Strategi dan Efektivitas Implementasi Kurikulum: Model, Tantangan, dan Solusi
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan kurikulum di sekolah selalu menjadi perhatian banyak pihak. Proses penerapan kurikulum tidak hanya menuntut strategi yang tepat, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai unsur pendidikan.
Pengertian Implementasi Kurikulum
Berdasarkan jurnal Efektivitas dalam Implementasi Kurikulum Sekolah, Implementasi kurikulum adalah pelaksanaan kurikulum yang mencakup tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Salabi, 2020). Implementasi kurikulum merupakan terjemahan kurikulum dokumen menjadi kurikulum sebagai aktivitas atau kenyataan. Proses ini tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga mencakup penyesuaian metode pengajaran dengan kebutuhan siswa.
Model-model Implementasi Kurikulum
Menurut Salabi (2020), setidaknya ada tiga model implementasi kurikulum yang akomodatif terhadap persoalan yang muncul di lapangan.
Concern-Based Adoption Model (CBAM)
Model ini merupakan kerangka kerja konseptual yang mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi kemungkinan perilaku guru di seluruh sekolah dalam melakukan suatu bentuk perubahan guna meningkatkan pembelajaran yang berbasis kurikulum (dalam Salabi, 2020). Perubahan kurikulum pada satuan pendidikan harus melibatkan pendidik/tenaga kependidikan untuk menerima (adoption) serta melaksanakan program kurikulum baru (dalam Salabi, 2020).
The Innovation Profile Model
Model ini dikembangkan oleh Leithwood (1982) seperti dikutip dalam Salabi, 2020, memungkinkan guru dan pengembang kurikulum untuk mengembangkan profile yang menjadi hambatan dalam melakukan perubahan sehingga guru dapat mengatasi hambatan tersebut. Model ini tidak hanya menggambarkan, tetapi juga memberikan strategi-strategi bagi guru untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam implementasi .
TORI Model (Trust, Opening, Reallization dan Independency)
Model TORI memberikan suatu skala yang membantu para guru mengidentifikasi seberapa besar lingkungan sekolah dapat menerima dan mengimplementasikan suatu inovasi, serta memberikan panduan untuk memudahkan implementasi perubahan (dalam Salabi, 2020).
Faktor Penentu Efektivitas Implementasi Kurikulum
Keberhasilan implementasi kurikulum sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salabi (2020) mengidentifikasi enam faktor utama:
perencanaan,
substansi/isi kurikulum,
faktor pendidik,
iklim dan budaya sekolah,
sarana dan prasarana, dan
peran kepala sekolah.
Kesiapan Guru dan Sumber Daya
Guru sudah harus memiliki pengetahuan konseptual yang kuat, baik konten bidang studi maupun pengetahuan konseptual pedagogik dan pembelajaran yang akan memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan silabus, bahan ajar, dan pendekatan-pendekatan metodologis pembelajaran (Salabi (2020))
Dukungan Manajemen Sekolah
Fungsi manajerial kepala sekolah mencakup fungsi perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi, serta fungsi pengembangan (Salabi, 2020).
Lingkungan dan Partisipasi Stakeholder
Satuan pendidikan juga kurang acuh terhadap faktor-faktor penting dalam implementasi kurikulum di antaranya adalah sosialisasi dan pembekalan para pendidik serta keterlibatan orang tua peserta didik/komite sekolah (Salabi, 2020).
Studi Kasus: Efektivitas Implementasi Kurikulum di Sekolah
Kendala-kendala implementasi kurikulum baru terutama terkait dengan kekurangjelasan substansi isi kurikulum, kekurangsiapan guru, kondisi kemampuan peserta didik, dan budaya sekolah (dalam Salabi, 2020). Strategi yang bisa diterapkan antara lain peningkatan pelatihan, kolaborasi antar guru, serta melibatkan stakeholder dalam pengambilan keputusan.
Kesimpulan
Guru, kepala sekolah, sarana dan prasarana, serta iklim atau budaya sekolah dan partisipasi semua pihak terkait sangat berperan dalam pencapaian keberhasilan implementasi kurikulum. Strategi yang baik akan berhasil bila didukung oleh keterlibatan dan komitmen oleh semua pihak yang terkait. Langkah-langkah perbaikan harus terus dilakukan agar kurikulum selalu relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.