18 SPBU di Yogyakarta Akan Uji Coba QR Code untuk Layani Konsumen BBM Subsidi
·waktu baca 3 menit

Pemerintah akan segera memulai pendataan roda empat atau lebih pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Salah satu wilayah di DIY yaitu Kota Yogyakarta akan menjadi lokasi pendataan kendaraan-kendaraan tersebut.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroh menuturkan, kota Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dipilih menjadi mendata kendaraan roda empat dan lebih dari roda empat pengguna Pertalite dan Solar bersubsidi di Indonesia.
Untuk pendataan tersebut akan dilakukan mulai tanggal 1 Juli 2022. Di mana masyarakat bisa mendaftarkan semua kendaraan roda empat atau lebih yang mereka miliki jika memang masih mengkonsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan juga Solar.
"Jadi semisalnya sudah tidak menggunakan BBM subsidi ya tidak didaftarkan," terang dia.
Oleh karenanya, mengimbau masyarakat untuk mendaftarkan kendaraan dan identitas di website MyPertamina. Ia menandaskan pendaftaran melalui website MyPertamina, bukan melalui aplikasi MyPertamina. Ia juga menampik nanti pembayarannya dengan MyPertamina karena mereka masih melayani berbagai sistem pembayaran baik cash ataupun cara lainnya.
Untuk tahap pertama ini, masyarakat diminta mendaftarkan kendaraannya yang biasa digunakan di Kota Yogyakarta. Dan terbuka untuk kendaraan dari mana saja dan berapapun jumlah kendaraan meskipun dari 1 identitas. Karena memang tidak ada batasan jumlah kendaraan yang didaftarkan.
Untuk memastikan implementasinya dapat dilakukan dengan lancar, Brasto menjelaskan tahapan-tahapan pendaftaranpun tidaklah susah. Masyarakat dapat mengakses website subsiditepat.mypertamina.id dan diminta menyiapkan dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung.
"Data yang sudah didaftarkan akan diverifikasi atau dicocokan dengan kesesuai persyaratan. Jika semua terpenuhi maksimal 7 hari kerja, maka pengguna tersebut akan dinyatakan terdaftar dan menerima QR Code melalui email, atau melalui notifikasi di website,” jelas Brasto.
Jika menerima notifikasi adanya kekurangan atau ketidakcocokan dokumen, masyarakat bisa mencoba kembali melakukan pengisian data kendaraan dan identitasnya sesuai rekomendasi kekurangan yang ada. Dari pendaftaran, pengguna akan mendapatkan QR Code yang dapat digunakan untuk pembelian BBM Subsidi di SPBU Pertamina.
"Namun untuk mendapatkan QR COde tersebut, pengguna harus bersabar sekitar 1 minggu setelah pendaftaran. Jadi nanti datanya akan dimasukkan terlebih dahulu kemudian baru mendapat QR COde,"tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan mengujicobakan sistem QR Code di Kota Yogyakarta terlebih dahulu. Setidaknya 18 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Yogyakarta akan dibekali dengan tehnologi QR Code. QR Code tersebut kemudian akan dicocokan datanya oleh operator SPBU. Dan sementara memang ada 18 SPBU di Kota Yogyakarta, di mana semua menjual pertalite dan 6 melayani solar bersubsidi.
Menurut Brasto, inisiatif ini dimaksudkan dalam rangka melakukan pencatatan awal untuk memperoleh data yang valid dalam rangka penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran. Data pengguna yang terdaftar dan telah mendapatkan QR Code ini adalah bagian dari pencatatan penyaluran Pertalite dan Solar agar bisa lebih tepat sasaran. Untuk kemudahan dan mengantisipasi kendala dilapangan, selain diakses dengan aplikasi MyPertamina.
"QR Code yang diterima juga bisa diprint out dan dibawa fisiknya ke SPBU ketika ingin melakukan pengisian Pertalite dan Solar,"tambahnya.
