BYD M6 DM Belum Sanggup Salip Toyota Veloz Hybrid

Sempat digadang mampu adang eksistensi Toyota Veloz HEV (Hybrid Electric Vehicle), performa distribusi dari pabrik ke diler BYD M6 DM (Dual Mode) yang menawarkan teknologi PHEV atau Plug-in Hybrid EV selama 4 bulan terakhir belum cukup memberi perlawanan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, rekam jejak penjualan wholesales BYD M6 DM sejak perdana diluncurkan Juni lalu belum menyentuh angka rata-rata 2.000 unit per bulan.
Memang, catatan distribusi dua model tersebut tidak dimulai pada garis awalan yang sama. Toyota Veloz HEV sudah terkirim ke jaringan penjualan sejak Februari lalu, sementara BYD M6 DM baru terjadi 4 bulan setelahnya.
Perbandingan yang lebih adil baru mulai bisa dilihat pada bulan ke-6. Selama Juni hingga September kemarin, Toyota Veloz HEV telah dibeli oleh cabang diler sebanyak 9.657 unit, jauh lebih banyak dibanding BYD M6 DM yang kumulatifnya 5.121 unit.
Pada Juni, distribusi BYD M6 DM mencapai 1.825 unit, sementara Veloz HEV membukukan 2.698 unit. Selisih berlanjut pada Juli, ketika BYD M6 DM disalurkan sebanyak 1.437 unit dan Toyota Veloz HEV bisa 2.140 unit.
Pada Agustus, wholesales BYD M6 DM turun menjadi 1.161 unit, sedangkan Veloz HEV mencatat 2.267 unit. Tren tersebut berlanjut pada September, saat distribusi BYD kembali turun menjadi 698 unit, sementara Veloz HEV naik menjadi 2.552 unit.
Dengan demikian, distribusi BYD M6 DM pada September hanya sekitar 27,3 persen dari capaian Veloz HEV. Selama Juli–September, wholesales BYD M6 DM berjumlah 3.296 unit, lebih rendah 52,6 persen dibandingkan Veloz HEV yang mencapai 6.959 unit.
Selain dengan Veloz HEV, kumparan juga mencoba membandingkannya dengan Toyota Innova Zenix HEV. Bila mengamati komposisi harga, M6 DM seolah ingin menjadi alternatif bagi calon pembeli Innova Zenix hibrida.
Namun Zenix Hybrid masih terlalu perkasa, lantaran model ini sudah dijual jauh lebih dahulu, bahkan dibandingkan dengan adiknya sendiri Veloz HEV. Periode Januari-September 2026, Medium MPV ini sudah membukukan angka 20.215 unit.
Oke coba dipersempit hanya dari Juni hingga September 2026, Innova Zenix HEV sudah mencatatkan total 9.515 unit. Angka itu mendekati capaian Veloz HEV pada periode yang sama yakni 9.657 unit, meski keduanya memiliki posisi segmen yang berbeda.
Harga on the road (OTR) Jakarta per September 2026, BYD M6 DM dipasarkan mulai Rp 298 juta hingga Rp 390 juta. Toyota Veloz HEV berada di rentang Rp 303 juta sampai Rp 389 juta, sehingga harga awal BYD M6 DM lebih rendah Rp 5 juta dibandingkan varian termurah Veloz HEV.
Sementara itu, Toyota Innova Zenix HEV dipasarkan mulai Rp 475 juta hingga Rp 629,8 juta. Dengan harga awal Rp 298 juta, BYD M6 DM memiliki selisih Rp 177 juta di bawah varian termurah Innova Zenix HEV, meski keduanya tidak berada di kelas kendaraan yang sama.
BYD M6 DM mengusung teknologi PHEV, yang memungkinkan kendaraan mengandalkan tenaga baterai untuk berkendara dan mesin pembakaran internal ketika diperlukan. Adapun Toyota Veloz HEV dan Innova Zenix HEV menggunakan sistem hibrida (HEV), yang mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik tanpa pengisian baterai eksternal seperti pada PHEV.
Data penjualan wholesales MPV elektrifikasi Januari-September 2026
BYD M6 DM (Januari-September 2026: 5.121 unit)
Juni: 1.825 unit
Juli: 1.437 unit
Agustus: 1.161 unit
September: 698 unit.
Toyota Veloz HEV (Januari-September 2026: 18.106 unit)
Februari: 484 unit
Maret: 2.325 unit
April: 3.262 unit
Mei: 2.378 unit
Juni: 2.698 unit
Juli: 2.140 unit
Agustus: 2.267 unit
September: 2.552 unit.
Toyota Innova Zenix HEV (Januari-September 2026: 20.215 unit)
Januari: 2.143 unit
Februari: 2.133 unit
Maret: 1.842 unit
April: 2.270 unit
Mei: 2.312 unit
Juni: 2.579 unit
Juli: 2.429 unit
Agustus: 2.137 unit
September: 2.370 unit.
Harga OTR Jakarta (per September 2026)
BYD M6 DM: Rp 298-390 juta
Toyota Veloz HEV: Rp 303-389 juta
Toyota Innova Zenix HEV: Rp 475-629,8 juta.
