Biografi Basuki Abdullah dan Daftar Karyanya

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biografi Basuki Abdullah adalah seorang pelukis Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis dengan menganut aliran realis dan naturalis.
Dikutip dari esi.kemdikbud.go.id, ia pernah diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka oleh Presiden Soekarno. Karya-karyanya yang terkenal menjadi penghias istana negara dan kepresidenan Indonesia dan menjadi barang koleksi di seluruh dunia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Biografi Basuki Abdullah
Untuk mengenalnya lebih jauh dengan karya fenomenalnya, berikut ini biografi Basuki Abdullah pelukis Indonesia.
Nama: Basuki Abdullah
Nama Lahir: Mohammad Basoeki Abdullah
Nama Baptis: Fransiskus Xaverius
Tanggal Lahir: 27 Januari 1915
Tempat Lahir: Surakarta, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal: 5 November 1993 (umur 78) di Jakarta, Indonesia
Riwayat Organisasi: Gerakan Poetra, Pusat Tenaga Rakyat, Keimin Bunka Sidhosjo (Pusat Kebudayaan rezim Jepang).
Awal Kehidupan Basuki Abdullah
Sebagai maestro pelukis, bakat melukisnya dipengaruhi secara garis keturunan yaitu dari ayahnya, Abdullah Suriosubroto. Ayahnya adalah seorang pelukis dan penari yang handal.
Sedangkan kakeknya merupakan seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia di awal tahun 1900, yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo.
Sejak umur 4 tahun ia sudah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal, contohnya Rabindranath Tagore, Mahatma Gandhi, Yesus Kristus, dan Krishnamurti.
Sedangkan jenjang pendidikan formalnya ia peroleh di HIS Katolik dan MULO Katolik di Solo. Hal itu berkat bantuan Pastur Koch SJ, ia memperoleh beasiswa untuk belajar di PT Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda pada tahun 1933.
Setelah dari Den Haag, Belanda, ia kemudian melanjutkan studi banding di beberapa sekolah seni rupa di Paris dan Roma.
Pada awalnya, ia merupakan seorang pemeluk Islam, kemudian ia berpindah menjadi pemeluk agama Katolik dan mengganti nama dengan Fransiskus Xaverius sebagai nama baptisnya.
Di masa Pemerintahan Jepang, ia bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang terbentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini ia mendapat tugas mengajar seni, khususnya seni melukis.
Beberapa muridnya dalam seni melukis antara lain Kusnadi yang kemudian menjadi pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia, dan Zaini yang juga menjadi pelukis impresionisme.
Selain organisasi Poetra, ia juga aktif dalam kegiatan Keimin Bunka Sidhosjo, sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang bersama-sama dengan rekan senimannya Affandi, S. Sudjojono, Otto Djaya dan Basuki Resobowo.
Kemudian pada tanggal 6 September 1948, diadakan sayembara melukis di Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana. Ia kemudian menjadi pemenang dan berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa.
Sejak itulah dunia mulai mengenal nama Basuki Abdullah, seorang pelukis Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia.
Selama di Belanda, ia sering berkeliling Eropa dan berkesempatan memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Prancis. Disana ia banyak bertemu dengan para pelukis dunia.
Baca juga: Biografi Munir Said Thalib, Aktivis HAM Indonesia
Pendidikan Basuki Abdullah
Berikut ini adalah riwayat pendidikan Basuki Abdullah yang dikutip dari esi.kemdikbud.go.id:
Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Katolik.
Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Katolik, Solo.
Academie Voor Beeldende Kunsten, Sertifikat Royal.
International of Art (RIA), di Den Haag, Belanda, 1933.
Karya Basuki Abdullah
Semasa hidupnya, ia telah menciptakan berbagai macam karya yang terkenal di seluruh dunia. Lukisan Basuki Abdullah dapat dikategorikan menjadi berapa tema besar yaitu: pemandangan dan alam, potret dan model, binatang dan tumbuh-tumbuhan, dongeng, legenda, dan mitos, tokoh Nasional, tokoh luar negeri, keagamaan atau spiritual, serta kemanusiaan dan sosial.
Berikut ini beberapa daftar karyanya yang dikutip dari archive.ivaa-online.org Digital Archive of Indonesian Contemporary Art:
1. Tema Dongeng, Legenda, dan Mitos
Nyi Roro Kidul
Bila Tuhan Murka
Bunda Maria versi Jawa
Gatutkaca dan Antasena Sedang Bertarung
Gatutkaca dengan Anak-anak
Arjuna (Pergiwa dan Pergiwati)
Joko Tarub
Kanjeng Ratu Kidul
Barong Bali
Topeng sebagai Sandiwara Kehidupan
2. Tokoh Nasional
Abdullah Suryosubroto
Wajah Bung Karno dari Samping
Bung Karno Berpakaian Perjuangan
Pangeran Diponegoro Memimpin Perang
Dr. Wahidin Sudirohusodo
Jenderal Soeharto
Raden Ajeng Kartini
Ibu Tien Soeharto (Berkebaya Hijau)
Adam Malik
Presiden Soekarno
Presiden Soeharto (Berpeci Hitam)
Bung Hatta
Presiden Soeharto (Berpakaian Jawa)
Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Potret Diri Basoeki Abdullah
Pangeran Diponegoro
Pratiwi Sudharmono (Astronot)
Ratnasari Dewi Soekarno
Presiden Soeharto Berbusana Resmi
Penerjemah Presiden Soeharto
Presiden Soeharto dan Ibu Tien
Hamengkubuwono IX dan Istri
3. Tokoh Luar Negeri Indonesia
Mahatma Gandhi
Ratu Yuliana
Raja Bhummibol Aduljadej
Ratu Sirikit
Sultan Hasanal Bolkiah
Baca juga: Biografi Abdul Muis, Latar Belakang, dan Kariernya
Julukan Basuki Abdullah
Ia dikenal dengan julukan maestro pelukis realis dan naturalis. Ia juga terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik.
Ciri khas dalam lukisannya tentang wanita adalah yang menampilkan keindahan tubuh dan potret tokoh-tokoh terkenal. Berbagai citra keindahan lukisan yang romantis itu diungkapkannya dengan teknis realis yang kuat.
Selain sebagai pelukis potret yang handal, ia pun melukis tentang pemandangan alam, pembangunan, fauna, flora, tema-tema perjuangan, dan masih banyak lagi.
Ia juga banyak menggelar pameran tunggal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Contohnya pada pameran karya-karyanya di Bangkok (Thailand), Malaysia, Belanda, Inggris, Jepang, Portugal dan negara-negara lain.
Sehingga kurang lebih hampir ada 22 negara yang memiliki karya lukisannya sebagai koleksi dunia. Setelah itu, hampir sebagian hidupnya ia habiskan di luar negeri.
Penghargaan Basuki Abdullah
Penghargaan yang paling membagakan semasa hidup adalah ketika ia menyelesaikan studi dalam kurun waktu 3 tahun di Den Haag, Belanda. Kemudian ia berhasil meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).
Kematian Basuki Abdullah
Pada tanggal 5 November 1993, Indonesia berduka karena ia ditemukan tewas di kediamannya yang berada di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan. Diketahui penyebab tewasnya adalah pembunuhan yang dilakukan oleh sekelompok perampok yang menyatroni rumahnya.
Demikian biografi Basuki Abdullah yang sampai saat ini namanya terus kenang. Sebagai maestro pelukis kelas dunia, karyanya terus dicintai hingga hari ini.(Win)
Baca juga: Biografi Marie Curie, Ilmuwan Pemenang Nobel Fisika
