tahapan yang panjang dan melibatkan keluarga.

Jadi, alasan disimpan di dalam rumah bukan karena masyarakat Toraja tidak memiliki tempat pemakaman, melainkan karena jenazah masih menunggu pelaksanaan upacara adat dan kesiapan keluarga sebelum akhirnya dimakamkan, (Arif)

Baca juga: Bolehkah Memotret Layar Bioskop? Ini Aturannya