Ciri-ciri Jalak Bali, Satwa Endemik dari Pulau Dewata

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri Jalak Bali yang khas mudah dikenali dari bulunya yang putih bersih, mata cokelat tua, dan jambul unik di kepalanya. Burung endemik asal Bali ini termasuk hewan yang sangat langka dan dilindungi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Ciri-ciri Jalak Bali yang Khas dan Mencolok
Burung Jalak Bali merupakan satwa langka yang hanya bisa orang jumpai di Pulau Dewata, Bali. Oleh masyarakat lokal, burung ini dikenal dengan sebutan curik putih atau curik Bali.
Dikutip dari buku Fauna Indonesia yang Terancam Punah, Oktavia (2022: 6), berikut ciri-ciri Jalak Bali.
Bulu: Jalak Bali mempunyai bulu putih bersih dan ekor serta ujung sayap berwarna hitam
Jambul: Terdapat jambul di kepala yang terbentuk dari bulu-bulu halus
Mata: Mata berwarna cokelat tua dan kelopak mata tanpa bulu, berwarna biru terang
Paruh: Paruh burung ini runcing dan panjangnya sekitar 2–3 cm berwarna abu-abu kehitaman dengan ujung kuning kecoklatan
Jenis Kelamin: Burung Jalak Bali yang jantan dan betina sulit dibedakan karena memiliki ciri-ciri fisik yang sama
Habitat Jalak Bali
Burung Jalak Bali biasanya hidup di kawasan berhutan, misalnya hutan mangrove, pantai, rawa, dataran rendah, hingga sabana. Burung Jalak Bali sering dijumpai di semak-semak atau pohon palem yang tumbuh di dekat hutan lebat.
Populasi Jalak Bali
Populasi Jalak Bali pada 2017 yaitu 81 ekor. Lalu, setahun kemudian naik menjadi 109 ekor. Pada 2019 jumlahnya telah menjadi 256 ekor dan pada September 2020 telah berkembang sebanyak 335 ekor.
Apa yang Biasa Dimakan Jalak Bali?
Jalak Bali biasanya memakan serangga, misalnya belalang, jangkrik, cacing, dan ulat. Jalak Bali juga memakan tumbuh-tumbuhan, misalnya biji-bijian, buah-buahan, dan nektar bunga.
Kesimpulan
Burung Jalak Bali adalah burung langka yang hanya dijumpai di Pulau Bali.
Ciri khas burung ini terdiri dari bulu putih bersih, jambul di kepala, mata cokelat tua, dan lingkar mata biru terang.
Habitat burung ini yaitu hutan mangrove, pantai, rawa, dataran rendah, dan sabana.
Pada 2019 jumlahnya telah menjadi 256 ekor dan pada September 2020 telah berkembang sebanyak 335 ekor.
Makanannya terdiri dari serangga, biji-bijian, buah, dan nektar bunga. (Msr)
Baca juga: Ciri-ciri Burung Elang dan Jenis-jenisnya yang Ada di Indonesia
