Satu orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah feri MV Matui tenggelam di lepas pantai Vanuatu.
Pemerintah Vanuatu menyampaikan informasi tersebut pada Minggu (13/9).
Menurut AFP, MV Matui berlayar pada Jumat (11/9) dari Pulau Santo menuju Pulau Ambae dengan membawa lebih dari 40 penumpang dan kru. Kapal tidak pernah tiba di tujuan setelah berlayar dalam kondisi laut yang sangat buruk.
“Doa dan hati kami bersama keluarga yang telah kehilangan orang-orang tercinta. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung,” demikian pernyataan dari kantor Perdana Menteri Vanuatu Jotham Napat.
Pemerintah menyebut 15 orang telah ditemukan dalam kondisi hidup, sementara satu jenazah telah dievakuasi. Lebih dari 30 orang lainnya masih dinyatakan hilang di laut.
Investigasi terkait kemungkinan kelalaian juga telah dimulai.
“Kehilangan ini tampaknya merupakan akibat dari angin kencang dan peringatan terkait kondisi laut yang tidak diindahkan, serta kemungkinan kelalaian, termasuk kapal yang kelebihan muatan,” kata kantor Napat.
Maritime Rescue Coordination Centre di Noumea, Kaledonia Baru, turut membantu operasi pencarian. Pesawat milik Angkatan Bersenjata Prancis juga dikerahkan pada Minggu pagi dan menemukan 12 orang.
Pencarian kemudian difokuskan di pesisir tenggara Pulau Santo, tempat arus laut diperkirakan dapat membawa para korban yang selamat.