5 Penyebab Adonan Martabak Tidak Bersarang dan Solusinya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab adonan martabak tidak bersarang sering kali membuat hasil martabak manis buatan sendiri menjadi kurang sempurna.
Tekstur bersarang atau berpori-pori halus adalah ciri khas martabak yang menggugah selera. Namun, tak jarang meskipun sudah mengikuti resep, adonan tetap gagal menghasilkan sarang yang diharapkan.
Hal ini bisa mengecewakan, terutama bagi pemula yang sedang belajar membuat martabak manis di rumah.
Penyebab Adonan Martabak Tidak Bersarang
Penyebab adonan martabak tidak bersarang bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari kesalahan teknik, takaran bahan baku, hingga perlakuan terhadap adonan sebelum dipanggang.
Menurut referensi dari laman puslitsurtap.kemenperin.go.id, keberhasilan produk pangan berbasis tepung sangat bergantung pada proses fermentasi, suhu pemanggangan, dan proporsi bahan tambahan seperti ragi dan baking powder.
Dengan pemahaman yang tepat, kamu dapat memperbaiki hasil akhir martabak dan menghasilkan kue yang lembut, legit, dan tentu saja bersarang sempurna. Berikut ini lima penyebab umum adonan martabak tidak bersarang beserta solusinya:
1. Takaran Ragi Tidak Tepat
Ragi berfungsi untuk membantu proses fermentasi dan menghasilkan rongga udara dalam adonan. Jika ragi terlalu sedikit, adonan tidak akan mengembang dengan baik. Sebaliknya, jika terlalu banyak, rasa martabak bisa menjadi asam.
Solusi:
Gunakan ragi instan sesuai takaran resep (biasanya 1–2 sendok teh untuk 250 gram tepung). Pastikan ragi masih aktif dengan mencampurnya dalam air hangat dan gula, lalu diamkan hingga berbuih.
2. Waktu Fermentasi Kurang
Adonan martabak memerlukan waktu istirahat agar ragi bekerja maksimal dan membentuk gelembung udara. Jika langsung dipanggang setelah dicampur, adonan tidak akan bersarang.
Solusi:
Diamkan adonan minimal 1 jam pada suhu ruang. Adonan yang baik akan terlihat berbuih dan volumenya sedikit meningkat.
3. Teflon Tidak Cukup Panas
Wajan yang kurang panas menyebabkan adonan tidak langsung “terkunci” di permukaan, sehingga gelembung-gelembung udara tidak terbentuk sempurna.
Solusi:
Panaskan wajan anti lengket atau teflon terlebih dahulu selama 5–10 menit sebelum menuang adonan. Gunakan api kecil agar permukaan matang perlahan dan sarang muncul sempurna.
4. Tidak Menambahkan Soda Kue atau Baking Powder Akhir
Baking powder atau soda kue sering ditambahkan di akhir sebelum memanggang untuk menghasilkan gelembung tambahan. Jika terlewat, tekstur bersarang tidak terbentuk.
Solusi: Tambahkan soda kue sekitar ½ sendok teh ke dalam adonan setelah fermentasi, aduk rata, dan segera tuang ke wajan.
5. Adonan Terlalu Cair atau Terlalu Kental
Kekentalan adonan sangat berpengaruh. Jika terlalu cair, adonan menyebar dan tidak membentuk sarang. Jika terlalu kental, sulit mengembang.
Solusi:
Pastikan adonan memiliki konsistensi seperti adonan pancake yang agak kental namun tetap mengalir. Sesuaikan dengan menambahkan air sedikit demi sedikit.
Dengan mengetahui penyebab dan solusinya dapat menghasilkan martabak manis bersarang yang empuk dan lezat di rumah. Selamat mencoba! (Arf)
Baca juga: Cara Membuat Adonan Martabak Manis Mengembang dengan Sempurna
