Penanganan kebakaran lahan di sekitar TPA Galuga, Bogor, terus diintensifkan oleh tim gabungan. Proses pemadaman dilakukan secara terpadu, baik melalui jalur darat maupun udara, untuk mempercepat penanganan titik-titik api di lokasi.
Sebagai dukungan pemadaman udara, TNI Angkatan Udara melalui Lanud Atang Sendjaja (ATS) mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing. Langkah ini diambil setelah adanya koordinasi antara pihak Lanud ATS dengan Pemerintah Kabupaten Bogor pada malam sebelumnya.
Hingga saat ini, helikopter tersebut telah melakukan enam sorti penyiraman menggunakan Bambi Bucket. Pada setiap penyiraman, sekitar 2.950 liter atau hampir 3 ton air dijatuhkan langsung ke lokasi kebakaran, yang dinilai efektif untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.
Untuk memaksimalkan operasi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor menutup sementara operasional TPA Galuga selama satu hari pada Selasa, 8 September 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, penutupan ini bertujuan agar akses jalan dapat sepenuhnya digunakan untuk kelancaran mobilisasi armada pemadam dan distribusi air.
Berdasarkan pantauan di lapangan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5 hektar, dan masih terdapat empat titik api yang sedang dipadamkan. Guna mencegah api meluas, tiga unit alat berat telah diturunkan untuk membuat parit pembatas dengan terus memantau arah angin.
Upaya penanganan ini melibatkan kerja sama antara Polres Bogor, TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait lainnya. Pemkab Bogor memastikan proses pemadaman akan terus berlanjut hingga seluruh titik api padam sepenuhnya, dengan prioritas utama menjaga keselamatan warga.