Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat Sesuai Sunnah

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi tata cara Sholat Hajat 2 rakaat. unsplash/Aldin Nasrun
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi tata cara Sholat Hajat 2 rakaat. unsplash/Aldin Nasrun

Banyak orang mencari informasi mengenai tata cara Sholat Hajat 2 rakaat agar dapat menjalankan ibadah tersebut dengan lebih yakin dan sesuai tuntunan.

Ketertarikan terhadap amalan ini tidak hanya datang dari mereka yang sedang menghadapi kesulitan, tetapi juga dari siapa saja yang ingin memohon kemudahan, keberkahan, serta petunjuk dalam setiap langkah hidupnya.

Memahami sebuah ibadah tentu tidak cukup hanya mengetahui namanya, melainkan juga penting untuk mengenali dasar pelaksanaannya agar ibadah dilakukan dengan penuh kesadaran, kekhusyukan, dan keikhlasan.

Tata Cara Sholat Hajat 2 Rakaat yang Dilakukan Sendiri

ilustrasi tata cara Sholat Hajat 2 rakaat. unsplash/masjidmpd

Tata cara Sholat Hajat 2 rakaat merupakan salah satu amalan salat sunnah yang dapat dikerjakan ketika memiliki hajat atau keinginan tertentu kepada Allah SWT.

Pelaksanaannya diawali dengan niat, dilanjutkan dengan salat dua rakaat sebagaimana salat sunnah pada umumnya, kemudian diakhiri dengan membaca selawat dan doa-doa yang dianjurkan.

Seluruh rangkaian ibadah dilakukan dengan penuh kekhusyukan agar sesuai dengan tuntunan. Setelah salat selesai, terdapat beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk permohonan kepada Allah Swt sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah riwayat.

Berikut tata cara sholat Hajat yang dikutip dari laman kemenag.go.id:

Membaca Niat Salat Hajat

Salat dimulai dengan membaca niat di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Niat tersebut bertujuan untuk menetapkan bahwa ibadah yang akan dikerjakan adalah salat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Swt

Ushallî sunnatal hājati rak‘ataini adā'an lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."

Mengerjakan Salat Sebanyak Dua Rakaat

Setelah mengucapkan takbiratul ihram, rakaat pertama diawali dengan membaca Surat Al-Fatihah. Selanjutnya, membaca salah satu surat pendek dari Al-Qur'an.

Dalam pelaksanaannya, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas dan Ayat Kursi. Setelah itu, salat dilanjutkan hingga selesai dua rakaat sebagaimana tata cara salat sunnah pada umumnya, yaitu rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga salam.

Membaca Shalawat dan Doa Setelah Shalat

Seusai mengucapkan salam, dianjurkan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, membaca doa berikut:

Subḥānal-ladzī labisal-'izza wa qāla bihī. Subḥānal-ladzī ta'aththafa bil-majdi wa takarrama bihī. Subḥāna dzil-'izzi wal-karami. Subḥāna dzith-thauli as'aluka bimu'āqidil-'izzi min 'arsyika wa muntahar-raḥmati min kitābika wa bismikal-a'dhami wa jaddikal-a'lā wa kalimātikat-tāmmātil-'āmmātil-latī lā yujāwizuhunna birrun wa lā fājirun an tushalliya 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā āli sayyidinā Muḥammadin.

Artinya: "Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad beserta keluarganya dengan kemuliaan Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, serta kalimat-kalimat-Mu yang sempurna."

Melanjutkan dengan Doa Rasulullah SAW

Setelah doa sebelumnya selesai dibaca, dianjurkan membaca doa Rasulullah saw sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Lā ilāha illallāhul-ḥalīmul-karīmu, lā ilāha illallāhul-'aliyyul-'azhīmu, subḥānallāhi rabbil-'arsyil-'azhīmi wal-ḥamdulillāhi rabbil-'ālamīn.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Santun lagi Maha Pemurah. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."

Membaca Doa untuk Memohon Hajat

Bagi yang memiliki hajat tertentu, bacaan doa dapat dilanjutkan dengan doa Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.

Doa ini dipanjatkan sebagai permohonan agar Allah Swt memberikan rahmat, ampunan, kemudahan, serta mengabulkan hajat yang sesuai dengan ridha-Nya.

Allāhumma innī as'aluka mūjibāti raḥmatika, wa 'azā'ima maghfiratika, wal-ghanīmata min kulli birrin, was-salāmata min kulli itsmin. Lā tada' lī dzanban illā ghafartahū, wa lā hamman illā farrajtahū, wa lā ḥājatan hiya laka riḍan illā qaḍhaitahā yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya: "Aku memohon kepada-Mu sebab-sebab datangnya rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, keberuntungan dalam setiap kebaikan, serta keselamatan dari segala dosa. Jangan biarkan satu pun dosaku tanpa ampunan, jangan sisakan kegelisahan tanpa jalan keluar, dan jangan tinggalkan hajat yang Engkau ridhai tanpa Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih."

Salat hajat merupakan salah satu ibadah sunnah yang dikerjakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT.

Pelaksanaannya dimulai dengan niat, dilanjutkan salat dua rakaat, kemudian membaca shalawat dan doa-doa yang dianjurkan. Dengan memahami tata cara pelaksanaannya secara runtut, setiap tahapan ibadah dapat dilakukan dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan urutan pelaksanaan serta bacaan yang dianjurkan agar shlat hajat dapat dikerjakan dengan baik. (KIKI)

Baca juga: Tata Cara Sholat Ghaib Menurut Ajaran Islam