Biografi W.S Rendra yang Dijuluki Si Burung Merak

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biografi W.S Rendra menarik untuk diulas. Pemilik nama lengkap Willibrodus Surendra Broto ini merupakan penyair kenamaan, dramawan, serta aktor sekaligus sutradara teater.
WS Rendra dan karya-karyanya tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga luar negeri. Banyak karya sastranya yang diterjemahkan ke bahasa asing, seperti Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, dan India.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Biografi W.S Rendra
Dr. Willibrordus Surendra Broto Rendra, S.S., M.A. (lahir di Solo, Hindia Belanda, 7 November 1935 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) atau dikenal sebagai W.S Rendra adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia.
Sejak muda, dia menulis puisi, skenario drama, cerpen, dan esai sastra di berbagai media massa. Pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada, dan dari perguruan tinggi itu pulalah dia menerima gelar Doktor Honoris Causa.
Penyair yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak" ini, tahun 1967 mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta. Melalui Bengkel Teater itu, ia melahirkan banyak seniman antara lain Sitok Srengenge, Radhar Panca Dahana, Adi Kurdi, dan lain-lain.
Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, ia memindahkan Bengkel Teater di Depok, Oktober 1985.
Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah.
Ayahnya adalah seorang guru bahasa Indonesia dan bahasa Jawa di sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional, sedangkan ibunya adalah penari serimpi di Keraton Surakarta Hadiningrat. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya.
Baca Juga: Biografi Ir. Soekarno Lengkap, Mulai dari Masa Kecil hingga Wafatnya
Mengapa Dijuluki Si Burung Merak? Ini Jawabannya
W.S Rendra adalah seorang sastrawan yang terkenal dengan julukan "Si Burung Merak". Namun, tidak banyak orang yang mengetahui asal muasal julukan "Si Burung Merak" itu.
Edi Haryono, salah seorang sahabat dekat almarhum, mengaku julukan itu berasal dari seorang sahabat Rendra yang berasal dari Australia yang sedang diajak Rendra berekreasi di sebuah Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta.
Saat berjalan-jalan ke Kebun Binatang Gembira Loka, tiba-tiba mereka berhenti lama di kandang burung merak, lalu keluar tiga burung merak dari kandangnya dan ia bilang itulah saya.
Setelah mendengar perkataan tersebut, sahabat Rendra yang berasal dari Australia itu sempat tertawa, dan saat ia pulang ke negara asalnya, bule Australia itu langsung menceritakan kepada kawan-kawan Rendra yang berada di Australia.
Lalu temannya tertawa dan saat itulah nama W.S Rendra mendapat julukan burung merak.
Setelah itu, nama Rendra muncul di sejumlah koran dengan nama Burung Merak, tetapi sang sastrawan diakuinya tidak merasa tersinggung dan marah.
Ia malah senang karena memang ia sendiri yang menamakan dirinya burung merak. Burung merak itu sendiri artinya orang yang suka memperlihatkan keindahan.
Pendidikan W.S Rendra
Dikutip dari laman badanbahasa.kemdikbud.go.id, ia memulai pendidikannya dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya, SMA (1952), di sekolah Katolik, Solo
Setamat SMA, ia pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri. Ternyata akademi tersebut telah ditutup. Lalu, ia pergi ke Yogyakarta dan masuk Fakultas Sastra, Universitas Gajah Mada.
Walaupun tidak menyelesaikan kuliahnya, tidak berarti ia berhenti belajar. Pada tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di Amerika.
Ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art (AADA). Ia juga mengikuti seminar kesusastraan di Universitas Harvard atas undangan pemerintah setempat.
Baca Juga: Biografi Amir Hamzah, Penyair dan Pahlawan Nasional Indonesia
Penghargaan yang Didapatkan
Berikut adalah beberapa penghargaan yang diraih oleh W.S Rendra:
Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta (1954)
Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956)
Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970)
Hadiah Akademi Jakarta (1975)
Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976)
Penghargaan Adam Malik (1989)
The S.E.A. Write Award (1996)
Penghargaan Achmad Bakri (2006).
Karya W.S Rendra
Setelah mengetahui biografi W.S Rendra hingga penghargaan yang pernah didapatkan, berikut adalah karya dari W.S Rendra:
1. Drama
Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
Bib Bob Rambate Rate Rata (Teater Mini Kata) - 1967
SEKDA (1977)
Selamatan Anak Cucu Sulaiman (dimainkan 6 kali)
Mastodon dan Burung Kondor (1972)
Hamlet (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama) - dimainkan dua kali
Macbeth (terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul yang sama)
Oedipus Sang Raja (terjemahan dari karya Sophokles, aslinya berjudul "Oedipus Rex")
Lysistrata (terjemahan)
Odipus di Kolonus (Odipus Mangkat) (terjemahan dari karya Sophokles)
Antigone (terjemahan dari karya Sophokles)
Kasidah Barzanji (dimainkan 2 kali)
Lingkaran Kapur Putih
Panembahan Reso (1986)
Kisah Perjuangan Suku Naga (dimainkan 2 kali)
Shalawat Barzanji
Sobrat
2. Kumpulan Sajak/Puisi
Ballada Orang-orang Tercinta (Kumpulan sajak)
Blues untuk Bonnie
Empat Kumpulan Sajak
Sajak-sajak Sepatu Tua
Mencari Bapak
Perjalanan Bu Aminah
Nyanyian Orang Urakan
Pamphleten van een Dichter
Potret Pembangunan Dalam Puisi
Disebabkan oleh Angin
Orang Orang Rangkasbitung
Rendra: Ballads and Blues Poem
State of Emergency
Do'a untuk Anak-Cucu
Baca Juga: Biografi Aristoteles, Bapak Ilmu Pengetahuan
Itulah biografi W.S Rendra. Dari karya-karyanya pantas jika julukan sang Burung Merak tersebut mendapat apresiasi dari dunia. (glg)
