Konten Media Partner

8 Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat penemuan kerangka manusia di Pantai Parangkusumo. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat penemuan kerangka manusia di Pantai Parangkusumo. Foto: istimewa.

Penemuan kerangka manusia di Pantai Parangkusumo, Bantul enggegerkan warga setempat. Pihak kepolisian bersama petugas dari Puskesmas Kretek mengevakuasi temuan kerangka manusia itu.

Berikut ini adalah 8 fakta penemuan kerangka manusia di Pantai Parangkusumo, Bantul:

1. Awalnya hanya terlihat tengkorak

Penemuan ini berawal dari adanya seorang warga yang melihat tengkorak di permukaan pasir. Saat ditemukan tengkorak tersebut terdapat rambut.

"Itu ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB," ujar Sekretaris SAR Wilayah 4 Pantai Parangtritis, Nugroho.

kumparan post embed

2. Tulang belulang lain ditemukan tertimbun pasir

Pihak kepolisian bersama petugas dari Puskesmas Kretek curiga ada bagian tubuh lain yang terpendam pasir. Sehingga memutuskan untuk menggali pasir di bawahnya. Dan benar dugaan mereka, ternyata ada tulang belulang manusia yang diperkirakan masih satu rangkaian dengan tengkorak tersebut.

3. Ditemukan duduk bersila

Dari penggalian pasir di bawah tengkorak tersebut ditemukan fakta jika korban yang tinggal tulang tersebut dalam posisi duduk bersila. Namun demikian, tidak ditemukan identitas apapun.

4. Lokasi penemuan kerap digunakan untuk bertapa

Sumanta sediri tidak bisa menyimpulkan apakah korban sedang bertapa atau tidak, mengingat setiap Selasa atau Jumat Kliwon, tempat tersebut sering digunakan untuk bertapa. Namun ia membenarkan jika lokasi penemuan mayat sering digunakan untuk bertapa.

"Di sini juga sering untuk bertapa," katanya.

kumparan post embed

5. Masih mengenakan pakaian

kerangka itu masih mengenakan celana training berwarna biru tua dengan garis merah. Ditemukan juga baju warna hitam dan sandal.

6. Tidak ada identitas

Meskipun kerangka manusia itu ditemukan masih mengenakan pakaian, namun tidak ditemukan identitas.

"Tidak ada identitas tapi baju, celana training, dan sendal korban masih utuh," ujar Iptu Sumanta.

7. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan

Pemeriksaan awal dari tim dokter Puskesmas Kretek, tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dari tengkorak yang ditemukan.

kumparan post embed

8. Ada tulang yang hilang

Dokter dari Puskesmas Kretek, Hendri Agus Saputra, menuturkan tulang yang ditemukan tidak sepenuhnya utuh. Karena ada beberapa tulang yang hilang.

"Tulang yang besar-besar masih utuh, kalau yang kecil-kecil sebagian yang hilang," terangnya.