Konten dari Pengguna

Cara Merendam Cumi Asin agar Tidak Alot dan Lebih Enak

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Merendam Cumi Asin, Foto: Pexels/moiranazzari
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Merendam Cumi Asin, Foto: Pexels/moiranazzari

Cumi-cumi adalah hewan laut yang sering diolah menjadi hidangan lezat dan digemari banyak orang. Salah satunya adalah menu cumi asin. Sebelum membuatnya, ketahui dulu cara merendam cumi asin agar tidak alot dan lebih enak.

Dikutip dari Analisis Formalin Pada Cumi Asin yang Dijual Di Pasar Tradisional Wilayah Pandeglang dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri, oleh Catu U.N. et al, (2021), dalam situs journal.thamrin.ac.id, cumi memiliki kandungan protein tinggi.

Cumi asin adalah cumi-cumi yang diawetkan dengan garam kering, kemudian disajikan untuk disantap. Proses pengawetan ini menggunakan garam kering atau air garam untuk mengeringkan dan mengawetkan cumi-cumi.

Cara Merendam Cumi Asin agar Tidak Alot dan Lebih Enak

Ilustrasi Cara Merendam Cumi Asin, Foto: Pexels/DigitalDDay

Ada cara terbaik untuk merendam cumi asin. Dikutip dari buku berjudul 100 Resep Variasi Sambal, oleh Suryatini N. Ganie, (2013:67), cara merendam cumi asin yaitu rendam cumi dalam air mendidih selama 15 menit.

Setelah direndam, tiriskan dan cuci cumi tersebut dengan air dingin. Lalu, selanjutnya tiriskan kembali. Panaskan minyak, goreng cumi hingga kering dan matang. Angkat dan tiriskan. Cumi dapat diolah menjadi hidangan lezat.

Perendaman tersebut berguna untuk merehidrasi dan melembutkan tekstur cumi. Perendaman dalam air panas juga membantu mengurangi rasa asin.

Jika cumi asin yang dibeli berukuran cukup besar, maka perlu membersihkan cumi-cumi tersebut terlebih dahulu. Untuk membersihkan cumi-cumi, pisahkan badan dan kakinya. Buang kantung tinta dan tulang rawan dari ekornya.

Dikutip dari situs redhousespice.com, perlu diingat bahwa cumi berukuran kecil hingga sedang lebih empuk daripada cumi berukuran besar.

Selain merendam cumi-cumi asin, bilas cumi-cumi tersebut dengan air dingin yang mengalir juga dapat membuang garam yang berlebih. Setelah dibilas, tiriskan cumi dan keringkan dengan tisu dapur.

Adapun cumi asin ini juga menjadi salah satu makanan fermentasi tradisional Jepang. Cumi asin memiliki rasa asin dan gurih yang kuat, tekstur yang lengket, dan rasa yang khas.

Orang Jepang biasa memakannya sebagai makanan pembuka dan di atas nasi. Dikutip dari situs umamiinfo.com, metode populer untuk menyiapkan cumi asin yaitu potong cumi menjadi irisan bundar dengan kulit yang masih menempel.

Tambahkan isi perutnya dan garam 10~20%. Aduk hingga rata. Tutupi dalam wadah dan simpan pada suhu ruangan selama sekitar satu bulan untuk difermentasi.

Enzim dalam isi perut melakukan autolisis (pemrosesan) asam amino dan meningkatkan asam amino bebas, sehingga menjadi lezat. Dengan rasa asin yang tinggi, enzim aktif dan mempercepat autolisis.

Demikianlah penjelasan tentang tata cara merendam cumi asin agar tidak alot dan lebih enak. Tekstur cumi asin yang kenyal dan rasa gurih yang kuat membuatnya cocok sebagai lauk dengan nasi. (IF)

Baca juga: Cara Menghilangkan Amis pada Cumi dengan Alami