Apa Itu Anarkis dalam Demo? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demonstrasi merupakan salah satu wujud kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang demonstrasi berubah menjadi tindakan anarkis. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami apa itu anarkis dalam demo?
Istilah anarkis dalam konteks demo bukan sekadar merujuk pada ideologi anarkisme. Selain itu, transformasi sebuah demonstrasi dari aksi damai menjadi anarkis biasanya tidak terjadi begitu saja, ada beberapa penyebab yang dapat membuat demo menjadi anarkis.
Mengenal Apa Itu Anarkis dalam Demo
Mengutip buku Pengenalan Sosiologi SMP Kelas IX, Taufiq Rohman Dhohiri (2007:54), demonstrasi adalah tindakan yang dilakukan secara berkelompok atau bersama-sama untuk menyampaikan rasa tidak puas, keinginan, dan protes. Lalu, apa itu anarkis dalam demo?
Secara bahasa, anarkis berasal dari kata anarchy yang berarti tanpa aturan atau tanpa pemerintahan. Dalam demo, anarkis dapat dipahami sebagai perilaku dalam unjuk rasa yang keluar dari aturan hukum, mengakibatkan gangguan terhadap ketertiban, serta membahayakan keselamatan publik.
Hak untuk berdemonstrasi diatur dalam Pasal 28E UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Namun, ketika aksi berubah menjadi aksi anarkis, tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum pidana.
Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian (Perkapolri) Nomor 7 Tahun 2012, sebuah demonstrasi dapat dikategorikan sebagai anarkis apabila disertai beberapa hal. Berikut hal-hal yang dapat membuat demo menjadi anarkis.
Tindak pidana atau kejahatan terhadap ketertiban umum.
Tindakan yang membahayakan keamanan orang maupun barang.
Perusakan fasilitas umum atau hak milik orang lain.
Tindakan yang mengancam keselamatan jiwa.
Penyebab Demo Menjadi Anarkis
Setelah memahami apa itu anarkis dalam demo, penting juga untuk memahami beberapa penyebab demonstrasi berubah menjadi anarkis. Ada sejumlah faktor yang saling berkaitan dan dapat memicu massa untuk bertindak di luar batas hukum. Berikut beberapa penyebab demo dapat berubah menjadi anarkis.
1. Kehadiran Provokator
Provokator sering kali menyusup ke dalam massa untuk memicu kericuhan. Kehadiran provokator bisa berasal dari kelompok dengan kepentingan tertentu atau bahkan orang luar yang tidak memiliki hubungan langsung dengan tujuan demonstrasi.
Dengan cara seperti melempar batu, membakar ban, atau mengucapkan hasutan, provokator dapat memancing emosi massa sehingga aksi berubah menjadi kacau.
2. Ledakan Emosi Massa
Unjuk rasa biasanya dilakukan karena adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah atau lembaga tertentu. Jika massa merasa aspirasinya diabaikan atau direspons dengan cara yang dianggap tidak adil, emosi bisa meningkat.
Ketika kemarahan memuncak, massa cenderung bertindak spontan tanpa mempertimbangkan konsekuensi hukum maupun kerugian yang ditimbulkan.
3. Kurangnya Koordinasi dengan Aparat
Sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, setiap aksi unjuk rasa seharusnya diberitahukan kepada kepolisian untuk menjaga ketertiban.
Namun, bila koordinasi tidak dilakukan dengan baik, aparat bisa kesulitan mengatur lalu lintas atau mengendalikan situasi. Kondisi ini membuka peluang terjadinya gesekan antara massa dan aparat yang kemudian memicu kerusuhan.
4. Situasi Sosial-Ekonomi
Ketidakadilan sosial, pengangguran, dan tekanan ekonomi dapat memperkuat rasa frustasi masyarakat. Dalam kondisi psikologis yang tertekan, demonstrasi sering kali menjadi wadah pelampiasan.
Aksi yang awalnya ditujukan untuk menyampaikan aspirasi dapat berubah menjadi tindakan anarkis karena massa merasa tidak punya cara lain untuk menyuarakan ketidakpuasan massa.
5. Minimnya Pemahaman terhadap Aturan Hukum
Sebagian peserta demonstrasi tidak memahami batasan hukum dalam menyampaikan pendapat. Massa menganggap pembakaran ban, penutupan jalan, atau perusakan fasilitas publik sebagai bagian dari ekspresi protes yang wajar.
Padahal tindakan tersebut melanggar hukum dan berpotensi menjerat massa dengan sanksi pidana. Kurangnya kesadaran hukum inilah yang membuat aksi lebih mudah bergeser ke arah anarkis.
Jadi, apa itu anarkis dalam demo? Anarkis dalam demo adalah gerakan protes yg merupakan wujud nyata kekecewaan masyarakat yang diwarnai dengan kekerasan. Meskipun demonstrasi merupakan hak konstitusional, tindakan anarkis mengubahnya menjadi tindak pidana. (BAI)
Baca Juga: Apa Itu Woke? Ini Pengertian dan Contohnya
