Penerapan Masing-masing Asas dalam Proses Pembelajaran Ki Hadjar Dewantara

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penerapan masing-masing asas dalam proses pembelajaran Ki Hadjar Dewantara merupakan salah satu pembahasan dalam PPG 2025. Meski asas-asas Ki Hadjar Dewantara sudah lama dikemukakan namun tetap relevan bagi pendidikan masa kini.
Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pendidikan nasional yang sangat memperhatikan proses pembelajaran, tidak hanya hasilnya. Proses pembelajaran yang benar akan memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan siswa.
Penjelasan Penerapan Masing-masing Asas dalam Proses Pembelajaran
Pemahaman Ki Hadjar Dewantara (KHD) yang matang tentang tantangan pendidikan di Indonesia melahirkan asas-asas yang relevan hingga sekarang. Karena itu, peserta PPG diminta untuk mempelajarinya kembali.
Dikutip dari Modul 3 Filsafat Pendidikan dan Pendidikan Nilai Topik 1 Filsafat Pancasila dan Pemikiran di Ki Hajar Dewantara di www.guru.kemdikbud.go.id, asas-asas yang diperkenalkan Ki Hadjar Dewantara adalah kontinyu, konvergen dan konsentris atau Trikon.
Berikut ini penerapan masing-masing asas dalam proses pembelajaran menurut asas Trikon Ki Hadjar Dewantara.
1. Asas Kontinyu
Arti kontinyu adalah berkesinambungan, berkelanjutan atau terus-menerus. Bagi KHD, pendidikan itu bukan sulap tapi merupakan hasil dari proses pembelajaran yang panjang dan bertahap. Setiap rencana pembelajaran harus dipikirkan dengan matang.
Dalam penerapannya, kurikulum harus mendukung siswa untuk melaksanakan pembelajaran yang berkelanjutan. Siswa yang tidak tahu kelanjutan dari materi yang sedang dipelajarinya akan memiliki motivasi belajar yang rendah.
2. Asas Konvergen
Arti konvergen adalah menuju ke satu titik pertemuan. Dalam proses pembelajaran, pendidik bisa mengambil contoh atau sumber dari berbagai sumber, bahkan dari luar negeri. Semua usaha tersebut bermuara pada satu tujuan, yaitu perkembangan pendidikan.
Penerapan asas konvergen yang populer misalnya, praktik pembelajaran Maria Montessori yang dilakukan beberapa sekolah dan orang tua. Guru juga sudah waktunya membebaskan siswa mengambil sumber buku atau internet yang terpercaya jika mendapat tugas.
3. Asas Konsentris
Arti konsentris adalah memiliki pusat yang sama. Dalam hal ini adalah kebudayaan bangsa Indonesia. Meski guru dan siswa menggunakan berbagai sumber dalam proses pembelajaran, namun guru dan siswa harus tetap berpegang pada kebudayaan Indonesia.
Penerapan asas konsentris, antara lain hubungan siswa dengan guru zaman sekarang yang lebih santai dan akrab tidak membuat siswa lupa menghormati guru sebagai wakil orang tua di sekolah.
Penerapan masing-masing asas dalam proses pembelajaran dari KHD di atas merupakan pemantik bagi peserta PPG untuk mempertimbangkan sebaik-baiknya setiap rencana yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran di kelasnya. (lus)
Baca juga: 3 Peran Guru Menurut Ki Hajar Dewantara yang Patut Diterapkan
