Konten dari Pengguna

Apa Itu Hubungan Toxic? Kenali Contoh dan Dampaknya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto Pixabay

Hubungan toxic menjadi istilah yang cukup sering terdengar dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan remaja maupun dewasa muda. Istilah ini merujuk pada pola relasi yang tidak sehat dan seringkali berdampak buruk bagi salah satu atau kedua pihak yang terlibat. Untuk memahami lebih jauh, mari simak penjelasan, contoh, dan dampak hubungan toxic berikut ini.

Pengertian Hubungan Toxic

Istilah hubungan toxic menggambarkan relasi yang dipenuhi dengan perilaku merugikan, baik secara emosional, psikologis, maupun fisik. Menurut Saskia dkk. dalam penelitian “Perilaku Toxic Relationship Terhadap Kesehatan Remaja Di Kota Makassar”, toxic relationship merupakan hubungan tidak sehat yang ditandai dominasi salah satu pihak, perasaan tertekan dan tidak nyaman, serta perilaku posesif berupa larangan dan batasan terhadap aktivitas pasangan.

Definisi Hubungan Toxic

Hubungan toxic dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pacaran, pertemanan, bahkan dalam keluarga. Seseorang yang terjebak dalam relasi seperti ini sering merasa tidak nyaman, tertekan, atau kehilangan rasa percaya diri.

Ciri-ciri Hubungan Toxic dalam Kehidupan Sehari-hari

Beberapa ciri yang kerap muncul antara lain seringnya terjadi pertengkaran, adanya tekanan emosional, kurangnya rasa saling percaya, dan munculnya rasa takut untuk mengekspresikan diri. Rasa cemas hingga kecemasan berlebihan pun bisa menjadi tanda lain yang perlu diwaspadai.

Contoh-Contoh Hubungan Toxic

Hubungan toxic dapat ditemui di berbagai lingkungan, mulai dari pergaulan remaja, pertemanan, hingga keluarga. Setiap lingkungan memiliki dinamika tersendiri, namun ciri utamanya tetap sama: adanya ketidaknyamanan yang terus-menerus.

Contoh Hubungan Toxic di Lingkungan Remaja

Di kalangan remaja, hubungan toxic bisa berupa saling mengontrol, melarang berteman, hingga memaksa mengikuti keinginan pasangan. Tidak jarang juga terjadi ancaman atau manipulasi demi mendapatkan perhatian.

Contoh Hubungan Toxic dalam Pertemanan dan Keluarga

Dalam pertemanan dan keluarga, perilaku toxic bisa muncul lewat tindakan membandingkan, meremehkan, atau memberi tekanan emosional. Seseorang bisa saja merasa tidak berharga akibat perlakuan yang diterima secara terus-menerus.

Dampak Hubungan Toxic Terhadap Kesehatan Remaja

Dampak dari hubungan toxic tidak bisa dianggap sepele karena menyentuh berbagai aspek kehidupan, terutama bagi kalangan remaja. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental maupun fisik.

Dampak Emosional dan Psikologis

Remaja yang terjebak dalam hubungan toxic rentan mengalami stres, kecemasan, hingga depresi. Perasaan minder dan kehilangan motivasi juga kerap muncul, sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu.

Dampak Fisik

Selain memengaruhi mental, hubungan toxic dapat menurunkan daya tahan tubuh akibat stres berkepanjangan. Gejala fisik seperti sakit kepala, gangguan tidur, atau nafsu makan terganggu juga sering dialami.

Kesimpulan

Hubungan toxic adalah pola relasi tidak sehat yang berpotensi merugikan baik secara emosional maupun fisik. Kenali ciri-ciri hubungan toxic sejak dini agar Anda dapat mengambil langkah tepat bila mengalaminya. Memahami contoh dan dampaknya juga membantu membangun relasi yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Hubungan dan Relationship: Memahami, Menjaga, dan Mengembangkan Cinta