Konten dari Pengguna

Cara Panen Cabe yang Benar agar Mutu Terjaga dengan Baik

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara panen cabe yang benar. Sumber: Pexels/Lum3n
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara panen cabe yang benar. Sumber: Pexels/Lum3n

Cabai digunakan dalam berbagai hidangan dalam banyak masakan tradisional di Indonesia. Keberhasilan budidaya cabe tidak hanya bergantung pada proses penanamannya saja, tetapi juga pada cara panen cabe yang benar agar mutu terjaga dengan baik.

Mengutip laman pertanian.ngawikab.go.id, cabe termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditas sayuran dengan banyak manfaat, bernilai ekonomi, dan memiliki prospek pasar yang menarik.

Cabai cocok dibudidaya, baik di dataran rendah dan dataran tinggi.

Inilah Cara Panen Cabe yang Benar

Ilustrasi cara panen cabe yang benar. Sumber: Pexels/Jens

Jika cara panen cabe tidak dilakukan secara hati-hati, mutu cabe bisa menurun. Hal ini bisa berdampak pada rasa, dan penampilann yang memengaruhi harga di pasar.

Berikut adalah cara panen cabe yang benar agar kualitasnya tetap terjaga dan memberikan hasil maksimal.

1. Menentukan Waktu Panen yang Tepat

Cabe merah dapat dipanen pertama kali saat umur 70-75 hari setelah tanam di dataran rendah, dan pada umur 4-5 bulan di dataran tinggi, dengan interval panen 3-7 hari.

2. Menggunakan Alat yang Tepat

Untuk memanen cabe, gunakan pisau tajam atau gunting untuk memotong tangkai cabe. Hal ini bisa membantu mencegah kerusakan pada tanaman dan buahnya.

3. Perhatikan Cara Memetik Cabe

Potong cabe beserta tangkainya untuk mengurangi risiko buruk dan menjaga kualitas buah ini. Hindari menarik atau memutar cabe langsung dari tanaman, karena dapat merusak cabang dan mengurangi produksi berikutnya.

4. Penanganan Setelah Panen

Setelah cabe di panen, simpan di tempat yang sejuk dan kering untuk menjaga kesegarannya. Pisahkan cabe yang rusak atau terkena hama, supaya tidak memengaruhi cabe lainnya.

Ciri-ciri Cabe Siap Dipanen

Ilustrasi cara panen cabe yang benar. Sumber: Pexels/Mark Stebnicki

Untuk kebutuhan dijual atau industri, berikut adalah beberapa ciri cabe siap dipanen.

  1. Warna merah cabe cerah penuh dan merata.

  2. Daging cabe minimal 90 persen berwarna merah bagus.

  3. Kondisi buahnya segar.

  4. Permukaan kulit buah mulus dan tidak ada bekas serangan hama dan penyakit.

  5. Tingkat kebusukan atau bercak maksimal 1,5 persen.

  6. Kadar air tidak terlalu tinggi atau sekitar 16 sampai dengan 29 persen. Jika kadar air di dalam cabe terlalu tinggi bisa berakibat berat cabe turun saat kering dan menjadi sedikit, serta mudah busuk dalam penyimpanan.

  7. Rasa buah cabe pedas dan tidak pahit.

Itulah tata cara panen cabe yang benar, mulai dari pemilihan waktu, hingga penanganan setelah panennya. Proses ini memberikan keuntungan bagi petani untuk mendapatkan cabe berkualitas.

Baca juga: Tata Cara Panen Ubi Kayu yang Sudah Matang