Cara Panen Jahe dengan Mudah dan Praktis

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jahe adalah salah satu tanaman herbal yang juga digunakan sebagai bumbu masakan. Agar jahe yang ditanam memiliki kualitas baik, penting untuk mengetahui cara panen jahe dengan mudah dan praktis.
Mengutip buku Budi Daya & Peluang Bisnis Jahe, Harmono dan Agus Andoko (2005: 55), nilai utama dari tanaman jahe terletak pada rimpangnya, yang sering dimanfaatkan sebagai minuman penghangat, bumbu masakan, serta bahan dasar obat tradisional.
Jahe relatif mudah ditemukan di Indonesia dan penggunaannya sudah meluas. Berdasarkan jenis, ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya, jahe terbagi menjadi tiga jenis, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah.
Waktu Panen Jahe
Tingkat kematangan panen jahe yang sesuai akan menghasilkan jahe yang berkualitas dan bermutu baik. Waktu panen jahe dibagi dalam dua jenis.
Penen Muda
Jika rimpang jahe akan diproses menjadi bumbu masakan, panen bisa dilakukan ketika tanaman masih muda, yakni pada usia 3-4 bulan. Jahe muda memiliki kulit yang tipis dan tekstur yang lebih lembut, sehingga perlu penanganan yang lebih hati-hati saat dipanen.
Panen Matang
Jika rimpang jahe akan digunakan sebagai bahan obat, panen sebaiknya dilakukan setelah tanaman berusia 8-10 bulan. Pada usia ini, rimpang jahe menjadi lebih tebal, keras, dan memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi.
Cara Panen Jahe
Cara panen jahe harus dilakukan dengan tepat untuk mendapatkan rimpang yang bagus, tidak patah, dan kulitnya tidak terkelupas. Peralatan yang diperlukan untuk memanen jahe cukup sederhana, yakni cangkul dan garpu tanah.
Garpu tanah ditancapkan di luar area kanopi rumput atau sedikit jauh dari pangkal batang untuk menghindari rimpang. Garpu tersebut dimasukkan dengan posisi agak miring dan ditekan menggunakan kaki.
Setelah tanah di sekitar rimpang cukup gembur, tanaman jahe dapat ditarik perlahan agar rimpangnya terangkat bersama akar tanpa rusak.
Rimpang yang telah dipanen kemudian dibersihkan dari sisa tanah yang menempel. Pembersihan bisa dilakukan dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi atau membilasnya dalam ember sampai airnya bersih.
Demikianlah pembahasan mengenai cara panen jahe. Dengan mengikuti langkah di atas, petani bisa mendapatkan hasil panen jahe yang optimal dan berkualitas.
Baca Juga : 6 Penyebab Penyakit Pasca Panen yang Wajib Diwaspadai
