Profil Surya Paloh, Karier, dan Pengaruhnya di Dunia Politik

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Surya Paloh atau yang bernama lengkap Surya Dharma Paloh adalah seorang politisi Indonesia dan pengusaha. Ia memiliki usaha media massa sebagai pimpinan Media Group yaitu Stasiun Televisi MetroTV, Harian Media Indonesia, dan Lampung Post.
Ia juga aktif di dunia politik Indonesia. Saat ini ia sedang menjabat Ketua Umum Partai NasDem atau Nasional Demokrat. Ia juga dulunya menjabat Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar atau Golongan Karya pada periode 2004 sampai 2009.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Surya Paloh
Untuk mengetahui Informasi pribadinya secara lebih luas, berikut ini terdapat Profil Surya Paloh yang dikutip dari p2k.stekom.ac.id:
Nama Lengkap: Surya Dharma Paloh
Nama dan Gelar: Dr. (H.C.) Drs. H. Surya Dharma Paloh
Tempat Lahir: Banda Aceh, Aceh, Indonesia
Tanggal Lahir: 16 Juli 1951
Usia: 73 Tahun
Kebangsaan: Indonesia
Nama Istri: Rosita Barack
Profesi: Politikus, Pengusaha
Partai politik: NasDem
Riwayat Pendidikan Surya Paloh
Surya Paloh menempuh pendidikan di SMA Negeri 7 Medan pada tahun 1967. Kemudian ia melanjutkan jenjang perguruan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Akan tetapi, ia tidak menyelesaikannya.
Kemudian ia melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Sumatera Utara, Medan dan lulus pada tahun 1975.
Selain riwayat pendidikan, ia juga memiliki banyak pengalaman dalam dunia organisasi massa. Ia menjadi banyak dikenal karena aktif di berbagai organisasi.
Salah satunya organisasi massa yang dibuatnya, yaitu yang menentang kebijakan dari pemerintahan Orde Lama.
Ia menjadi Ketua KAPPI atau Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia Anak Cabang Dolok Batu, Serbelawan pada tahun 1965 dan Ketua KAPPI wilayah Kotamadya Medan pada tahun 1968.
Setelah organisasi KAPPI ini bubar, ia kemudian menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar di Sekretariat Bersama Partai Golkar. Beberapa tahun setelahnya, ia mendirikan Organisasi PP-ABRI atau Putra-Putri ABRI.
Kemudian ia menjadi Ketua Umum PP-ABRI wilayah Sumatera Utara. Pada tahun 1978, organisasi yang didirikannya bersama anak PP-ABRI yang lain di Jakarta dikenal dengan sebutan FKPPI atau Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia.
Baca juga: Profil Rano Karno, Anggota DPR RI yang Dampingi Anies di Pilkada Jakarta 2024
Perjalanan Karier Surya Paloh
Semasa muda dan tinggal di Medan, ia mendirikan perusahaan karoseri yang menguasai bidang dan agen penjualan mobil. Saat berusia 14 tahun, ia sudah memulai dunia bisnis leveransir, di sebuah kota kecil wilayah Serbelawan pada tahun 1965.
Kemudian saat ia duduk di bangku SMA Negeri 7 Medan, ia bekerja menjadi Manajer Travel Biro Seulawah Air Service. Ketika ia lulus SMA dan melanjutkan bangku kuliah, ia sambil mengelola Wisma Pariwisata yang terletak di Padang Bulan, Medan milik Baharuddin Datuk Bagindo.
Pada tahun 1973 kakak iparnya Jusuf Gading memberikan kepercayaan kepadanya sebagai Direktur Utama sebuah perusahaan bernama PT Ika Diesel Bros Medan yang menjalankan usaha bidang distributor mobil Ford dan Volkswagen.
Pada tahun 1975, ia ditunjuk menjadi salah satu direksi utama Hotel Ika Darroy yang terletak di Banda Aceh. Saat itu ia juga merangkap sebagai Direktur dari Link Up Coy, bisnis yang bergerak pada bidang perdagangan umum di Singapura.
Pada tanggal 2 Mei 1986 ia mendirikan perusahaan surat kabar yang bernama Harian Prioritas. Ia juga sempat bekerjasama dengan Achmad Taufik untuk menghidupkan kembali media cetak bernama Majalah Vista.
Pada tahun 1989, ia bekerja sama dengan Drs. T. Yously Syah untuk mengelola koran Media Indonesia. Ia termasuk salah satu tokoh pengusung kebebasan pers di Indonesia.
Kebebasan pers di Indonesia yang ia perjuangkan ini memperoleh pembenarannya di era reformasi. Pers Indonesia akhirnya memperoleh kebebasannya melalui Permenpen Nomor 1/Per/Menpen/1984 yang dicabut oleh Yunus Yosfiah Menpen di tahun 1998.
Pada tanggal 18 November 2000, ia mengundang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk meresmikan Metro TV pada pendiriannya sebagai stasiun televisi berita di Indonesia.
Kemudian pada tanggal 25 November 2000, Metro TV pun mulai melakukan siaran untuk pertama kalinya dan tetap eksis hingga hari ini.
Baca juga: Profil Andika Perkasa, Mantan Panglima TNI yang Jadi Cagub Jawa Tengah
Karier Politik Surya Paloh
Selain kesuksesan dalam bidang bisnis dan media, ia juga berperan dalam dunia politik Indonesia. Aktivitas di dunia politik mengharuskannya pindah ke Jakarta. Ia sempat menjadi anggota MPR atau Majelis Permusyawaratan Rakyat selama dua periode dari tahun 1977 sampai 1987.
Ia juga merupakan seorang inisiator yang mengusung calon presiden. Contohnya di tahun 2014 saat NasDem berada di bawah pimpinannya, ia menjadi partai pertama yang mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden Republik Indonesia.
Ia adalah seorang pendiri Organisasi Masyarakat (Ormas) Nasional Demokrat, yang selanjutnya disebut sebagai penerus Partai NasDem (Nasional Demokrat).
Penghargaan Surya Paloh
Berkat peran dan dedikasinya tersebut, ia kemudian meraih berbagai penghargaan sebagai berikut:
Gelar Honorary Professorship atau Profesor Kehormatan dari Beijing Foreign Studies University, Beijing, Cina, pada tahun 2014.
Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2015.
Lencana Bintang Astha Hannas pada tahun 2019.
Penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) bidang sosiologi politik dari Universitas Brawijaya pada tahun 2022.
Tanda Jasa Medali Kepeloporan dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2024.
Profil Surya Paloh adalah seorang tokoh yang memberikan contoh bahwa kesuksesan dalam berbagai bidang dapat dicapai melalui ketekunan, dedikasi, dan integritas. Ia juga terus berkontribusi dalam dunia politik dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan demokrasi di Indonesia.(Win)
Baca juga: Profil Pramono Anung yang Namanya Disebut sebagai Cagub Jakarta
