Mengenal Mikroorganisme Anggur beserta Proses Pembuatannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minuman anggur berasal dari sari buah anggur fermentasi dengan penambahan mikroorganisme khusus. Mikroorganisme tersebut digunakan karena membantu proses fermentasi. Bagi yang ingin membuat minuman fermentasi ini, maka perlu mengetahui mikroorganisme anggur dan proses pembuatannya.
Minuman anggur yang difermentasi tersebut sering dikenal dengan sebutan wine. Ketika seseorang mengonsumsi wine dianggap dapat menjadi pencegah terjadinya penuaan diri dan dapat menurunkan risiko depresi.
Mengetahui Mikroorganisme Anggur
Minuman anggur atau wine adalah minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi sari buah anggur. Pada saat proses fermentasi membutuhkan mikroorganisme yang dapat menghasilkan alkohol.
Pada dasarnya fermentasi adalah proses pemecahan karbohidrat dan asam amino dengan bantuan mikroorganisme tertentu yang dilakukan secara anaerobik atau tanpa membutuhkan oksigen.
Di mana mikroorganisme anggur yang sering dipakai untuk membuat wine yaitu Saccharomyces cerevisiae. Dikutip dari buku Supertuntas Bahas dan Kupas Biologi SMA, Kaha Anwar (2015:54), Saccharomyces cerevisiae adalah jamur kelompok Ascomycota yang dapat menghasilkan alkohol melalui proses fermentasi.
Jamur ini berperan untuk membantu mengubah gula atau glukosa yang terkandung di dalam sari buah anggur menjadi alkohol C2H5OH dan karbon dioksida melalui fermentasi tanpa membutuhkan oksigen bebas atau anaerob. Alasan penggunaan Saccharomyces cerevisiae dalam pembuatan wine disebabkan oleh karakteristik yang dimiliki oleh jamur tersebut.
Adapaun karakteristik yang dimiliki oleh jamur ini yaitu dapat tumbuh dengan baik pada kandungan asam tinggi pada buah-buahan dan tahan terhadap konsentrasi gula dan alkohol yang tinggi.
Proses Pembuatan Minuman Anggur
Untuk dapat membuat minuman anggur perlu melewati beberapa tahapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah umum yang dapat digunakan untuk membuat minuman anggur atau wine.
Langkah pertama yaitu mencuci buah anggur sampai bersih.
Buah anggur yang bersih dilakukan penghancuran. Proses penghancuran dapat menggunakan blender ataupun mesin khusus agar sari-sari buah anggur dapat keluar.
Selanjutnya disaring unruk memisahkan filtrat dan pulp atau ampas.
Filtrat yang dihasilkan dari proses penyaringan ditempatkan pada wadah tertentu untuk dilakukan fermentasi.
Selanjutnya filtrat ditambahkan dengan ragi Saccharomyces cerevisiae untuk memulai fermentasi dan ditutup rapat. Proses fermentasi dapat memakan waktu mulai dari satu minggu sampai satu bulan.
Selama fermentasi harus memantau dan mengendalikan beberapa faktor, seperti kadar oksigen dan suhu.
Setelah fermentasi selesai selanjutnya dilakukan penjernihan untuk menghilangkan padatan atau endapan yang tersisa.
Selanjutnya dilakukan penuaan untuk menghasilkan cita rasa wine yang lebih enak. Proses penuaan dapat dengan cara menyimpan wine di dalam tangki baja tahan karat atau botol kaca.
Langkah terakhir yaitu hasil dari penuaan wine dapat dikemas di dalam botol kaca kemudian ditutup dengan tutup ulir dan siap untuk diminum.
Baca Juga: Mengenal Fermentasi Alkohol pada Respirasi Anaerob beserta Pemanfaatannya
Mikroorganisme anggur yang sering dipakai dalam pembuatan minuman anggur yaitu Saccharomyces cerevisiae. Alasan penggunaan mikroorganisme tersebut karena dapat membantu proses fermentasi untuk menghasilkan alkohol. (PAM)
