Proses pencarian kru dan penumpang kapal KM Arupadatu 1 yang hilang kontak pada 7 September 2026 lalu, menemukan titik terang. Pada 12 September 2026, jenazah Surakman (60) yang merupakan ABK KM Arupadatu 1 ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Jenazah Surakman berhasil diidentifikasi melalui pencocokan DNA.
Setelah ini jenazah Surakman akan diberangkatkan dari Bengkulu ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Kamis (24/9) untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
"Jenazah akan dikirim, akan diberangkatkan besok dari Kabiddokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta yang akan kita terima bersama Gubernur, Basarnas, dan Tim Terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Kapolda Banten Irjen Hengki dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9).
Surakman merupakan ABK kapal Arupadatu 1 yang mengantar lima wartawan untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Senin, 7 September 2026 lalu. Namun, hari itu ternyata menjadi hari terakhir sebelum Surakman hilang kontak.
Surakman dikenal bersahabat dengan laut sejak kecil. Ia telah menjadi nelayan sejak duduk di bangku SD. Sebagai kru kapal Arupadatu 1, ia juga telah ratusan kali berlayar menuju Gunung Anak Krakatau maupun Ujung Kulon.