Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan ruang digital dikuasai pihak lain dengan tujuan tertentu. Menurutnya, ruang digital kini menjadi medan strategis dalam membentuk opini, cara berpikir hingga karakter masyarakat.
Djamari menyoroti maraknya disinformasi, fitnah, kebencian, narasi negatif, hingga konten tidak senonoh di media sosial. Ia khawatir paparan tersebut membentuk masyarakat yang lemah, mudah menyerah dan pesimis.
“Jangan sampai kita lengah sehingga karakter bangsa ini berubah menjadi lemah, mudah menyerah, dan pesimis. Kita tidak bisa menyerahkan negeri ini kepada orang-orang yang pesimis,” ujar Djamari dalam Forum Koordinasi Bakohumas di Jakarta, Selasa (1/9).
Djamari mengatakan, pemerintah akan memperkuat koordinasi untuk menghadirkan informasi yang benar dan membangun optimisme.
Ia mengajak TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama menghadapi disinformasi serta berbagai bentuk disrupsi informasi di ruang digital.
Djamari mengatakan, merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberantasan kejahatan digital dan perlindungan data nasional, pengelolaan informasi publik tidak lagi sekadar menjadi urusan administrasi komunikasi, tetapi merupakan bagian upaya melindungi masyarakat, menjaga kedaulatan digital dan merawat stabilitas nasional.
Dalam Forum Bakohumas ini, turut ada pembekalan dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Hadir pula Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn) Lodewijk F. Paulus dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali.