Konten dari Pengguna

Siapa Ketua BPUPKI? Ini Biografi dan Sejarahnya

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Siapa Ketua BPUPKI. Unsplash/History in HD.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siapa Ketua BPUPKI. Unsplash/History in HD.

Ketua BPUPKI merupakan salah satu tokoh yang menonjol dalam perjalanan sejarah Indonesia dan kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan yang memiliki pengaruh yang sangat besar. Lantas, siapa ketua BPUPKI?

Jika membahas kemerdekaan, peran ketua BPUPKI tidak hanya menjadi pemimpin formal dalam badan ini. Namun, juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk pergerakan perjalanan perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Daftar isi

Siapa Ketua BPUPKI?

Ilustrasi Siapa Ketua BPUPKI. Unsplash/Adris R.

Pada tanggal 1 April 1945, diumumkan bahwa terdapat upacara peresmiannya pengangkatan anggota BPUPKI pada tanggal 28 Mei 1945 di Gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon, Jakarta. Diketahui, ketua BPUPKI adalah Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Sedangkan, untuk ketua muda BPUPKI adalah Icibangase (Orang Jepang) dan R.P. Suroso dan sekretarisnya yang bernama AG. Pringgodigdo.

Mengapa Radjiman Wedyodiningrat Dipilih sebagai Ketua BPUPKI

Ilustrasi Siapa Ketua BPUPKI. Unsplash/tAMARA Menzi.

Terpilihnya Dr. Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua BPUPKI dikarenakan oleh pemikiran dan penguasaannya di bidang filsafat. Selain itu, Radjiman Wedyodiningrat memang dikenal sebagai dokter yang memiliki berbagai prestasi yang luar biasa.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang ahli filsafat dan kebudayaan di kalangan orang yang cerdik dan pandai. Dr. Radjiman juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang berperan aktif dalam menyukseskan kemerdekaan Indonesia.

Aspek itulah yang membuat namanya dipercaya sebagai ketua BPUPKI. Bahkan, sejak masa aktifnya sebagai dokter kraton pada tahun 1906-1934, Rajiman telah dikenal sebagai ahli kebudayaan dan filsafat.

Sebelas tahun setelah pensiun menjadi kedokteran. Ia semakin mendalami pengetahuannya tentang filsafat dan kebudayaan. Di usinya yang ke-66 tahun, Radjiman tetap memiliki pikiran yang jernih saat menjadi ketua BPUPKI.

Baca Juga: Biografi Soepomo dan Perannya dalam Perumusan Pancasila

Biografi Radjiman Wedyodiningrat

Ilustrasi Siapa Ketua BPUPKI. Unsplash/Mr Cup, Fabien Barral

Mengutip dari laman umsu.ac.id, berikut adalah biografi lengkap Radjiman Wedyodiningrat, seorang ketua BPUPKI.

Dr. Radjiman Wedyodiningrat merupakan pejuang kelahiran pada 21 April 1879 di Desa Melati, Yogyakarta, Hindia Belanda. Ia adalah seorang dokter, politikus, dan salah satu tokoh pendiri Budi Utomo di Republik Indonesia.

Ia merupakan putra dari pasangan Sutodrono dan Kusumawardhani. Ayahnya merupakan seorang wedana di Yogyakarta, dan ibunya merupakan putri dari K.P.A.A. Mangkunagara IV, raja Surakarta.

Radjiman Wedyodiningrat menempuh pendidikannya di Sekolah Dasar Belanda (ELS) di Yogyakarta, lalu melanjutkan pendidikannya kembali di Sekolah Kedokteran Hindia Belanda (STOVIA) di Jakarta.

Pada tahun 1903, ia telah lulus dari STOVIA dan ingin melanjutkan pendidikannya di Universitas Amsterdam, Belanda, dan pada tahun 1899, ia meraih gelar Indisch Art atau Dokter Bumiputera.

Wedyodiningrat aktif dalam pergerakan nasional setelah kembali ke Indonesia. Ia menjadi salah satu pendiri Budi Utomo pada tahun 1908. Budi Utomo merupakan salah satu organisasi modern pertama di Indonesia yang memiliki anggota para priyayi.

Dr. Radjiman terpilih untuk memimpin Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) saat menjadi anggota organisasi Budi Utomo pada tahun 1945.

Sejarah BPUPKI

Ilustrasi Siapa Ketua BPUPKI. Unsplash/Joanna K.

Pada 1 Maret 1945, pimpinan pemerintah pendudukan Jepang di Jawa yaitu Letnan Jendral Kumakici Harada, mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Cosakai).

