Tata Cara Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua, Lengkap dengan Doanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara ziarah kubur ke makam orang tua menjadi hal yang perlu dipahami, terutama bagi seseorang yang ingin berziarah dengan penuh penghormatan dan tetap mengikuti tuntunan yang berlaku.
Ziarah kubur bukan hanya tentang mendatangi makam, tetapi juga menjadi momen untuk mengenang jasa orang tua, mendoakan mereka, serta mengingat kembali bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian.
Bagi sebagian orang, ziarah ke makam orang tua juga menjadi kesempatan untuk menenangkan hati dan mempererat hubungan batin dengan keluarga yang telah berpulang.
Tata Cara Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua dan Bacaan Doanya
Dikutip dari situs desadengok.gunungkidulkab.go.id, tata cara ziarah kubur ke makam orang tua dan bacaan doanya yaitu sebagai berikut:
1. Berwudu Sebelum Berziarah
Sebelum berangkat menuju makam, dianjurkan untuk terlebih dahulu mengambil wudu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan diri agar ziarah dapat dilaksanakan dalam keadaan bersih dan suci.
2. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur
Sesampainya di area pemakaman, peziarah dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada para penghuni kubur sekaligus memanjatkan doa.
Rasulullah saw mengajarkan bacaan salam dan doa yang dapat diamalkan ketika memasuki pemakaman. Bacaannya yaitu:
"Assalamu’alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniina wal muslimiin. Yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin. Wa inna insyaa alloohu bikum la-laahiquun. Wa as alullooha lanaa walakumul ‘aafiyah."
Yang artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari golongan orang-orang beriman dan orang-orang Islam.”
“Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang-orang yang telah mendahului kami dan orang-orang yang datang setelahnya. Sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah bagi kami dan bagi kalian.”
3. Mengirimkan Doa untuk Almarhum
Salah satu tata cara ziarah kubur adalah menghadap kiblat ketika memanjatkan doa bagi almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, seseorang juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan tasbih, takbir, tahmid, dan zikir sebagai bentuk mengingat serta mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Berdoa untuk orang yang telah meninggal merupakan bagian penting dalam ziarah kubur sesuai sunah.
Setelah membaca tasbih, takbir, tahmid, dan zikir, peziarah dapat memanjatkan doa khusus untuk almarhum. Rangkaian bacaan doa tersebut kemudian dapat ditutup dengan membaca surat Al-Fatihah.
Bacaan surat Al-Fatihah:
“Bismillahir-rahmanir-rahim, al-hamdu lillahi rabbil-alamin, ar-rahmanir-rahim, maliki yaumid-din, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, ihdinassiratal-mustaqim, siratallazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.”
Artinya: “Dengan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
“Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”
“Tuntunlah kami menuju jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat. Semoga Engkau mengabulkan doa dan permohonan kami.”
4. Membaca Surat-Surat Pendek
Ketika berada di pemakaman, peziarah juga dapat membaca sejumlah surat pendek dalam Al-Qur'an dan menghadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal.
Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, disebutkan anjuran membaca Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas ketika memasuki area pemakaman serta menghadiahkan pahalanya kepada penghuni kubur.
5. Tidak Duduk atau Menginjak Kuburan
Selama melakukan ziarah, peziarah hendaknya menjaga sikap dan menghormati tempat peristirahatan orang yang telah meninggal.
Salah satunya dengan tidak duduk di atas makam ataupun menginjak bagian kuburan. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Muslim yang melarang seseorang duduk di atas kuburan.
6. Menghindari Perbuatan yang Berlebihan
Ziarah kubur sebaiknya dilakukan secara wajar dan tidak disertai dengan tindakan yang berlebihan. Peziarah perlu menjaga tujuan utama ziarah, yaitu mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah meninggal.
Salah satu bentuk tindakan yang perlu dihindari adalah memperlakukan makam layaknya tempat ibadah atau menjadikannya seperti masjid.
Persiapan sebelum berziarah hingga sikap selama berada di area pemakaman perlu diperhatikan. Memahami tata cara ziarah kubur ke makam orang tua sejak awal, kegiatan ziarah dapat dilakukan dengan lebih tertib, khidmat, dan penuh rasa hormat. (IF)
Baca juga: Tata Cara Merawat Jenazah dari Memandikan hingga Menguburkan