Profil Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia 2024

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amran Sulaiman kembali terpilih menjadi Menteri Pertanian Republik Indonesia di Kabinet Merah Putih. Profil Amran Sulaiman pun banyak dicari masyarakat, khususnya di bidang pertanian.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih, Amran sudah pernah menjabat dengan posisi yang sama pada masa Kabinet Indonesia Maju Jokowi – Jusuf Kalla.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman atau biasa dikenal dengan Amran Sulaiman kembali terpilih menjadi Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Profil Amran Sulaiman bisa disimak di artikel ini.
Dikutip dari laman jatim.bsip.pertanian.go.id, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., lahir pada 27 April 1968, adalah seorang pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Pertanian sejak 25 Oktober 2023.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.
Amran meraih gelar sarjana pertanian dari Universitas Hasanuddin (Unhas), kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di bidang Pertanian pada 2002-2003, dan menyelesaikan program doktoral Ilmu Pertanian di Unhas pada 2008-2012.
Sebelum menjabat sebagai menteri, Amran adalah pemimpin Tiran Group, konglomerat yang berbasis di Makassar dan beroperasi terutama di Indonesia Timur, yang membuatnya dikenal sebagai salah satu menteri terkaya di kabinet baru.
Beberapa penghargaan yang pernah diterimanya antara lain Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI pada tahun 2007.
Baca Juga: Profil Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Biodata Amran Sulaiman
Berikut adalah biodata Amran Sulaiman:
Nama: Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.
Lahir: Bone, 27 April 1968
Anak ke: 3 dari 12 bersaudara
Orang tua: A.B. Sulaiman Dahlan Petta Linta dan Andi Nurhadi Petta Bau
Istri : Ir. Hj. Martati
Anak : 4
Pendidikan Amran Sulaiman
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Amran melanjutkan studi di bidang ilmu pertanian di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dimulai pada tahun 1988 dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1993.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar master pada tahun 2003 dan gelar doktor pada tahun 2012, semuanya di bidang pertanian dari universitas yang sama.
Selama studinya, Amran lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) maksimal dan mematenkan berbagai penemuan, terutama di bidang pengendalian hama. Saat ini, ia memiliki lima hak paten dan juga terdaftar sebagai dosen di Universitas Hasanuddin.
Berikut adalah daftar pendidikan Amran Sulaiman:
SD Impres 10 Mappesangka, Bone
SMP Negeri Ponre, Bone
SMA Negeri Lappariaja, Bone
S1, Fakultas Pertanian, Unhas 1988-1993,
S2, Pertanian Unhas, 2002-2003
S3, Doktor Ilmu Pertanian, Unhas, 2008-2012
Baca Juga: Profil Sutiyoso, Eks Gubernur DKI Jakarta
Perjalanan Karier Amran Sulaiman
Setelah lulus, Amran Sulaiman bekerja di PT Perkebunan Nusantara XIV, memulai kariernya sebagai kepala operasi lapangan di pabrik gula pada tahun 1994. Dalam enam tahun pertama, ia dipromosikan empat kali dan mencapai posisi kepala logistik.
Setelah 15 tahun berkarier di perusahaan tersebut, Amran mengundurkan diri dan memulai bisnisnya sendiri. Ia mendirikan perusahaan pertamanya berdasarkan patennya untuk racun tikus bernama "Tiran".
Beberapa unit bisnis utama Tiran Group meliputi PT Tiran Indonesia (pertambangan emas), PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan kelapa sawit), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (pertambangan emas dan timah hitam), serta PT Tiran Mineral (pertambangan nikel).
Selain itu, Tiran Group juga mengelola beberapa perusahaan lain seperti PT Amrul Nadin (SPBU percontohan di Maros), CV Empos Tiran (produsen rodentisida), CV Profita Lestari (distributor pestisida), CV Empos (distributor Semen Tonasa), dan PT Bahteramas (pabrik gula di Konawe Selatan).
Kemudian berkembang menjadi jaringan 10 perusahaan dengan pendapatan tahunan gabungan mendekati US$1 miliar pada tahun 2014. Atas prestasinya, ia dianugerahi Satyalancana Pembangunan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007.
Presiden Joko Widodo mengumumkan pengangkatan Amran sebagai Menteri Pertanian pada 26 Oktober 2014, dan ia dilantik keesokan harinya. Amran menjadi menteri dengan laporan kekayaan bersih tertinggi pada November 2014, senilai Rp330,8 miliar.
Sebagai menteri, Amran menargetkan swasembada empat komoditas pangan utama yaitu beras, jagung, kedelai, dan gula dalam tiga tahun, serta perbaikan sistem irigasi di 11 provinsi.
Meskipun terjadi dua perombakan kabinet pada 2015 dan 2016, Amran tetap mempertahankan jabatannya di tengah berbagai spekulasi penggantian.
Kemudian ia menggantikan Syahrul Yasin Limpo sebagai Mentan pada periode ke-2 Presiden Joko Widodo tahun 2023. Dan kini pada era Presiden Prabowo Subianto, ia kembali terpilih masuk ke Kabinet Merah Putih sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2024-2029.
Penghargaan Amran Sulaiman
Berikut adalah beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Amran Sulaiman:
Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran” dari Menteri Kehakiman RI, 1995
Surat Izin Khusus Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1997
Surat Izin Tetap Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1998
Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI, 2007
Penghargaan FKPTPI Award tahun 2011 di Bali
Surat Izin Tetap Pestisida, Ammikus 65PS dari Menteri Pertanian RI, 2011
Surat Izin Tetap Pestisida Ranmikus 59PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
Surat Izin Tetap Pestisida Timikus 64PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
Hak Paten Alpostran (Alat Empos Tikus modifikasi) dari Menteri KehakimaN 2014
Baca Juga: Profil Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Pangan Kabinet Merah Putih 2024
Itulah profil Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2024-2029. Ia kembali memperoleh kepercayaan sebagai Menteri Pertanian. (Umi)
