Konten Media Partner

Kabar Jogja: Penumpang Menumpuk di YIA hingga Rapid Test Acak di Pasar

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi rapid test. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rapid test. Foto: Istimewa

Di awal bulan Juni 2020, terjadi penumpukan penumpang di Yogyakarta International Airport (YIA). Para penumpang ini harus antre untuk diperiksa dokumen kelengkapannya sebelum diperbolehkan naik pesawat. Beruntung petugas bisa mengurai kerumunan sehingga protokol pencegahan COVID-19 tetap bisa terlaksana.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Yogyakarta akan menggelar rapid test di pasar tradisional. Rapid test akan digelar secara acak di mana kuota pertama tersedia 250 orang.

Berikut ini rangkuman berita sehari lalu untuk menyapa pagi Anda:

1. Ratusan Calon Penumpang Menumpuk di YIA

Penumpukan calon penumpang terjadi di pintu keberangkatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kabupaten Kulonprogo, Senin (1/6/2020) pagi. Kerumunan ini pun viral di media sosial, lantaran tidak ada physical distancing mengingat masih pandemi COVID-19.

Salah seorang calon penumpang Faturohman mengaku ketika tiba suasananya cukup padat dan antrean sudah ada. Mereka harus antre untuk menunjukkan kelengkapan dokumen seperti KTP, tiket surat bebas COVID-19, hingga surat tugas dan mengisi formulir riwayat perjalanan.

kumparan post embed

2. Juni 2020, Pemkot Yogyakarta Akan Gelar Rapid Test Acak di Pasar Tradisional

Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan akan memulai rapid test acak COVID-19 dengan sasaran para pedagang di berbagai pasar tradisional di awal bulan Juni 2020 ini. Jumlah pasar tradisional di Yogyakarta sendiri ada sekitar 30 pasar.

Selain pasar tradisional, rapid test acak untuk melacak perkembangan kasus COVID-19 pasca lebaran itu juga akan menyasar sejumlah cafe dan restoran serta beberapa mall.

kumparan post embed

3. Pemkot Yogyakarta Jalankan 5 Tahapan Menuju New Normal

Pemerintah Kota Yogyakarta menjalankan lima tahapan untuk menyongsong masa new normal guna mencegah penularan gelombang kedua COVID-19 yang dinilai mulai melandai.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan tahap pertama yang dilakukan sekarang fokus menuntaskan kasus agar benar tidak muncul lagi penularan baru.

"Jadi harus dipastikan kondisi sudah benar-benar landai dan sudah memungkinkan aktivitas masyarakat," ujar Heroe Senin (1/6/2020).

kumparan post embed

4. Dikpora DIY Sebut Sekolah Perlu Jalankan Pra New Normal

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta tengah menyusun standard operational prosedure (SOP) pembelajaran tatap muka langsung di sekolah saat tahun ajaran baru 2020/2021 di masa new normal yang dimulai bulan Juli mendatang.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Dikpora DIY, Didik Wardaya, mengatakan dalam SOP yang masih berbentuk draft untuk dibahas itu, sebelum sekolah-sekolah menjalankan pembelajaran new normal, harus menjalankan tahapan yang disebut pra new normal.

"Dalam fase pra new normal ini, sekolah akan mengidentifikasi dulu guru dan siswanya, lingkungan tinggal mereka seperti apa, rawan atau tidak tingkat penularannya," ujar Didik, Senin (1/6/2020)

kumparan post embed

5. Juni 2020, Dinkes Gunungkidul Akan Gelar Rapid Test Massal Lagi

Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul akan segera melaksanakan rapitest massal menyusul penambahan 2 orang pasien yang dinyatakan positif COVID-19. 2 orang pasien positif COVID-19 tersebut berasal dari Kecamatan Karangmojo dan profesinya sebagai penjual ikan keliling.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan 2 orang pasien positif COVID-19 terbaru tersebut memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Bahkan satu orang diantaranya Masih sempat aktivitas dalam kelompok masyarakat setempat.

"Kita akan rapid test massal lagi mulai besok pagi," tuturnya, Senin (1/6/2020).

kumparan post embed