Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai gugatan terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai manuver politik yang tidak beradab. Dia menilai isu tersebut muncul di tengah pemerintah tengah menghadapi berbagai persoalan bangsa.
"Saya kira kita sekarang hidup di dunia modern yang serba transparan ya, dan politik yang beradab perlu dikedepankan. Jadi saya kira ini adalah manuver-manuver politik yang tidak beradab ya," kata Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).
Raja Juli kemudian menyinggung kesibukan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjalankan agenda pemerintahan.
"Di saat sekarang ini kita sedang mengalami karhutla, Pak Presiden sekarang sedang sibuk menata bangsa ini, masa masih diurus hal-hal yang remeh-temeh ya," ujarnya.
Menurut Raja Juli, persoalan ijazah sebelumnya juga pernah menyeret nama Presiden Joko Widodo. Kini, kata dia, isu serupa kembali muncul terkait Gibran.
"Dulu ijazah Pak Jokowi, hari ini Mas Gibran, mungkin besok Mas Kaesang, mungkin lusa ijazah Jan Ethes gitu ya," kata Raja Juli.