Konten dari Pengguna

Kenapa Orang Bersalaman Saat Bertemu? Ini Asal Usulnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kenapa orang bersalaman saat bertemu.Foto: Erika Fletcher / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kenapa orang bersalaman saat bertemu.Foto: Erika Fletcher / Unsplash

Setelah mengamati kebiasaan banyak orang, pasti tidak sedikit yang penasaran dengan alasan kenapa orang bersalaman saat bertemu.

Kebiasaan salaman bisa dibilang sudah mendarah daging. Bahkan kebiasaan seperti ini di Indonesia sudah ditanamkan sejak anak-anak.

Kenapa Orang Bersalaman Saat Bertemu? Begini Penjelasannya

Ilustrasi kenapa orang bersalaman saat bertemu.Foto: Chris Liverani / Unsplash

Ada beberapa alasan kenapa orang bersalaman saat bertemu. Kebiasaan salaman ke sesama jenis sendiri sudah berkembang sejak zaman Rasulullah.

Mengutip laman kemenag.go.id, mushafahah atau yang lebih dikenal dengan bersalaman tergolong kebiasaan baru bagi masyarakat Makkah - Madinah.

Menurut Imam Nawawi dalam karyanya yang berjudul al-Adzkar, bersalaman awalnya adalah kebiasaan yang dibawa oleh orang Yaman ke kota tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Rasulullah menjadikan salaman sebagai cara mempererat tali persaudaraan antar suku-suku Arab.

Cara melakukannya adalah dengan mengangkat tangan kanan sambil mengucapkan salam. Ingin tahu penjelasan selengkapnya? Simak ulasan berikut:

1. Tanda Tanpa Senjata

Disebut-sebut, orang zaman dahulu sering membawa belati atau pedang di tangan kanan. Saat bersalaman dengan tangan kanan, menjadi wujud niat baik.

Selain itu juga bisa meningkatkan rasa aman ketika bertemu dengan sesama. Oleh karenanya, salaman sering dijadikan sebagai salah satu cara untuk memperkokoh persaudaraan.

2. Simbol Perjanjian

Beberapa bangsa kuno, seperti halnya Asyur menjadikan kebiasaan salaman sebagai tanda persetujuan perjanjian damai yang telah dilakukan kedua belah pihak.

Tradisi seperti itu sudah berkembang sejak ribuan tahun lalu. Tidak jarang juga masyarakat melakukannya diiringi dengan berpelukan.

3. Membangun Kepercayaan

Jabat tangan dengan mantap mampu menciptakan kesan tulus dan baik. Jadi memang benar jika kesungguhan tidak hanya bisa dilihat dari ekspresinya saja.

Kontak fisik yang dilakukan ketika bertemu dengan seseorang dipercaya membantu mengurangi rasa curiga dan mendekatkan jarak antarsesama.

4. Mengamalkan Ajaran Agama Islam

Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Berdasarkan hal itu, bersalaman dianjurkan dilakukan sebagai sarana mempererat persaudaraan.

Seseorang yang mau bersalaman sering dianggap sedang menggugurkan kedengkian. Terbentuklah lingkungan yang damai dan masyarakatnya saling rukun.

Itulah berbagai alasan kenapa orang bersalaman saat bertemu. Mengingat tujuannya baik, tidak ada salahnya untuk menjadikannya sebagai kebiasaan. (NOV)

Baca juga: Kenapa Tahun Kabisat Memiliki 366 Hari? Ini Penjelasannya