Arti dan Makna Tarian Merak yang Jarang Diketahui
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti dan makna Tarian Merak sering kali hanya dipahami sebatas keindahan gerak dan kostumnya yang memukau, padahal di balik itu tersimpan pesan budaya yang lebih dalam dan sarat filosofi.
Tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat ini tidak sekadar menjadi hiburan visual, melainkan juga cerminan kehidupan, keanggunan, serta simbol ekspresi alam yang begitu harmonis.
Melalui gerakan yang lembut dan dinamis, penari menggambarkan perilaku burung merak jantan yang tengah memikat perhatian, sehingga menghadirkan perpaduan antara estetika dan makna simbolis.
Arti dan Makna Tarian Merak dari Jawa Barat
Dikutip dari laman smadwiwarna.sch.id, mengungkapkan bahwa arti dan makna Tarian Merak tercermin dalam keindahan gerak yang menggambarkan kehidupan seekor burung merak secara utuh dan penuh simbol.
Tarian khas Jawa Barat ini pertama kali diciptakan oleh seniman Sunda, Tjetje Soemantri, pada tahun 1950.
Sejak awal kemunculannya, tarian ini telah menjadi bagian penting dari kekayaan seni tradisional yang menonjolkan keanggunan sekaligus karakter alam yang ditampilkan melalui gerakan yang terstruktur.
Sesuai dengan namanya, tarian ini terinspirasi dari perilaku burung merak, khususnya saat bergerak dan menampilkan pesona bulunya.
Setiap unsur gerak dalam Tari Merak memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan burung tersebut. Gerakan ngoreh, misalnya, menggambarkan aktivitas burung merak saat mencari makan dengan cara menggaruk tanah menggunakan kakinya.
Sementara itu, gerakan selut ditampilkan melalui ayunan tangan ke arah depan atau atas secara bergantian, sehingga menghadirkan kesan luwes dan berirama.
Selanjutnya, terdapat gerakan galier yang menirukan cara burung merak menoleh, serta mucuk atau ukel yang menggambarkan putaran tangan sebagai simbol kelenturan gerak.
Gerakan gilek memperlihatkan tiruan gerakan kepala burung merak yang menggeleng, sedangkan trisik dilakukan dengan berjalan berkeliling sambil menjinjitkan kaki.
Gerakan ini berfungsi sebagai penghubung antarbagian dalam rangkaian tari, sehingga alur pertunjukan terasa lebih menyatu.
Seiring perkembangan zaman, penyajian Tari Merak juga mengalami perubahan. Jika pada awalnya ditampilkan secara tunggal, kini tarian ini kerap dibawakan secara berpasangan, dengan peran sebagai burung merak jantan dan betina.
Perubahan tersebut tidak menghilangkan ciri khasnya, melainkan justru memperkaya bentuk penyajian yang ada.
Dengan demikian, arti dan makna Tarian Merak tetap terjaga sebagai gambaran kehidupan burung merak yang diwujudkan melalui keindahan gerak dan harmoni dalam pertunjukan.(RAHMA)
Baca juga: Al Tabligh Artinya adalah Apa? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini