Mengenal Anxious Attachment: Apa Itu dan Ciri-Cirinya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang tentu berharap memiliki hubungan sehat dan harmonis. Namun, pola keterikatan atau attachment yang berkembang sejak masa kanak-kanak bisa memengaruhi cara seseorang membangun relasi saat dewasa. Salah satu pola yang kerap muncul adalah anxious attachment, yakni kecenderungan merasa cemas dalam hubungan.
Pengertian Anxious Attachment
Anxious attachment merupakan salah satu gaya keterikatan yang membuat seseorang cenderung merasa waswas dan takut ditinggalkan dalam hubungan.
Menurut Shelly Patricia Hartono dan Maria Nugraheni Mardi Rahayu dalam artikel Dinamika Psikologis dalam Hubungan Jarak Jauh, individu dengan gaya kelekatan cemas cenderung menunjukkan kecemburuan tinggi, keraguan terhadap perasaan pasangan, rasa takut ditinggalkan, serta kebutuhan akan kepastian dan validasi dari pasangan.
Definisi menurut Shelly Patricia Hartono
Shelly Patricia Hartono menggambarkan anxious attachment sebagai pola di mana individu merasa tidak yakin dengan penerimaan atau cinta dari pasangan. Hal ini membuat mereka membutuhkan kepastian secara berulang dan mudah merasa khawatir bila tidak mendapat respons yang diharapkan.
Peran anxious attachment dalam hubungan
Dalam hubungan, anxious attachment seringkali memicu perilaku seperti mencari perhatian berlebihan atau merasa tidak tenang saat pasangan sibuk. Pola ini dapat menimbulkan ketegangan, terutama jika pasangan memiliki gaya keterikatan yang berbeda.
Ciri-Ciri Anxious Attachment
Memahami ciri-ciri anxious attachment penting agar seseorang bisa mengenali pola ini pada dirinya atau pasangan. Umumnya, anxious attachment tampak dari respons emosional yang berlebihan terhadap ketidakpastian dalam hubungan.
Tanda-tanda utama anxious attachment
Beberapa tanda meliputi sering merasa takut kehilangan pasangan, mudah cemburu, hingga membutuhkan validasi secara terus-menerus. Orang dengan anxious attachment juga cenderung memikirkan kemungkinan terburuk saat komunikasi dengan pasangan terhambat.
Dampak anxious attachment pada hubungan jarak jauh
Dalam hubungan jarak jauh, anxious attachment dapat semakin terasa. Keterbatasan interaksi membuat rasa cemas dan kebutuhan akan kepastian meningkat, sehingga muncul ketegangan atau konflik yang sebenarnya bisa dicegah.
Anxious Attachment pada Dewasa Awal
Dewasa awal sering menjadi masa penting dalam membangun identitas dan relasi. Pada tahap ini, anxious attachment bisa sangat mempengaruhi cara seseorang menjalin kemitraan.
Studi dari "Dinamika Psikologis dalam Hubungan Jarak Jauh"
Berdasarkan studi dalam Dinamika Psikologis dalam Hubungan Jarak Jauh, anxious attachment atau gaya kelekatan cemas berkorelasi negatif dengan kepuasan hubungan pada dewasa awal yang menjalani hubungan jarak jauh; semakin tinggi gaya kelekatan cemas, semakin rendah kepuasan hubungan yang dirasakan.
Hubungan anxious attachment dengan kepuasan hubungan
Individu dengan anxious attachment cenderung mengalami kepuasan hubungan yang lebih rendah, karena rasa cemas dan kebutuhan akan kepastian sering kali mengganggu keharmonisan. Oleh sebab itu, mengenali dan mengelola anxious attachment menjadi hal penting untuk kualitas hubungan yang lebih baik.
Kesimpulan
Anxious attachment adalah pola keterikatan yang membuat seseorang mudah cemas dan takut kehilangan pasangan. Pola ini dapat memengaruhi relasi, terutama pada hubungan jarak jauh dan masa dewasa awal. Memahami ciri dan pengaruh anxious attachment membantu seseorang mengambil langkah yang lebih sehat demi membangun hubungan yang harmonis.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Hubungan dan Relationship: Memahami, Menjaga, dan Mengembangkan Cinta