Tujuan pembentukan BPUPKI adalah untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk pemerintahan Indonesia yang merdeka. Organisasi ini memiliki tugas menyiapkan struktur pemerintahan yang akan diimplementasikan saat Indonesia merdeka dari Jepang.

Sebenarnya, pembentukan BPUPKI oleh Jepang merupakan upaya dalam Perang Dunia II untuk mendapatkan dukungan dari Indonesia. Indonesia dijanjikan kemerdekaan oleh Jepang dengan harapan bahwa Indonesia akan membantu mereka melawan Sekutu.

BPUPKI mengadakan dua kali sidang penting dalam proses persiapan kemerdekaan tersebut. Sidang pertama dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Kemudian, sidang kedua dilaksanakan pada 10 Juli-17 Juli 1945.

Pada 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan pada karena tugas-tugasnya telah selesai dilaksanakan. Selama BPUPKI terbentuk, secara resmi BPUPKI telah melakukan sidang sebanyak dua kali.

Baca Juga: Biografi Asrul Sani, Pencetus Gelanggang Seniman Merdeka

Susunan Organisasi BPUPKI

Ilustrasi Siapa Ketua BPUPKI. Unsplash/New York.

BPUPKI memiliki susunan oraganisasi sebanyak 60 anggota muda dari Indonesia dan dari Jepang 7 anggota. Para anggota muda Indonesia memiliki hak tugas untuk menentukan arah kemerdekaan, sedangkan tugas Jepang hanya untuk mengawasi.

Berikut susunan organisasi BPUPKI secara lengkap dalam persiapan kemerdekaan Indonesia:

  1. Ir. Soekarno

  2. Mr. Dr. R. Kusuma Atmaja

  3. M. Aris

  4. Mr. Muh Yamin

  5. R. Abdulrahim Pratalykram a.

  6. Ki Hajar Dewantara

  7. Munandar

  8. Drs. Moh. Hatta

  9. Wiranatakusuma

  10. R.M. Margono Joyohadikusumo

  11. K.H. Masykur

  12. K.H. Abdul Halim

  13. Prof. Dr. P. A. H. Jayadiningrat

  14. R. Sudirman

  15. B. PH. Bintoro

  16. Ki Bagus Hadikusumo

  17. B. PH. Puruboyo

  18. A. K. Muzakir

  19. Ny. Mr. Maria Ulfah Santoso

  20. R. M. T. A. Suryo

  21. Oei Tiang Tioei

  22. Mr. Susanto

  23. R. Ruslan Wongsokusumo

  24. Dr. R. Buntaran Martoatmo Jo

  25. Ny. R.S.S. Sunarjo Mangunpespito

  26. Mr. J. Latuharhary

  27. Liem Kun Hian

  28. R. Sukarjo Wiryopranoto

  29. Mr. R. Hindromartono

  30. A. M. Dasaad

  31. Haji Ah. Sanusi

  32. Oei Tjong Hauw

  33. Mr. Tan Eng Hoa

  34. M. Sutarjo Kartohadikusumo

  35. H. Agus Salim

  36. Ir. R. M. P Surahman Corkroadisuryo

  37. K.R.M,T.H. Wuryaningrat

  38. Prof. Dr. Asikin Wijayakusuma

  39. R.A.A. Sumitro Kolopaking Purbonegoro

  40. Mr. Achmad Subarjo

  41. Parada Har ahap

  42. Mr. R. M. Sartono

  43. Abikusno Cokrosuyoso

  44. Drs. K.R.M.A. Sosrodiningrat

  45. K.H.M. Mansur

  46. Prof.Ir. R. Rooseno

  47. Mr. R. Singgih

  48. Prof. Mr. Dr. Supomo

  49. K.HA. Wahid Hasyim

  50. Mr. Suwandi

  51. PE Dahler

  52. Mr. K.R.M.T. Wongsonagoro

  53. Dr. Sukiman

  54. A. Baswedan

  55. R. Oto Iskandar Dinata

  56. Dr. Samsi

  57. Abdul Kadir

  58. Mr. R. Samsudin

  59. Mr. AA. Maramis

  60. Mr. R. Sastromulyono

Demikian biografi ketua BPUPKI dan sejarahnya secara lengkap tentang perjuangannya dalam meraih kemerdekaan Indonesia. (APR)

Baca Juga: Biografi Achmad Soebardjo, Perjuangan dan Perannya dalam Kemerdekaan Indonesia