Sebanyak 344 siswa dan santri dari 19 sekolah di Sidoarjo, Jawa Timur, keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9) sore. Korban dilarikan ke RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS lainnya. Mereka mengalami mual setelah menyantap MBG usai salat asar.
Wakil Gubernur Jatim sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan jajarannya untuk mengatasi dugaan keracunan MBG itu.
"Kami ingin mengapresiasi Rumah Sakit Notopuro, Ibu Kadinkes, yang sudah bersama BPBD Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo, tentunya Pak Bupati, yang sudah melakukan penanganan secara sigap, sehingga jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini semua bisa ditangani," ujar Emil di Sidoarjo, Rabu (2/9).
Emil menampik terkait dengan informasi adanya korban jiwa dalam peristiwa dugaan keracunan tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini para siswa sudah banyak yang kembali ke rumah usai mendapatkan perawatan dari rumah sakit.
"Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal. Kita doakan semua bisa bukan hanya doakan, tapi diikhtiarkan oleh tenaga medis. InsyaAllah sudah ada yang bisa dipulangkan. Banyak yang bisa dipulangkan," ucapnya.
Emil menyampaikan, pihaknya kini tengah menyelidiki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin Sidoarjo sebagai dapur yang menyalurkan MBG tersebut.